{"id":86470,"date":"2026-08-12T12:48:50","date_gmt":"2026-08-12T05:48:50","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/12\/ini-alasan-fatty-fish-jadi-makanan-terbaik-untuk-mencegah-penyakit-jantung\/"},"modified":"2026-08-12T12:48:50","modified_gmt":"2026-08-12T05:48:50","slug":"ini-alasan-fatty-fish-jadi-makanan-terbaik-untuk-mencegah-penyakit-jantung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/12\/ini-alasan-fatty-fish-jadi-makanan-terbaik-untuk-mencegah-penyakit-jantung\/","title":{"rendered":"Ini Alasan Fatty Fish Jadi Makanan Terbaik untuk Mencegah Penyakit Jantung"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/12\/1786492459_7bfdec192e24a4205f57.jpg\" alt=\"Ini Alasan Fatty Fish Jadi Makanan Terbaik untuk Mencegah Penyakit Jantung\"\/><figcaption>Ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PENYAKIT kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian utama bagi pria maupun wanita. Berbagai faktor seperti gaya hidup, genetik, hingga riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini. Namun, menerapkan pola makan sehat dapat menjadi langkah krusial untuk menekan risiko tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Pola makan adalah salah satu dari sedikit faktor risiko kardiovaskular yang dapat Anda kendalikan secara langsung setiap hari, dan ini bekerja pada hampir semua mekanisme yang memicu <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penyakit-jantung\" title=\"Penyakit Jantung\">penyakit jantung<\/a> sekaligus,&#8221; ujar dr. Muzamil Khawaja, M.D. Ia menambahkan bahwa apa yang dikonsumsi secara langsung membentuk kadar kolesterol, trigliserida, tekanan darah, gula darah, sensitivitas insulin, berat badan, hingga tingkat peradangan pada pembuluh darah.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Di antara berbagai jenis makanan sehat seperti buah, sayuran, dan biji-bijian utuh kaya serat, para dokter spesialis jantung menempatkan ikan berlemak (fatty fish) di barisan teratas. Jenis ikan seperti salmon, makarel, sarden, dan trout kaya akan asam lemak omega-3, khususnya DHA dan EPA, yang mendukung kesehatan jantung dari berbagai sisi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/860548\/kolesterol-tinggi-bisa-picu-serangan-jantung-ini-tanda-dan-pencegahannya\" title=\"Kolesterol Tinggi Bisa Picu Serangan Jantung, Ini Tanda dan Pencegahannya\" target=\"_blank\">Kolesterol Tinggi Bisa Picu Serangan Jantung, Ini Tanda dan Pencegahannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dokter Rajesh S. Banker, M.D., M.P.H., menjelaskan bahwa kandungan omega-3 pada ikan berlemak dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). &#8220;Kita selalu berbicara tentang memangkas LDL atau kolesterol jahat, tetapi bagaimana dengan jenis yang baik, yaitu HDL? Ikan berlemak dapat membantu meningkatkan HDL dan menjaga kelancaran aliran darah tanpa sumbatan melalui pembuluh darah arteri,&#8221; jelas Banker.<\/p>\n<p>Selain mengelola kolesterol, asam lemak omega-3 dalam ikan berlemak juga dapat menekan produksi partikel kaya trigliserida (VLDL) di dalam hati. Hal ini sangat penting mengingat kadar trigliserida yang tinggi merupakan faktor risiko independen memicu penyakit jantung. Di samping itu, sifat antiinflamasi pada omega-3 efektif meredakan peradangan kronis yang kerap merusak dinding pembuluh darah. &#8220;Ikan berlemak berkualitas memberikan manfaat antiinflamasi kuat yang dapat menstabilkan sistem vaskular dan menurunkan risiko serangan jantung,&#8221; tambah Banker.<\/p>\n<p>Manfaat lainnya mencakup dukungan terhadap kelistrikan organ jantung. Menurut dr. Rick Snyder, M.D., FACC, omega-3 membantu fungsi listrik normal jantung dan menjaga fleksibilitas pembuluh darah.<\/p>\n<p>Untuk memperoleh manfaat optimal, American Heart Association merekomendasikan konsumsi minimal dua porsi ikan berlemak per minggu. Praktiknya dapat dilakukan secara fleksibel, mulai dari mengonsumsi ikan kaleng seperti sarden atau ancois yang terjangkau, mengganti protein tinggi lemak jenuh dengan ikan panggang, hingga berkreasi dengan beragam resep masakan.<\/p>\n<p>Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa mengonsumsi ikan berlemak harus diimbangi dengan gaya hidup sehat secara menyeluruh. Menerapkan pola makan berbasis tumbuhan (plant-based), berolahraga teratur, berhenti merokok, serta menjaga kualitas tidur setidaknya tujuh jam sehari menjadi pilar penunjang utama dalam menjaga kesehatan kardiovaskular jangka panjang. (Eating Well\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/920812\/ini-alasan-fatty-fish-jadi-makanan-terbaik-untuk-mencegah-penyakit-jantung\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Magnific) PENYAKIT kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian utama bagi pria maupun wanita. Berbagai faktor seperti gaya hidup, genetik, hingga riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini. Namun, menerapkan pola makan sehat dapat menjadi langkah krusial untuk menekan risiko tersebut. &#8220;Pola makan adalah salah satu dari sedikit faktor risiko kardiovaskular yang dapat Anda kendalikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":86471,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-86470","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86470","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=86470"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86470\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/86471"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=86470"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=86470"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=86470"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}