{"id":85314,"date":"2026-08-10T09:30:38","date_gmt":"2026-08-10T02:30:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/10\/kaspersky-soroti-ancaman-ai-dan-kesenjangan-visibilitas-siber-di-asia-pasifik\/"},"modified":"2026-08-10T09:30:38","modified_gmt":"2026-08-10T02:30:38","slug":"kaspersky-soroti-ancaman-ai-dan-kesenjangan-visibilitas-siber-di-asia-pasifik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/10\/kaspersky-soroti-ancaman-ai-dan-kesenjangan-visibilitas-siber-di-asia-pasifik\/","title":{"rendered":"Kaspersky Soroti Ancaman AI dan Kesenjangan Visibilitas Siber di Asia Pasifik"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/10\/1786328578_e9aa64997ae574b5260b.jpg\" alt=\"Kaspersky Soroti Ancaman AI dan Kesenjangan Visibilitas Siber di Asia Pasifik\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KAWASAN <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/asia-pasifik\" title=\"Asia Pasifik\">Asia Pasifik<\/a> (APAC) kini menghadapi tantangan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/keamanan-siber\" title=\"keamanan siber\">keamanan siber<\/a> yang semakin kompleks seiring dengan masifnya penggunaan Kecerdasan Buatan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ai\" title=\"ai\">AI<\/a>) oleh para pelaku kejahatan.<\/p>\n<p>Managing Director <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kaspersky\" title=\"kaspersky\">Kaspersky<\/a> untuk Asia Pasifik, Adrian Hia, mengungkapkan bahwa organisasi saat ini tidak hanya berpacu dengan waktu, tetapi juga melawan &#8220;ketidakjelasan&#8221; atau kesenjangan visibilitas terhadap sistem mereka sendiri.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Menurut Hia, integrasi AI dalam serangan siber memungkinkan peretas bergerak lebih cepat daripada kemampuan organisasi untuk mendeteksi dan merespons. Hal ini menciptakan titik buta yang signifikan, baik di lingkungan Teknologi Informasi (TI) maupun Teknologi Operasional (OT).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/906205\/waspada-serangan-siber-umkm-2026-malware-berkedok-ai-meningkat-tajam\" title=\"Waspada Serangan Siber UMKM 2026: Malware Berkedok AI Meningkat Tajam\" target=\"_blank\">Waspada Serangan Siber UMKM 2026: Malware Berkedok AI Meningkat Tajam<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Era Baru Ancaman Siber: Serangan Berbasis AI<\/h3>\n<p>Kaspersky mencatat adanya tren peningkatan serangan yang memanfaatkan AI, sabotase infrastruktur, hingga spionase siber yang canggih. Salah satu temuan yang mengkhawatirkan adalah munculnya agen AI sebagai lapisan rantai pasokan baru yang rawan disalahgunakan.<\/p>\n<p>\u201cTahun ini saja, Kaspersky telah mengidentifikasi lebih dari 15.000 sampel malware yang menyamar sebagai perangkat lunak AI agen. Karena agen ini bergantung pada API dan plugin pihak ketiga, satu kompromi di hulu dapat berdampak luas ke seluruh sistem hilir,\u201d jelas Hia.<\/p>\n<p>Data terbaru dari divisi <i>Kaspersky Compromise Assessment<\/i> menunjukkan betapa lamanya aktivitas berbahaya dapat bersembunyi di dalam jaringan organisasi tanpa terdeteksi:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/884220\/krisis-tenaga-kerja-ti-picu-risiko-serangan-rantai-pasokan-global\" title=\"Krisis Tenaga Kerja TI Picu Risiko Serangan Rantai Pasokan Global\" target=\"_blank\">Krisis Tenaga Kerja TI Picu Risiko Serangan Rantai Pasokan Global<\/a><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Kategori Temuan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Statistik \/ Durasi<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Insiden dengan aktivitas berbahaya &gt; 3 bulan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">31% dari total insiden<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Pelanggaran tingkat tinggi baru ditemukan setelah 90 hari<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">52%<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Insiden tertua yang tidak terdeteksi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">4 tahun<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Deteksi file berbahaya harian (rata-rata)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">500.000 file (naik 7% vs 2024)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Pentingnya SOC Modern dan Kolaborasi Manusia-Mesin<\/h3>\n<p>Menghadapi ancaman yang semakin &#8220;asli AI&#8221; (<i>AI-native<\/i>), Kaspersky menekankan bahwa investasi pada teknologi saja tidak cukup. Organisasi memerlukan Pusat Operasi Keamanan (SOC) yang matang untuk memperpendek jendela waktu serangan dan memberikan visibilitas penuh.<\/p>\n<p>Kaspersky sendiri telah menerapkan filosofi &#8220;Kecerdasan Manusia-Mesin&#8221; selama dua dekade. Sejak 2004, perusahaan telah menyempurnakan model <i>Machine Learning<\/i> (ML) yang dilatih menggunakan telemetri global dari jutaan titik akhir secara etis.<\/p>\n<p>\u201cAI bukanlah tambahan di Kaspersky, melainkan tertanam di seluruh lapisan teknologi kami untuk deteksi lebih cepat dan otomatisasi lebih cerdas,\u201d tambah Hia.<\/p>\n<h3>Solusi Terintegrasi untuk Visibilitas Penuh<\/h3>\n<p>Untuk membantu organisasi di APAC, Kaspersky menawarkan lini produk <b>Kaspersky Next<\/b> yang menyediakan kemampuan EDR\/XDR serta model AI generatif untuk mengubah data mentah menjadi intelijen yang dapat ditindaklanjuti. Langkah ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan keterampilan tim keamanan di lapangan.<\/p>\n<p>Selain solusi teknis, Kaspersky juga menyediakan layanan terkelola seperti <i>MDR (Managed Detection and Response)<\/i>, <i>Incident Response<\/i>, serta layanan konsultasi <i>SOC Consulting<\/i> untuk membantu perusahaan membangun pusat keamanan yang tangguh sejak tahap awal hingga peningkatan operasional. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/920033\/kaspersky-soroti-ancaman-ai-dan-kesenjangan-visibilitas-siber-di-asia-pasifik\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) KAWASAN Asia Pasifik (APAC) kini menghadapi tantangan keamanan siber yang semakin kompleks seiring dengan masifnya penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) oleh para pelaku kejahatan. Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik, Adrian Hia, mengungkapkan bahwa organisasi saat ini tidak hanya berpacu dengan waktu, tetapi juga melawan &#8220;ketidakjelasan&#8221; atau kesenjangan visibilitas terhadap sistem mereka sendiri. Menurut Hia, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":85315,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-85314","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85314","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=85314"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85314\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/85315"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=85314"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=85314"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=85314"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}