{"id":85434,"date":"2026-08-10T15:57:35","date_gmt":"2026-08-10T08:57:35","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/10\/cak-imin-apresiasi-baznas-perkuat-pemberdayaan-untuk-entaskan-kemiskinan\/"},"modified":"2026-08-10T15:57:35","modified_gmt":"2026-08-10T08:57:35","slug":"cak-imin-apresiasi-baznas-perkuat-pemberdayaan-untuk-entaskan-kemiskinan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/10\/cak-imin-apresiasi-baznas-perkuat-pemberdayaan-untuk-entaskan-kemiskinan\/","title":{"rendered":"Cak Imin Apresiasi Baznas, Perkuat Pemberdayaan untuk Entaskan Kemiskinan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/10\/1786351969_32f2eef409d5cceca5e7.jpeg\" alt=\"Cak Imin Apresiasi Baznas, Perkuat Pemberdayaan untuk Entaskan Kemiskinan\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MENTERI Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau dikenal dengan Cak Imin mengapresiasi Badan Amil Zakat Nasional (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/baznas\" title=\"Baznas\">Baznas<\/a>) RI atas perannya dalam mendukung pemerintah mengentaskan kemiskinan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.<\/p>\n<p>Apresiasi tersebut disampaikan Muhaimin usai menghadiri peluncuran program Zmart Pesantren, Baznas Ultra Mikro Masjid (BUMi), dan Santripreneur di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah, Baznas sudah menjadi pelaku dari pemberdayaan masyarakat. Baznas bukan hanya mengatasi kemiskinan secara karitatif, tetapi juga membangun dan menumbuhkembangkan ekosistem, itu luar biasa,\u201d ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Senin (10\/8).\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/908775\/zakat-perusahaan-jadi-investasi-spiritual-dan-sosial-yang-berdampak\" title=\"Zakat Perusahaan Jadi Investasi Spiritual dan Sosial yang Berdampak\" target=\"_blank\">Zakat Perusahaan Jadi Investasi Spiritual dan Sosial yang Berdampak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut Muhaimin, upaya penguatan ekonomi umat melalui program pemberdayaan tersebut membuat Baznas menjadi salah satu kekuatan yang dapat mendukung pemerintah dalam menangani persoalan kemiskinan di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cKarena itu, kolaborasi dengan Baznas sangat penting. Baznas kenapa dipercaya? Karena membangun ekosistem,\u201d kata Muhaimin.<\/p>\n<p>Muhaimin menjelaskan, penanganan kemiskinan memiliki tingkatan mulai dari pemberian bantuan dasar secara karitatif hingga pemberdayaan yang mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri. Pada tahap pemberdayaan inilah, menurutnya, Baznas menunjukkan peran pentingnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/908678\/baznas-dan-kemensetneg-sinkronkan-program-pengentasan-kemiskinan\" title=\"Baznas dan Kemensetneg Sinkronkan Program Pengentasan Kemiskinan\" target=\"_blank\">Baznas dan Kemensetneg Sinkronkan Program Pengentasan Kemiskinan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cAda yang paling dasar, yakni karitatif, ada yang paling tinggi adalah pemberdayaan. Nah, di situlah apresiasi kepada Baznas yang juga telah terus tumbuh menjadi kekuatan partner pemerintah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Muhaimin menilai, program pemberdayaan menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai kemiskinan. Dalam konteks tersebut, ia menyebut pesantren sebagai salah satu ekosistem yang potensial untuk mendukung <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pengentasan-kemiskinan\" title=\"Pengentasan Kemiskinan\">pengentasan kemiskinan<\/a>.<\/p>\n<p>\u201cPesantren itu menjadi pilihan dari upaya kita mengentaskan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Karena dari zaman ke zaman pesantren itu memiliki ekosistem yang kuat, kokoh, dan kredibel,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Muhaimin menegaskan pengentasan kemiskinan membutuhkan kolaborasi pemerintah dan berbagai pihak, termasuk Baznas dengan pola kerja yang lebih adaptif. Langkah tersebut diperlukan agar pertumbuhan ekonomi dapat memberikan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cIni semua tidak lain karena kita ingin melanjutkan orientasi baru Presiden agar kemajuan, pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh (kalangan) atas tetapi dinikmati juga bareng bersama-sama. Semua hari ini tidak ada jalan lain kecuali merombak pola kerja karena tantangannya begitu kompleks,\u201d ucap Muhaimin.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Baznas RI bersama Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar menyalurkan bantuan penguatan ekonomi umat melalui program Zmart Pesantren, Baznas Ultra Mikro Masjid (BUMi), dan Santripreneur di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.\u00a0<\/p>\n<p>Ketiga program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dari tingkat akar rumput, termasuk melalui pengembangan potensi ekonomi di lingkungan pesantren. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/920115\/cak-imin-apresiasi-baznas-perkuat-pemberdayaan-untuk-entaskan-kemiskinan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) MENTERI Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau dikenal dengan Cak Imin mengapresiasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI atas perannya dalam mendukung pemerintah mengentaskan kemiskinan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Apresiasi tersebut disampaikan Muhaimin usai menghadiri peluncuran program Zmart Pesantren, Baznas Ultra Mikro Masjid (BUMi), dan Santripreneur di Pondok [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":85435,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-85434","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85434","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=85434"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85434\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/85435"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=85434"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=85434"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=85434"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}