{"id":86663,"date":"2026-08-12T21:19:49","date_gmt":"2026-08-12T14:19:49","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/12\/forensik-polda-metro-jaya-dalami-penyebab-kematian-sutrimo-via-uji-laboratorium\/"},"modified":"2026-08-12T21:19:49","modified_gmt":"2026-08-12T14:19:49","slug":"forensik-polda-metro-jaya-dalami-penyebab-kematian-sutrimo-via-uji-laboratorium","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/12\/forensik-polda-metro-jaya-dalami-penyebab-kematian-sutrimo-via-uji-laboratorium\/","title":{"rendered":"Forensik Polda Metro Jaya Dalami Penyebab Kematian Sutrimo via Uji Laboratorium"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/12\/1786543860_b601af5d768fd1fbf9cf.png\" alt=\"Forensik Polda Metro Jaya Dalami Penyebab Kematian Sutrimo via Uji Laboratorium\"\/><figcaption>Ketua Tim Dokter Forensik Prof Ahmad Yudianto (kiri)  dalam konferensi pers terkait ekshumasi almarhum Sutrimo di Mapolresta Banyumas, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12\/8\/2026) sore.(Antara\/Sumarwoto)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>TIM dokter forensik Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya tengah mendalami temuan dari proses ekshumasi jenazah Sutrimo guna mengungkap penyebab pasti kematiannya. Langkah ini dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan laboratorium setelah tim menyelesaikan autopsi di Pemakaman Bantaragung, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12\/8).<\/p>\n<p>Ketua Tim Dokter Forensik, Prof. Ahmad Yudianto, menjelaskan bahwa pemeriksaan laboratorium sangat krusial karena secara visual tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan benda tajam pada tubuh almarhum. Mengingat jenazah telah dimakamkan sejak 23 Juli, proses pembusukan yang berjalan hampir tiga minggu membatasi pemeriksaan fisik secara kasat mata.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Tim medis mengambil sampel menyeluruh dari bagian kepala hingga kaki untuk memastikan penyebab kematian. Berikut adalah rincian prosedur dan sampel yang diambil:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/920126\/setara-institute-soroti-manuver-hukum-mantan-jampidsus\" title=\"Setara Institute Soroti Manuver Hukum Mantan Jampidsus\" target=\"_blank\">Setara Institute Soroti Manuver Hukum Mantan Jampidsus<\/a><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Jenis Pemeriksaan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Tujuan &amp; Sampel<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Histopatologi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Mengetahui kondisi jaringan tubuh secara mikroskopis.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Toksikologi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Mendeteksi kemungkinan adanya racun atau zat kimia tertentu.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Swab Hidung &amp; Mulut<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Mencari sisa cairan\/busa yang dilaporkan keluar saat korban meninggal.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Sampel Organ<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Kulit, isi lambung, jantung, dan jaringan organ dalam lainnya.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Prof. Ahmad memperkirakan seluruh rangkaian pemeriksaan laboratorium ini akan memakan waktu sekitar dua hingga tiga minggu. &#8220;Perkiraan yang kami dapat sekitar dua sampai tiga minggu, artinya pemeriksaan laboratoriumnya bisa terselesaikan semua,&#8221; ujarnya dalam konferensi pers di Mapolresta Banyumas.<\/p>\n<h3>Identifikasi dan Scientific Crime Investigation<\/h3>\n<p>Kepala Biro Laboratorium Kedokteran Kepolisian (Karolabdokkes) Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti, mengonfirmasi bahwa jenazah yang diekshumasi identik dengan Sutrimo. Identifikasi didasarkan pada ciri fisik khusus, yakni tidak adanya jempol kaki kiri dan adanya bekas luka pada bagian bawah kanan tubuh sesuai keterangan keluarga.<\/p>\n<p>Pemeriksaan ini melibatkan tim lintas institusi sebagai bagian dari pendekatan <i>scientific crime investigation<\/i>. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa keterlibatan berbagai ahli bertujuan untuk menjaga objektivitas, integritas, dan akuntabilitas dalam mengungkap kasus ini.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/921080\/hasil-ekshumasi-sutrimo-bakal-menjadi-alat-bukti-penyidik\" title=\"Hasil Ekshumasi Sutrimo Bakal Menjadi Alat Bukti Penyidik\" target=\"_blank\">Hasil Ekshumasi Sutrimo Bakal Menjadi Alat Bukti Penyidik<\/a><\/strong><\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 15px; border-left: 5px solid #2196F3; margin: 20px 0;\">\n<p>Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/febrie-adriansyah\" title=\"Febrie Adriansyah\">Febrie Adriansyah<\/a> beserta pihak keluarga secara resmi meminta masyarakat untuk tidak mengembangkan spekulasi liar terkait kematian seorang pria bernama Sutrimo. Pernyataan ini disampaikan guna menjaga kondusivitas proses hukum yang tengah berjalan.<\/p>\n<\/div>\n<p>Melalui anggota tim advokatnya, Febri Diansyah, pihak keluarga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya almarhum. Febri menegaskan bahwa keluarga sepenuhnya menghormati langkah penyidikan yang saat ini sedang dilakukan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya.<\/p>\n<p>\u201cKeluarga berharap dengan proses hukum tersebut fakta mengenai peristiwa ini menjadi lebih terang sehingga tidak terjadi spekulasi atau asumsi yang bukan-bukan,\u201d ujar Febri Diansyah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta. (Ant\/I-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/921158\/forensik-polda-metro-jaya-dalami-penyebab-kematian-sutrimo-via-uji-laboratorium\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketua Tim Dokter Forensik Prof Ahmad Yudianto (kiri) dalam konferensi pers terkait ekshumasi almarhum Sutrimo di Mapolresta Banyumas, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12\/8\/2026) sore.(Antara\/Sumarwoto) TIM dokter forensik Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya tengah mendalami temuan dari proses ekshumasi jenazah Sutrimo guna mengungkap penyebab pasti kematiannya. Langkah ini dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan laboratorium setelah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":86664,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-86663","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86663","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=86663"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86663\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/86664"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=86663"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=86663"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=86663"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}