{"id":86531,"date":"2026-08-12T15:39:54","date_gmt":"2026-08-12T08:39:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/12\/sebut-qris-bikin-amerika-protes-kepala-bi-sulteng-bukti-indonesia-mampu-mandiri\/"},"modified":"2026-08-12T15:39:54","modified_gmt":"2026-08-12T08:39:54","slug":"sebut-qris-bikin-amerika-protes-kepala-bi-sulteng-bukti-indonesia-mampu-mandiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/12\/sebut-qris-bikin-amerika-protes-kepala-bi-sulteng-bukti-indonesia-mampu-mandiri\/","title":{"rendered":"Sebut QRIS Bikin Amerika Protes, Kepala BI Sulteng Bukti Indonesia Mampu Mandiri"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/12\/1786523707_267208363ff2867ef660.jpg\" alt=\"Sebut QRIS Bikin Amerika Protes, Kepala BI Sulteng: Bukti Indonesia Mampu Mandiri\"\/><figcaption>Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Irfan Sukarna,(MI\/M Taufan SP Bustan)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PERKEMBANGAN sistem <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pembayaran-digital\" title=\"pembayaran digital\">pembayaran digital<\/a> berbasis <em>Quick<\/em> <em>Response<\/em> <em>Code<\/em> <em>Indonesian<\/em> <em>Standard<\/em> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/qris\" title=\"qris\">QRIS<\/a>) dinilai menjadi salah satu bukti kedaulatan Indonesia di sektor keuangan digital.<\/p>\n<p>Bahkan, pesatnya adopsi QRIS disebut telah memicu kekhawatiran Amerika Serikat karena mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap jaringan pembayaran internasional seperti Visa dan Mastercard. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Irfan Sukarna, saat menjadi pembicara dalam Seminar Posalia Sulteng Digifest bertema \u201c<em>Artificial<\/em> <em>Intelligence<\/em>, <em>Digital<\/em> <em>Payments<\/em>, <em>and<\/em> <em>Innovations<\/em>\u201d di Sriti Convention Hall, Palu, Rabu (12\/8).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Menurut Irfan, perkembangan teknologi digital di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global serta tuntutan menuju ekonomi hijau telah mengubah arah pembangunan ekonomi, termasuk di Indonesia dan Sulawesi Tengah. Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump juga sempat menyampaikan keberatan terhadap pesatnya perkembangan QRIS di Indonesia.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/911354\/perkembangan-qris-antarnegara-dorong-kerja-sama-indonesia-india\" title=\"Perkembangan QRIS Antarnegara Dorong Kerja Sama Indonesia-India\" target=\"_blank\">Perkembangan QRIS Antarnegara Dorong Kerja Sama Indonesia-India<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cPemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump juga protes dengan QRIS ini. Karena banyak orang jadi tidak perlu lagi memakai Visa dan Mastercard, sehingga mengurangi pemasukan bagi mereka,\u201d ujar Irfan.<\/p>\n<p>Meski demikian, Irfan menegaskan bahwa kehadiran QRIS justru menjadi bukti nyata kemampuan Indonesia dalam membangun sistem pembayaran digital secara mandiri tanpa bergantung pada negara lain.<\/p>\n<p>\u201cBagi kita, ini menunjukkan bahwa Indonesia bisa mengembangkan sistem pembayaran digital sendiri, tidak perlu tergantung dengan negara lain,\u201d katanya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/910407\/qris-makin-masif-di-ntt-hampir-10-ribu-transaksi-tercatat-di-kupang-digital-fest-2026\" title=\"QRIS Makin Masif di NTT, Hampir 10 Ribu Transaksi Tercatat di Kupang Digital Fest 2026\" target=\"_blank\">QRIS Makin Masif di NTT, Hampir 10 Ribu Transaksi Tercatat di Kupang Digital Fest 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menjelaskan, Bank Indonesia terus memperluas pemanfaatan QRIS, baik di dalam negeri maupun melalui kerja sama lintas negara (<em>cross<\/em>&#8211;<em>border<\/em>), agar transaksi masyarakat Indonesia semakin mudah saat berada di luar negeri.<\/p>\n<p>&#8220;Makanya QRIS semakin lama semakin meluas. Bank Indonesia juga semakin banyak melakukan kerja sama dengan berbagai negara supaya QRIS kita bisa diterima di negara lain,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Saat ini, lanjut Irfan, penggunaan QRIS telah dapat dimanfaatkan di sejumlah negara, khususnya di kawasan Asia.<\/p>\n<p>\u201cDi ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Tailan,\u00a0bahkan di Korea, tidak perlu membawa uang tunai,\u201d ujarnya. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan Indonesia telah berada di jalur yang tepat dalam membangun kedaulatan sistem pembayaran digital nasional, meski tantangan ke depan masih terus membayang.<\/p>\n<p>\u201cIndonesia sudah berada di jalan yang benar. Kita membangun kedaulatan, paling tidak di sistem pembayaran digital. Tantangan tetap ada, tetapi paling tidak di dalam negeri kita sudah mampu menegakkan kedaulatan sistem pembayaran melalui Bank Indonesia,\u201d tutup Irfan. (TB\/E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/920958\/sebut-qris-bikin-amerika-protes-kepala-bi-sulteng-bukti-indonesia-mampu-mandiri\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Irfan Sukarna,(MI\/M Taufan SP Bustan) PERKEMBANGAN sistem pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dinilai menjadi salah satu bukti kedaulatan Indonesia di sektor keuangan digital. Bahkan, pesatnya adopsi QRIS disebut telah memicu kekhawatiran Amerika Serikat karena mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap jaringan pembayaran internasional [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":86532,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-86531","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86531","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=86531"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86531\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/86532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=86531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=86531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=86531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}