{"id":86004,"date":"2026-08-11T16:25:46","date_gmt":"2026-08-11T09:25:46","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/11\/tata-ulang-sistem-pendidikan-agar-mampuatasi-kesenjangan-lulusan-dan-lapangan-kerja\/"},"modified":"2026-08-11T16:25:46","modified_gmt":"2026-08-11T09:25:46","slug":"tata-ulang-sistem-pendidikan-agar-mampuatasi-kesenjangan-lulusan-dan-lapangan-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/11\/tata-ulang-sistem-pendidikan-agar-mampuatasi-kesenjangan-lulusan-dan-lapangan-kerja\/","title":{"rendered":"Tata Ulang Sistem Pendidikan agar MampuAtasi Kesenjangan Lulusan dan Lapangan Kerja"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/11\/1786439981_1beb472c80854f2766a5.jpg\" alt=\"Tata Ulang Sistem Pendidikan agar Mampu\u00a0Atasi Kesenjangan Lulusan dan Lapangan Kerja\"\/><figcaption>Lestari Moerdijat.(MI\/Usman Iskandar)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PENDIDIKAN tidak bisa hanya berorientasi pada logika pasar semata, tetapi harus mampu melahirkan manusia yang kritis, berbudaya, dan memiliki karakter, sebagaimana cita-cita Ki Hajar Dewantara.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sistem-pendidikan\" title=\"sistem pendidikan\">Sistem pendidikan<\/a> kita saat ini sedang berada di persimpangan jalan dan membutuhkan transformasi untuk tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan teknis, tetapi juga kapasitas berpikir dan mampu mengaplikasikan ilmu mereka,&#8221; kata Wakil Ketua MPR RI <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lestari-moerdijat\" title=\"Lestari Moerdijat\">Lestari Moerdijat<\/a> dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11\/8).\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Laporan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lpem-feb-ui\" title=\"LPEM FEB UI\">LPEM FEB UI<\/a>) yang terbit dalam Labor Market Brief Volume 7, Nomor 7, Juli 2026, ISSN 2808-2060, mengungkap tren overeducation yang dialami para sarjana.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/861781\/59-persen-pekerja-butuh-upskilling-lestari-moerdijat-dorong-reformasi-pendidikan-adaptif\" title=\"59 Persen Pekerja Butuh Upskilling, Lestari Moerdijat Dorong Reformasi Pendidikan Adaptif\" target=\"_blank\">59 Persen Pekerja Butuh Upskilling, Lestari Moerdijat Dorong Reformasi Pendidikan Adaptif<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Tren overeducation adalah fenomena ketika lulusan bekerja pada pekerjaan yang tidak memerlukan tingkat pendidikan setinggi yang dimilikinya.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan itu, sekitar 8,01 juta lulusan sarjana di Indonesia bekerja pada posisi yang tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan mereka atau di bawah standar (underemployment).\u00a0<\/p>\n<p>Data dari LPEM FEB UI itu menjadi alarm serius terjadi kesenjangan antara sistem pendidikan dan kebutuhan pasar kerja nasional.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/840446\/lestari-moerdijat-bangun-sistem-pendidikan-yang-tepat-untuk-persiapkan-sdm-nasional-yang-berdaya-saing\" title=\"Lestari Moerdijat: Bangun Sistem Pendidikan yang Tepat untuk Persiapkan SDM Nasional yang Berdaya Saing\" target=\"_blank\">Lestari Moerdijat: Bangun Sistem Pendidikan yang Tepat untuk Persiapkan SDM Nasional yang Berdaya Saing<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Fenomena ini menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja terdidik lebih cepat daripada penciptaan lapangan kerja yang membutuhkan keterampilan tinggi.\u00a0<\/p>\n<p>Menurut Lestari, kondisi itu terjadi karena salah satu masalahnya adalah lemahnya hubungan antara program pendidikan, kompetensi lulusan, dan kebutuhan pemberi kerja.\u00a0<\/p>\n<p>Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat bahwa perlu sinergi kolektif untuk menata ulang sistem pendidikan agar selaras dengan kebutuhan ekonomi, tanpa mengesampingkan nilai-nilai kebangsaan.\u00a0<\/p>\n<p>Menurut Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI, diperlukan perencanaan yang matang antara perluasan akses pendidikan tinggi dengan penciptaan lapangan kerja profesional yang produktif.\u00a0<\/p>\n<p>Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menegaskan, keberhasilan pendidikan tinggi tidak cukup diukur dari jumlah lulusan, tetapi dari kemampuan mereka untuk berkontribusi secara optimal dalam memperkuat fondasi pertumbuhan perekonomian nasional. (*\/I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/920541\/tata-ulang-sistem-pendidikan-agar-mampuatasi-kesenjangan-lulusan-dan-lapangan-kerja\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lestari Moerdijat.(MI\/Usman Iskandar) PENDIDIKAN tidak bisa hanya berorientasi pada logika pasar semata, tetapi harus mampu melahirkan manusia yang kritis, berbudaya, dan memiliki karakter, sebagaimana cita-cita Ki Hajar Dewantara.\u00a0 &#8220;Sistem pendidikan kita saat ini sedang berada di persimpangan jalan dan membutuhkan transformasi untuk tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan teknis, tetapi juga kapasitas berpikir dan mampu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":86005,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-86004","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86004","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=86004"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86004\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/86005"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=86004"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=86004"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=86004"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}