{"id":86949,"date":"2026-08-13T11:27:04","date_gmt":"2026-08-13T04:27:04","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/13\/wabah-ebola-di-kongo-berpotensi-jadi-yang-terburuk-dalam-sejarah\/"},"modified":"2026-08-13T11:27:04","modified_gmt":"2026-08-13T04:27:04","slug":"wabah-ebola-di-kongo-berpotensi-jadi-yang-terburuk-dalam-sejarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/13\/wabah-ebola-di-kongo-berpotensi-jadi-yang-terburuk-dalam-sejarah\/","title":{"rendered":"Wabah Ebola di Kongo Berpotensi Jadi yang Terburuk dalam Sejarah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/13\/1786594893_be2243dc4605215d5b78.jpg\" alt=\"Wabah Ebola di Kongo Berpotensi Jadi yang Terburuk dalam Sejarah\"\/><figcaption>Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus(AFP\/Mandel NGAN)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DIREKTUR Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/who\" title=\"who\">WHO<\/a>), <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tedros-adhanom-ghebreyesus\" title=\"Tedros Adhanom Ghebreyesus\">Tedros Adhanom Ghebreyesus<\/a>, memberikan peringatan serius terkait <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/wabah\" title=\"Wabah\">wabah<\/a> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ebola\" title=\"ebola\">Ebola<\/a> yang saat ini melanda Republik Demokratik <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kongo\" title=\"kongo\">Kongo<\/a> (DR Kongo). Menurutnya, jika kecepatan penularan saat ini terus berlanjut, wabah tahun 2026 ini berpotensi melampaui rekor wabah paling mematikan dalam sejarah.<\/p>\n<p>Tedros menyatakan bahwa krisis kesehatan ini dapat &#8220;melampaui&#8221; skala wabah Ebola periode 2014-2016 yang pernah merenggut sedikitnya 11.000 nyawa. Sejak resmi dideklarasikan pada 15 Mei 2026, angka kasus dan kematian terus merangkak naik secara signifikan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Indikator<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Data Wabah 2026 (Hingga Agustus)<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Tanggal Deklarasi Resmi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">15 Mei 2026<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Estimasi Awal Penyebaran<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Februari 2026<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Jumlah Kasus Terkonfirmasi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Minimal 4.300 kasus<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Jumlah Kematian<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Lebih dari 2.000 jiwa<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Spesies Virus<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Bundibugyo (Langka)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Tantangan Identifikasi dan Instabilitas Wilayah<\/h3>\n<p>Direktur WHO Afrika, Dr. Mohamed Janabi, mengungkapkan bahwa otoritas kesehatan saat ini sedang dalam posisi &#8220;mengejar&#8221; virus yang bergerak lebih cepat. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa virus sebenarnya telah menyebar sejak Februari, namun awalnya salah didiagnosis sebagai malaria atau tifus.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/891052\/who-tetapkan-wabah-ebola-di-kongo-dan-uganda-sebagai-darurat-kesehatan-internasional\" title=\"WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai Darurat Kesehatan Internasional\" target=\"_blank\">WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai Darurat Kesehatan Internasional<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kondisi di lapangan semakin rumit akibat instabilitas regional di wilayah timur DR Kongo. Konflik yang terus berlangsung membuat petugas kesehatan hanya mampu menjangkau sekitar 30% dari total kasus yang ada. WHO menargetkan untuk membalikkan tren penyebaran dalam tiga bulan ke depan, meski hal itu hanya berarti mengendalikan transmisi, bukan mengakhiri wabah sepenuhnya.<\/p>\n<h3>Mengenal Spesies Bundibugyo<\/h3>\n<p>Wabah kali ini dipicu oleh spesies <i>Bundibugyo<\/i>, varian langka yang sebelumnya hanya tercatat muncul dua kali, yakni pada 2007 dan 2012. Berbeda dengan spesies Zaire yang sudah memiliki vaksin, saat ini belum ada vaksin atau obat terapi yang secara resmi disetujui untuk menangani spesies Bundibugyo.<\/p>\n<p>Ebola sendiri merupakan penyakit virus mematikan dengan gejala yang muncul antara 2 hingga 21 hari setelah infeksi. Gejala awal meliputi:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/902489\/wabah-ebola-kongo-75-tenaga-kesehatan-terinfeksi-17-gugur\" title=\"Wabah Ebola Kongo: 75 Tenaga Kesehatan Terinfeksi, 17 Gugur\" target=\"_blank\">Wabah Ebola Kongo: 75 Tenaga Kesehatan Terinfeksi, 17 Gugur<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Demam mendadak, sakit kepala, dan kelelahan (mirip flu\/malaria).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Muntah dan diare seiring perkembangan penyakit.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kegagalan organ pada tahap lanjut.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh yang terinfeksi, seperti darah atau muntahan.<\/p>\n<h3>Harapan Melalui Uji Coba Medis<\/h3>\n<p>Di tengah situasi darurat ini, secercah harapan muncul dari sektor medis. Regulator obat-obatan Inggris, MHRA, telah memberikan izin untuk uji coba manusia pertama terhadap vaksin khusus Bundibugyo. Vaksin ini dikembangkan oleh tim dari Universitas Oxford menggunakan teknologi yang serupa dengan vaksin Covid-19 Oxford-AstraZeneca.<\/p>\n<p>Selain itu, terdapat tiga kelompok riset lain yang sedang mengembangkan vaksin berbeda, meski belum memasuki tahap uji klinis. Secara paralel, WHO juga mensponsori uji coba klinis di DR Kongo untuk menguji efektivitas dua terapi antiviral yang ada dalam meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien. (bbc\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/921332\/wabah-ebola-di-kongo-berpotensi-jadi-yang-terburuk-dalam-sejarah\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus(AFP\/Mandel NGAN) DIREKTUR Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, memberikan peringatan serius terkait wabah Ebola yang saat ini melanda Republik Demokratik Kongo (DR Kongo). Menurutnya, jika kecepatan penularan saat ini terus berlanjut, wabah tahun 2026 ini berpotensi melampaui rekor wabah paling mematikan dalam sejarah. Tedros menyatakan bahwa krisis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":86950,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-86949","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86949","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=86949"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86949\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/86950"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=86949"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=86949"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=86949"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}