{"id":86409,"date":"2026-08-12T10:08:46","date_gmt":"2026-08-12T03:08:46","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/12\/5-makanan-yang-perlu-dibatasi-saat-mengalami-resistensi-insulin\/"},"modified":"2026-08-12T10:08:46","modified_gmt":"2026-08-12T03:08:46","slug":"5-makanan-yang-perlu-dibatasi-saat-mengalami-resistensi-insulin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/12\/5-makanan-yang-perlu-dibatasi-saat-mengalami-resistensi-insulin\/","title":{"rendered":"5 Makanan yang Perlu Dibatasi saat Mengalami Resistensi Insulin"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/12\/1786494792_748228dc5582dd4d37ae.jpg\" alt=\"5 Makanan yang Perlu Dibatasi saat Mengalami Resistensi Insulin\"\/><figcaption>ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DIAGNOSIS <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/resistensi-insulin\" title=\"resistensi insulin\">resistensi insulin<\/a> kerap membuat seseorang bertanya-tanya mengenai jenis makanan yang harus dibatasi. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel tubuh berhenti merespons hormon insulin secara efisien. Akibatnya, kadar <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gula-darah\" title=\"gula darah\">gula darah<\/a> tetap tinggi dan pankreas harus bekerja ekstra keras untuk memproduksi lebih banyak insulin.<\/p>\n<p>Caroline Thomason Bunn, RD, CDCES, ahli gizi terdaftar, menjelaskan kondisi tersebut berisiko memicu pradiabetes hingga diabetes tipe 2, serta berhubungan dengan penyakit jantung, PMOS (polyendocrine metabolic ovarian syndrome), dan perlemakan hati. Namun, perubahan pola makan dapat membantu mengelola kondisi ini.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Para ahli gizi merekomendasikan untuk membatasi lima jenis makanan berikut guna menjaga sensitivitas insulin:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/905672\/hati-hati-hentikan-5-kebiasaan-ini-sekarang-demi-gula-darah-stabil\" title=\"Hati-hati! Hentikan 5 Kebiasaan Ini Sekarang Demi Gula Darah Stabil\" target=\"_blank\">Hati-hati! Hentikan 5 Kebiasaan Ini Sekarang Demi Gula Darah Stabil<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Minuman Manis<\/h2>\n<p>Soda, teh manis, jus manis, kopi manis, dan minuman berenergi menyuplai gula cair dalam jumlah besar tanpa serat, protein, atau lemak. &#8220;Sumber gula cair ini berdampak cepat pada aliran darah tanpa ada yang memperlambatnya,&#8221; ujar Thomason Bunn. Pengonsumsian rutin minuman ini terbukti meningkatkan risiko diabetes tipe 2 karena fruktosa dimetabolisme di hati dengan cara yang menaikkan trigliserida.<\/p>\n<h2>Biji-bijian Olahan<\/h2>\n<p>Produk seperti roti putih, biskuit, dan sereal olahan telah kehilangan kandungan seratnya. Menurut Thomason Bunn, tubuh menyerapnya jauh lebih cepat sehingga memicu lonjakan dan penurunan gula darah secara drastis. Memilih biji-bijian utuh (whole grains) seperti beras merah, kuinoa, dan jelai (barley) dapat membantu menstabilkan gula darah.<\/p>\n<h2>Kue dan Pastry<\/h2>\n<p>Donat, muffin, dan roti manis mengombinasikan tepung olahan dengan gula tambahan yang tinggi. Thomason Bunn mengingatkan siklus lonjakan gula darah yang berulang dari konsumsi harian dapat memperburuk resistensi insulin.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/834325\/tak-hanya-resistensi-insulin-konsumsi-gula-tambahan-bisa-picu-penyakit-komplikasi-mematikan\" title=\"Tak Hanya Resistensi Insulin, Konsumsi Gula Tambahan Bisa Picu Penyakit Komplikasi Mematikan\" target=\"_blank\">Tak Hanya Resistensi Insulin, Konsumsi Gula Tambahan Bisa Picu Penyakit Komplikasi Mematikan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Makanan Sangat Diproses (Ultra-Processed Foods)<\/h2>\n<p>Makanan olahan pabrik yang memadukan karbohidrat olahan, gula tambahan, dan lemak jenuh, seperti daging olahan dan camilan kemasan, dapat menyulitkan tubuh menjaga kadar gula darah. Sheila Patterson, RD, CDCES, menyarankan untuk berfokus pada makanan minim proses.<\/p>\n<h2>Makanan Tinggi Lemak Trans<\/h2>\n<p>Lemak trans buatan dapat memicu peradangan dan stres oksidatif pada sel. &#8220;Ketika itu terjadi, insulin mengalami kesulitan mengirimkan pesannya untuk memindahkan gula dari aliran darah ke dalam sel,&#8221; jelas Thomason Bunn.<\/p>\n<p>Di samping membatasi makanan tersebut, para ahli menyarankan untuk menerapkan kebiasaan sehat pendukung. Thomason Bunn menganjurkan untuk mengutamakan pengurangan minuman manis, makan secara teratur, serta memprioritaskan asupan serat dan protein.<\/p>\n<p>Selain itu, Patterson mengingatkan pentingnya aktivitas fisik rutin. &#8220;Olahraga dapat membantu sel-sel tubuh menerima bantuan dari insulin untuk memproses glukosa secara lebih mudah,&#8221; kata Patterson.<\/p>\n<p>Meskipun makanan memegang peranan penting, faktor lain seperti usia, genetik, riwayat keluarga, dan kondisi medis juga memengaruhi risiko resistensi insulin. Patterson menekankan bahwa daripada berfokus menghindari makanan tertentu secara total, lebih baik membangun pola makan seimbang yang kaya serat, protein tanpa lemak, lemak sehat, dan sayuran. (EAting Well\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/920826\/5-makanan-yang-perlu-dibatasi-saat-mengalami-resistensi-insulin\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Magnific) DIAGNOSIS resistensi insulin kerap membuat seseorang bertanya-tanya mengenai jenis makanan yang harus dibatasi. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel tubuh berhenti merespons hormon insulin secara efisien. Akibatnya, kadar gula darah tetap tinggi dan pankreas harus bekerja ekstra keras untuk memproduksi lebih banyak insulin. Caroline Thomason Bunn, RD, CDCES, ahli gizi terdaftar, menjelaskan kondisi tersebut berisiko [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":86410,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-86409","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86409","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=86409"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86409\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/86410"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=86409"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=86409"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=86409"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}