{"id":86339,"date":"2026-08-12T07:16:42","date_gmt":"2026-08-12T00:16:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/12\/tailwhip-rilis-paint-you-like-a-painful-hope-single-ketiga-menuju-album-debut\/"},"modified":"2026-08-12T07:16:42","modified_gmt":"2026-08-12T00:16:42","slug":"tailwhip-rilis-paint-you-like-a-painful-hope-single-ketiga-menuju-album-debut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/12\/tailwhip-rilis-paint-you-like-a-painful-hope-single-ketiga-menuju-album-debut\/","title":{"rendered":"Tailwhip Rilis Paint You like a Painful Hope, Single Ketiga Menuju Album Debut"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/12\/1786493633_8aa69d5b9aa394a21ca0.jpg\" alt=\"Tailwhip Rilis Paint You like a Painful Hope, Single Ketiga Menuju Album Debut\"\/><figcaption>Tailwhip(MI\/HO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>BAND asal Bintaro, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tailwhip\" title=\"Tailwhip\">Tailwhip<\/a>, kembali mempertegas eksistensi mereka di kancah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/musik\" title=\"musik\">musik<\/a> independen dengan merilis <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/single\" title=\"single\">single<\/a> ketiga bertajuk <em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/paint-you-like-a-painful-hope\" title=\"Paint You like a Painful Hope\">Paint You like a Painful Hope<\/a><\/em>. Lagu yang dijadwalkan meluncur pada 12 Agustus 2026 ini menjadi kelanjutan dari rangkaian emosional yang telah dibangun melalui dua rilisan sebelumnya, <em>I Think I&#8217;ve Said Enough<\/em>\u00a0dan <em>I Feel Confused<\/em>.<\/p>\n<p>Dalam karya terbaru ini, Tailwhip mengeksplorasi wilayah yang lebih personal, yakni tentang ketakutan menghadapi ketidakpastian dan dilema seseorang yang memilih bertahan meski harus hidup berdampingan dengan luka.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Jika single pertama mendokumentasikan keruntuhan hubungan dan single kedua menangkap kebingungan perasaan, <em>Paint You like a Painful Hope<\/em>\u00a0berada di fase transisi yang menyesakkan: ketika melepaskan terasa jauh lebih menakutkan daripada rasa sakit saat bertahan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/906176\/tailwhip-rilis-single-i-feel-confused-narasi-suburban-rock-asal-bintaro\" title=\"Tailwhip Rilis Single I Feel Confused: Narasi Suburban Rock Asal Bintaro\" target=\"_blank\">Tailwhip Rilis Single I Feel Confused: Narasi Suburban Rock Asal Bintaro<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Metafora Ingatan dan Suburban Music<\/h3>\n<p>Lagu ini berangkat dari kebiasaan mengulang masa lalu di dalam pikiran, percakapan yang belum selesai hingga kesalahan kecil yang berubah menjadi gema. Metafora utamanya menggambarkan usaha mempertahankan seseorang dalam ingatan layaknya lukisan yang terus dipoles ulang atau tato yang sulit dihapus.<\/p>\n<p>&#8220;Kadang yang paling menakutkan bukan kehilangan seseorang, tapi ruang kosong setelah mereka pergi. Kita memilih mengingat mereka sedikit lebih indah dari kenyataannya supaya masih punya alasan untuk bertahan. Itulah &#8216;painful hope&#8217;, sesuatu yang menyakitkan tapi sulit dilepaskan,&#8221; ungkap Tailwhip dalam keterangan resmi mereka.<\/p>\n<p>Secara musikal, Tailwhip tetap setia pada identitas <em>Suburban Music<\/em>\u00a0mereka, sebuah istilah yang menggambarkan lanskap emosional tumbuh dewasa di pinggiran kota seperti Bintaro. Lagu ini mempertemukan elemen <i>alternative rock<\/i>, <i>punk<\/i>, dan <i>indie pop<\/i> dengan atmosfer yang lebih sinematik, diperkuat oleh kehadiran dua vokal yang memberikan perspektif emosional ganda.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/902151\/tailwhip-debut-single-i-think-ive-said-enough-usung-suburban-music\" title=\"Tailwhip Debut Single I Think I've Said Enough: Usung Suburban Music\" target=\"_blank\">Tailwhip Debut Single I Think I&#8217;ve Said Enough: Usung Suburban Music<\/a><\/strong><\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; margin: 20px 0; background-color: #f9f9f9;\"><strong>Profil Produksi &amp; Rilisan: Paint You like a Painful Hope<\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr style=\"border-bottom: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; font-weight: bold;\">Tanggal Rilis<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px;\">12 Agustus 2026, 00.00 WIB<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr style=\"border-bottom: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; font-weight: bold;\">Label\/Manajemen<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px;\">Modern Misfits<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr style=\"border-bottom: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; font-weight: bold;\">Personel<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px;\">Derah Kelakan (Vokal), Zefanya Tambayong (Vokal), Joe Pramudio (Guitar\/Keys), Mazaya Ardelle (Bass), Gung Bagus (Lead Guitar)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr style=\"border-bottom: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; font-weight: bold;\">Rangkaian Karya<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px;\">Single ke-3 dari 4 menuju album debut (Oktober 2026)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; font-weight: bold;\">Platform<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px;\">Seluruh Digital Streaming Platform (DSP)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h3>Visualisasi Kehilangan melalui Video Musik<\/h3>\n<p>Melengkapi aspek audionya, video musik lagu ini menghadirkan narasi tentang Kaysha, seorang pelukis muda yang berjuang menghadapi duka setelah kehilangan ibunya. Cerita ini memperluas gagasan utama lagu bahwa seseorang dapat terus hadir melalui karya, kebiasaan, dan memori yang ditinggalkan.<\/p>\n<p>Di luar aktivitas bermusik, Tailwhip juga dikenal aktif dalam ekosistem kreatif Bintaro dan Jakarta melalui inisiatif seperti <i>Club of 2000s<\/i>. Langkah ini memperkuat posisi mereka bukan sekadar band, melainkan bagian dari penggerak kultur alternatif anak muda saat ini.<\/p>\n<p><em>Paint You like a Painful Hope<\/em>\u00a0menjadi bab krusial sebelum Tailwhip merilis album debut mereka pada Oktober 2026 mendatang. Lagu ini mempertanyakan seberapa banyak bagian dari diri yang rela dikorbankan demi sebuah harapan yang mulai menyakitkan. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/920820\/tailwhip-rilis-paint-you-like-a-painful-hope-single-ketiga-menuju-album-debut\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tailwhip(MI\/HO) BAND asal Bintaro, Tailwhip, kembali mempertegas eksistensi mereka di kancah musik independen dengan merilis single ketiga bertajuk Paint You like a Painful Hope. Lagu yang dijadwalkan meluncur pada 12 Agustus 2026 ini menjadi kelanjutan dari rangkaian emosional yang telah dibangun melalui dua rilisan sebelumnya, I Think I&#8217;ve Said Enough\u00a0dan I Feel Confused. Dalam karya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":86340,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-86339","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86339","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=86339"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86339\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/86340"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=86339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=86339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=86339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}