{"id":87159,"date":"2026-08-13T20:53:55","date_gmt":"2026-08-13T13:53:55","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/13\/backlog-perumahan-2026-turun-menjadi-929-juta-unit\/"},"modified":"2026-08-13T20:53:55","modified_gmt":"2026-08-13T13:53:55","slug":"backlog-perumahan-2026-turun-menjadi-929-juta-unit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/13\/backlog-perumahan-2026-turun-menjadi-929-juta-unit\/","title":{"rendered":"Backlog Perumahan 2026 Turun Menjadi 9,29 Juta Unit"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/13\/1786629021_8747de06ce1378bcf2cf.jpg\" alt=\"Backlog Perumahan 2026 Turun Menjadi 9,29 Juta Unit\"\/><figcaption>Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti (kedua dari kiri).(MI\/Insi Nantika Jelita)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Kepala Badan Pusat Statistik (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bps\" title=\"BPS\">BPS<\/a>) Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2026, angka <em>backlog<\/em> perumahan di Indonesia mengalami penurunan signifikan. Jumlah masyarakat yang belum memiliki rumah atau backlog satu tercatat mencapai 9,29 juta, turun sekitar 350 ribu dibandingkan tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Data tersebut diperoleh melalui <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/susenas-2026\" title=\"Susenas 2026\">Susenas 2026<\/a> yang mencakup 345 ribu sampel di 38 provinsi. Penurunan ini menjadi indikator positif dalam upaya penyediaan hunian bagi masyarakat secara nasional.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201c<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/backlog-perumahan\" title=\"backlog perumahan\">Backlog perumahan<\/a> kategori satu pada 2026 sebanyak 9,29 juta atau turun 350 ribu dari tahun sebelumnya,\u201d kata Amalia, Kamis (13\/8).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/913970\/ekosistem-properti-didorong-lebih-kolaboratif\" title=\"Ekosistem Properti Didorong Lebih Kolaboratif\" target=\"_blank\">Ekosistem Properti Didorong Lebih Kolaboratif<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Secara persentase, <em>backlog<\/em> perumahan satu juga mengalami penyusutan dari 13% pada Maret 2025 menjadi 12,39% pada Maret 2026. Tren penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan akses kepemilikan hunian yang terus didorong oleh pemerintah.<\/p>\n<p>Selain itu, <em>backlog<\/em> perumahan kategori dua, yang menggambarkan kondisi hunian yang ditempati namun belum memenuhi standar kelayakan, juga mencatatkan perbaikan. Pada 2026, angka ini berada di level 24,03% atau sekitar 18,01 juta, turun dari posisi 25,33% atau sekitar 18,77 juta pada 2025.<\/p>\n<p>\u201cBaik <em>backlog<\/em> perumahan satu maupun dua mengalami perbaikan atau secara angka mengalami penurunan,\u201d ujar Amalia menambahkan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/912386\/bogor-jadi-wilayah-percontohan-perumahan-merah-putih\" title=\"Bogor Jadi Wilayah Percontohan Perumahan Merah Putih\" target=\"_blank\">Bogor Jadi Wilayah Percontohan Perumahan Merah Putih<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Meski demikian, Amalia menekankan bahwa jumlah <em>backlog<\/em> perumahan kategori dua masih sekitar dua kali lebih besar dibandingkan kategori satu. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan utama pembangunan perumahan saat ini adalah pemenuhan hunian yang layak dan merata.<\/p>\n<p>Berdasarkan sebaran wilayah, sebanyak 37 dari 38 provinsi di Indonesia berhasil menekan angka backlog perumahan kategori dua. Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan angka tertinggi, sementara Kalimantan Utara menjadi yang terendah dengan jumlah sekitar 33 ribu.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><meta charset=\"UTF-8\"\/>Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa perbaikan ini didorong oleh kebijakan baru terkait Sistem Layanan Informasi Keuangan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/slik\" title=\"SLIK\">SLIK<\/a>) yang berlaku sejak 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut membatasi pencatatan kredit macet di bawah Rp1 juta, sehingga memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah mengakses rumah subsidi.<\/p>\n<p>\u201cHasilnya setelah pemberlakuan SLIK itu sudah naik 40 ribu unit,\u201d ujar Maruarar. Langkah administratif ini menjadi bagian dari strategi percepatan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/program-3-juta-rumah\" title=\"program 3 juta rumah\">Program 3 Juta Rumah<\/a> yang dicanangkan pemerintah untuk menghilangkan hambatan bagi masyarakat kecil.<\/p>\n<p>Sejalan dengan itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong kepala daerah untuk lebih aktif mengalokasikan anggaran perumahan di daerah masing-masing. Langkah ini dinilai krusial untuk menekan angka kemiskinan ekstrem melalui penyediaan hunian yang layak.<\/p>\n<p>Tito juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan sektor swasta sebagai mesin utama percepatan penyediaan hunian. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta diharapkan dapat terus menekan angka <em>backlog<\/em> perumahan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>Meskipun tren menunjukkan penurunan, BPS mencatat tantangan besar masih ada pada backlog dua yang jumlahnya dua kali lipat lebih besar dari backlog satu. Hal ini menunjukkan bahwa fokus pembangunan tidak hanya pada kepemilikan, tetapi juga pada pemerataan kualitas <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hunian-layak\" title=\"hunian layak\">hunian layak<\/a> di seluruh provinsi. (Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/921610\/backlog-perumahan-2026-turun-menjadi-929-juta-unit\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti (kedua dari kiri).(MI\/Insi Nantika Jelita) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2026, angka backlog perumahan di Indonesia mengalami penurunan signifikan. Jumlah masyarakat yang belum memiliki rumah atau backlog satu tercatat mencapai 9,29 juta, turun sekitar 350 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":87160,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-87159","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87159","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=87159"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87159\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87160"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=87159"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=87159"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=87159"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}