{"id":86773,"date":"2026-08-13T02:14:36","date_gmt":"2026-08-12T19:14:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/13\/kemenhaj-periksa-travel-umrah-pt-tas-terkait-penelantaran-158-jemaah\/"},"modified":"2026-08-13T02:14:36","modified_gmt":"2026-08-12T19:14:36","slug":"kemenhaj-periksa-travel-umrah-pt-tas-terkait-penelantaran-158-jemaah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/13\/kemenhaj-periksa-travel-umrah-pt-tas-terkait-penelantaran-158-jemaah\/","title":{"rendered":"Kemenhaj Periksa Travel Umrah PT TAS Terkait Penelantaran 158 Jemaah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/12\/1786551195_be894fc7004cc4270a5f.png\" alt=\"Kemenhaj Periksa Travel Umrah PT TAS Terkait Penelantaran 158 Jemaah\"\/><figcaption>Pejabat Kementerian Haji dan Umrah memeriksa dan mengumpulkan bukti atas dugaan pelanggaraan perjalanan umrah oleh PT TAS.(Kemenhaj)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KEMENTERIAN Haji dan Umrah (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemenhaj\" title=\"Kemenhaj\">Kemenhaj<\/a>) memeriksa biro perjalanan umrah PT TAS atas dugaan pelanggaran penyelenggaraan ibadah umrah pada rentang Juli hingga Agustus 2026. Praktik kelalaian tersebut mengakibatkan sebanyak 158 jemaah menjadi korban penelantaran.<\/p>\n<p>Dari total korban tersebut, sebanyak 120 orang dilaporkan gagal diberangkatkan ke Tanah Suci, sementara 38 jemaah lainnya mengalami kendala dan tertahan saat hendak pulang ke Tanah Air.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Ditjen Pengendalian melakukan pemeriksaan dan pengumpulan bukti-bukti terhadap travel yang diduga melakukan pelanggaran gagal memberangkatkan atau memulangkan jemaahnya,&#8221; ujar Kasubdit Penindakan Haji Khusus dan Umrah Ditjen Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Nano Sugianto, di Jakarta, Rabu (12\/8).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/917050\/wamenhaj-dapat-laporan-banyak-travel-umrah-telantarkan-jemaah-kami-tindak\" title=\"Wamenhaj Dapat Laporan Banyak Travel Umrah Telantarkan Jemaah: Kami Tindak\" target=\"_blank\">Wamenhaj Dapat Laporan Banyak Travel Umrah Telantarkan Jemaah: Kami Tindak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kemenhaj telah memanggil dan memeriksa Direktur PT TAS berinisial NJ, perwakilan jemaah terdampak, serta sejumlah pihak terkait.<\/p>\n<p>Direktur Pengawasan Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj, Ahmad Abdullah, mengungkapkan bahwa PT TAS diduga kuat melanggar pasal 470 ayat (5) huruf e dan huruf h Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025.<\/p>\n<p>&#8220;Berdasarkan tingkat pelanggaran yang mengakibatkan terlantarnya 38 <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jemaah-umrah\" title=\"jemaah umrah\">jemaah umrah<\/a>, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) tersebut layak dikenai sanksi administratif sesuai tahapan yang diatur dalam PP Nomor 28 Tahun 2025,&#8221; kata Abdullah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/882121\/mediasi-kasus-umrah-hanania-travel-jemaah-setuju-penyelesaian-secara-baik\" title=\"Mediasi Kasus Umrah Hanania Travel: Jemaah Setuju Penyelesaian secara Baik\" target=\"_blank\">Mediasi Kasus Umrah Hanania Travel: Jemaah Setuju Penyelesaian secara Baik<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Abdullah menambahkan, sanksi berjenjang yang disiapkan mulai dari pembekuan perizinan berusaha hingga pencabutan izin operasional secara permanen. Selain sanksi administratif, pihak Kemenhaj juga tengah mendalami potensi pelanggaran pidana dalam kasus ini.<\/p>\n<p>Penindakan tegas ini sejalan dengan instruksi Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang menegaskan tidak ada toleransi bagi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/travel-umrah\" title=\"Travel Umrah\">travel umrah<\/a> nakal yang menipu maupun menelantarkan jemaah.<\/p>\n<p>&#8220;Saya dapat banyak laporan travel-travel umrah yang menelantarkan jemaahnya dengan berbagai argumentasi, baik di Jeddah maupun Makkah. Tiketnya tidak dibelikan dan jemaah dibohongi. Kami akan bertindak lebih tegas,&#8221; tegas Dahnil.<\/p>\n<p>Dahnil pun menginstruksikan Ditjen Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah untuk memperketat pengawasan di lapangan. Ia memastikan, travel yang terbukti menelantarkan jemaah meski baru satu kali terjadi akan langsung dijatuhi sanksi terberat berupa penutupan izin usaha. (Ant\/P-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/921220\/kemenhaj-periksa-travel-umrah-pt-tas-terkait-penelantaran-158-jemaah\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pejabat Kementerian Haji dan Umrah memeriksa dan mengumpulkan bukti atas dugaan pelanggaraan perjalanan umrah oleh PT TAS.(Kemenhaj) KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) memeriksa biro perjalanan umrah PT TAS atas dugaan pelanggaran penyelenggaraan ibadah umrah pada rentang Juli hingga Agustus 2026. Praktik kelalaian tersebut mengakibatkan sebanyak 158 jemaah menjadi korban penelantaran. Dari total korban tersebut, sebanyak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":86774,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-86773","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86773","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=86773"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86773\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/86774"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=86773"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=86773"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=86773"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}