{"id":87111,"date":"2026-08-13T19:02:48","date_gmt":"2026-08-13T12:02:48","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/13\/yusril-penghinaan-presiden-jadi-delik-aduan-absolut-harus-lapor-sendiri\/"},"modified":"2026-08-13T19:02:48","modified_gmt":"2026-08-13T12:02:48","slug":"yusril-penghinaan-presiden-jadi-delik-aduan-absolut-harus-lapor-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/13\/yusril-penghinaan-presiden-jadi-delik-aduan-absolut-harus-lapor-sendiri\/","title":{"rendered":"Yusril Penghinaan Presiden Jadi Delik Aduan Absolut, Harus Lapor Sendiri"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/13\/1786622244_ad260e4879fa41ff90d9.png\" alt=\"Yusril: Penghinaan Presiden Jadi Delik Aduan Absolut, Harus Lapor Sendiri\"\/><figcaption>Presiden ke-7 Joko Widodo (tengah) menjawab pertanyaan wartawan di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (30\/4\/2025).(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PEMERINTAH menegaskan bahwa aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian, tidak memiliki kewenangan untuk menindak dugaan penghinaan terhadap Presiden atau Wakil Presiden tanpa adanya pengaduan langsung dari yang bersangkutan. Hal ini merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terbaru yang mempertegas sifat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/delik-aduan\" title=\"Delik Aduan\">delik aduan<\/a> dalam pasal penghinaan kepala negara.<\/p>\n<p>Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/yusril-ihza-mahendra\" title=\"Yusril Ihza Mahendra\">Yusril Ihza Mahendra<\/a>, menyatakan bahwa penegasan ini merupakan tindak lanjut atas <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/putusan-mk\" title=\"Putusan MK\">Putusan MK<\/a> Nomor 275\/PUU-XXIII\/2025 terkait pengujian pasal-pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kuhp\" title=\"KUHP\">KUHP<\/a>).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cTanpa adanya pengaduan langsung dari Presiden atau Wakil Presiden yang merasa dihina atau direndahkan harkat dan martabatnya, aparat penegak hukum tidak dapat menindak pelaku berdasarkan Pasal 218 dan Pasal 219 KUHP,\u201d ujar Yusril dalam keterangan tertulis, Kamis (13\/8).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/847761\/yusril-soal-kuhp-baru-batas-antara-kritik-dan-hinaan-sangat-jelas\" title=\"Yusril soal KUHP Baru: Batas Antara Kritik dan Hinaan sangat Jelas\" target=\"_blank\">Yusril soal KUHP Baru: Batas Antara Kritik dan Hinaan sangat Jelas<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Substansi Putusan MK dan Legal Standing<\/h3>\n<p>Yusril menjelaskan bahwa MK menolak permohonan pengujian terhadap Pasal 218 dan Pasal 219 KUHP yang mengatur substansi tindak pidana penyerangan kehormatan Presiden. Namun, MK mengabulkan permohonan terkait Pasal 220 KUHP yang mengatur mekanisme penuntutan atau sifat delik.<\/p>\n<p>Berdasarkan putusan tersebut, terdapat batasan ketat mengenai siapa yang memiliki kedudukan hukum (<i>legal standing<\/i>) untuk melapor:<\/p>\n<table border=\"1\" style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 10px; text-align: left;\">Pasal KUHP<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 10px; text-align: left;\">Substansi\/Ketentuan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px;\">Pasal 218 &amp; 219<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px;\">Penyerangan kehormatan atau harkat dan martabat Presiden\/Wapres.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px;\">Pasal 220<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px;\">Menegaskan tindak pidana hanya dapat dituntut berdasarkan pengaduan.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px;\">Hak Mengadu<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px;\">Hanya Presiden atau Wakil Presiden secara langsung (Personal).<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Yusril menekankan bahwa pihak lain, termasuk menteri, pembantu Presiden, maupun kelompok pendukung, tidak dapat mewakili Presiden untuk melakukan pengaduan hukum atas dugaan penghinaan tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/852223\/pascaputusan-mk-yusril-pastikan-aturan-penempatan-anggota-polri-tetap-berlaku\" title=\"Pascaputusan MK, Yusril Pastikan Aturan Penempatan Anggota Polri Tetap Berlaku\" target=\"_blank\">Pascaputusan MK, Yusril Pastikan Aturan Penempatan Anggota Polri Tetap Berlaku<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Kepastian Hukum dan Ruang Kritik<\/h3>\n<p>Pemerintah menyatakan akan sepenuhnya menghormati dan melaksanakan putusan MK yang bersifat final dan mengikat (<i>final and binding<\/i>). Yusril juga menginstruksikan Polri untuk menjadikan putusan ini sebagai rujukan tunggal dalam penerapan pasal-pasal terkait di lapangan.<\/p>\n<p>\u201cPutusan MK itu pada dasarnya memberikan penegasan untuk menghindari multi tafsir dalam penerapan Pasal 220. Jadi, sifatnya adalah memperjelas siapa yang mempunyai <i>legal standing<\/i>,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Yusril menjamin bahwa aturan ini tidak akan memberangus kebebasan berpendapat. Menurutnya, ruang kritik tetap terbuka lebar dalam sistem demokrasi di Indonesia selama tidak melanggar batasan hukum yang telah diperjelas oleh MK.<\/p>\n<p>Putusan MK Nomor 275\/PUU-XXIII\/2025 memastikan bahwa perlindungan hukum terhadap martabat Presiden tetap ada, namun mekanismenya diubah menjadi delik aduan absolut guna mencegah penyalahgunaan wewenang oleh pihak ketiga atau aparat tanpa persetujuan langsung dari kepala negara.<\/p>\n<p>\u201cYang penting dipahami masyarakat adalah bahwa kritik, pendapat, dan ekspresi tetap mempunyai ruang dalam negara demokrasi,\u201d pungkas Yusril. (Dev\/I-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/921543\/yusril-penghinaan-presiden-jadi-delik-aduan-absolut-harus-lapor-sendiri\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden ke-7 Joko Widodo (tengah) menjawab pertanyaan wartawan di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (30\/4\/2025).(Antara) PEMERINTAH menegaskan bahwa aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian, tidak memiliki kewenangan untuk menindak dugaan penghinaan terhadap Presiden atau Wakil Presiden tanpa adanya pengaduan langsung dari yang bersangkutan. Hal ini merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":87112,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-87111","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87111","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=87111"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87111\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87112"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=87111"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=87111"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=87111"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}