{"id":8566,"date":"2024-07-11T03:28:54","date_gmt":"2024-07-11T03:28:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/07\/11\/gempa-di-sangihe-akibat-deformasi-batuan-lempeng-laut-filipina\/"},"modified":"2024-07-11T03:28:54","modified_gmt":"2024-07-11T03:28:54","slug":"gempa-di-sangihe-akibat-deformasi-batuan-lempeng-laut-filipina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/07\/11\/gempa-di-sangihe-akibat-deformasi-batuan-lempeng-laut-filipina\/","title":{"rendered":"Gempa di Sangihe Akibat Deformasi Batuan Lempeng Laut Filipina"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n<img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/thumbs\/800x467\/news\/2024\/07\/058a24c1fb7658ab618110d6f6096bd7.jpg\" alt=\"Gempa di Sangihe Akibat Deformasi Batuan Lempeng Laut Filipina \"\/><figcaption>BMKG ungkap\u00a0 gempa bumi akibat aktivitas deformasi batuan dalam slab Lempeng Laut Filipina yang tersubduksi ke bawah Pulau Mindanao.(BMKG)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KEPALA Pusat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gempa-bumi\" title=\"gempa bumi\" rel=\"dofollow\">Gempa Bumi<\/a> dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bmkg\" title=\"BMKG\" rel=\"dofollow\">BMKG<\/a>) Daryono mengungkapkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi akibat aktivitas deformasi batuan dalam slab Lempeng Laut Filipina yang tersubduksi ke bawah Pulau Mindanao.<\/p>\n<p>&#8220;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun,&#8221; ucap Daryono.\n<\/p>\n<p>Diketahui, Kamis (11\/7) pukul 09.13.17 WIB wilayah Laut Sulawesi, Kepulauan Sangihe, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sulawesi-utara\" title=\"Sulawesi Utara\" rel=\"dofollow\">Sulawesi Utara<\/a> diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M7,0. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6,13\u00b0 LU ; 123,30\u00b0 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 371 Km arah Barat Laut Kota Tahuna, Sulawesi Utara pada kedalaman 636 km. <\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/684240\/gempa-magnitugo-7-mengguncang-sangihe-sulawesi-utara\" title=\"Gempa Magnitugo 7 Mengguncang Sangihe, Sulawesi Utara\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\">Gempa Magnitugo 7 Mengguncang Sangihe, Sulawesi Utara<\/a><\/strong>\n<\/p>\n<p>Daryono menyatakan, gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Taliabu, Ternate, dan Talaud dengan skala intensitas II-III MMI.\u00a0\n<\/p>\n<p>&#8220;Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,&#8221; ungkapnya.\n<\/p>\n<p>Sampai dengan pukul 09.38 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan.\n<\/p>\n<p>Daryono menyatakan, kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.\n<\/p>\n<p>&#8220;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,&#8221; pungkas dia. (Z-3)\n<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/684252\/gempa-di-sangihe-akibat-deformasi-batuan-lempeng-laut-filipina\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BMKG ungkap\u00a0 gempa bumi akibat aktivitas deformasi batuan dalam slab Lempeng Laut Filipina yang tersubduksi ke bawah Pulau Mindanao.(BMKG) KEPALA Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengungkapkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi akibat aktivitas deformasi batuan dalam slab Lempeng Laut Filipina yang tersubduksi ke bawah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8567,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-8566","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8566","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8566"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8566\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8567"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8566"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8566"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8566"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}