{"id":85234,"date":"2026-08-10T01:05:39","date_gmt":"2026-08-09T18:05:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/10\/soal-pilot-malaysia-bawa-70-114-ekstasi-ke-jakarta-menkum-masih-diproses-hukum\/"},"modified":"2026-08-10T01:05:39","modified_gmt":"2026-08-09T18:05:39","slug":"soal-pilot-malaysia-bawa-70-114-ekstasi-ke-jakarta-menkum-masih-diproses-hukum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/10\/soal-pilot-malaysia-bawa-70-114-ekstasi-ke-jakarta-menkum-masih-diproses-hukum\/","title":{"rendered":"Soal Pilot Malaysia Bawa 70.114 Ekstasi ke Jakarta, Menkum Masih Diproses Hukum"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/09\/1786278584_1272b4079f516964fb39.jpg\" alt=\"Soal Pilot Malaysia Bawa 70.114 Ekstasi ke Jakarta, Menkum: Masih Diproses Hukum\"\/><figcaption>MENTERI Hukum, Supratman Andi Agtas.(Dok. Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MENTERI Hukum, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/supratman-andi-agtas\" title=\"Supratman Andi Agtas\">Supratman Andi Agtas<\/a> menegaskan kasus <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pilot-malaysia\" title=\"Pilot Malaysia\">pilot Malaysia<\/a> yang diduga menyelundupkan puluhan ribu butir <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ekstasi\" title=\"ekstasi\">ekstasi<\/a> dan sabu ke Jakarta masih dalam proses hukum. Ia meminta publik menunggu proses penanganan kasus <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penyelundupan-narkoba\" title=\"penyelundupan narkoba\">penyelundupan narkoba<\/a> tersebut oleh aparat penegak hukum sebelum membicarakan kemungkinan hukuman terhadap pilot tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKalau pilot Malaysia dulu itu kan masih berproses ya. Jadi masih ditangani oleh aparat penegak hukum. Kita tunggu prosesnya, jangan bicara soal dihukum atau tidak,\u201d kata Supratman saat ditemui dalam kegiatan Pasti Ada Solusi di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (7\/8).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Supratman mengatakan penanganan perkara tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Kementerian Hukum, kata dia, menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak akan mendahului keputusan institusi yang berwenang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/916816\/diupah-rp220-juta-jadi-kurir-narkoba-pilot-malaysia-airlines-terancam-hukuman-mati\" title=\"Diupah Rp220 Juta Jadi Kurir Narkoba, Pilot Malaysia Airlines Terancam Hukuman Mati\" target=\"_blank\">Diupah Rp220 Juta Jadi Kurir Narkoba, Pilot Malaysia Airlines Terancam Hukuman Mati<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cKita kan itu tugasnya dari aparat penegak hukum, kita serahkan sepenuhnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, petugas Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menangkap pilot maskapai asal Malaysia berinisial MSO (39). Pilot tersebut ditangkap setelah kedapatan membawa 70.114 butir ekstasi dan 4 gram sabu ketika tiba di Jakarta dari Kuala Lumpur, Malaysia, pada Rabu (29\/7).<\/p>\n<p>Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang mengatakan penangkapan dilakukan setelah petugas mendapatkan informasi intelijen mengenai barang bawaan MSO. Kecurigaan muncul setelah pilot tersebut tiba usai menerbangkan pesawat dengan rute Kuala Lumpur-Jakarta.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/916799\/pilot-malaysia-bawa-70-ribu-ekstasi-digagalkan-di-bandara-soekarno-hatta\" title=\"Pilot Malaysia Bawa 70 Ribu Ekstasi, Digagalkan di Bandara Soekarno-Hatta\" target=\"_blank\">Pilot Malaysia Bawa 70 Ribu Ekstasi, Digagalkan di Bandara Soekarno-Hatta<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cDari analisa intelijen terdapat kecurigaan terhadap barang yang dibawa oleh pilot yang bersangkutan, kemudian dilakukan pemeriksaan,\u201d ujar Hengky dalam konferensi pers di KPU Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Jumat (31\/7).<\/p>\n<p>Dalam pemeriksaan, petugas menemukan 14 bungkus berisi pil ekstasi dengan total 70.114 butir serta satu paket sabu seberat 4 gram.<\/p>\n<p>Hengky mengatakan sabu tersebut diduga dibawa untuk dikonsumsi sendiri oleh tersangka. Sementara itu, puluhan ribu butir ekstasi tersebut diduga akan diedarkan di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cDari hasil pemeriksaan, ditemukan 14 bungkus pil ekstasi dengan total 70.114 butir dan satu paket sabu seberat 4 gram,\u201d kata Hengky.<\/p>\n<p>Setelah menemukan narkotika tersebut, Bea Cukai berkoordinasi dengan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri untuk melakukan penyidikan dan pengembangan kasus.<\/p>\n<p>Hingga kini, proses hukum terhadap MSO masih berjalan. Pemerintah menyerahkan penanganan perkara tersebut kepada aparat penegak hukum sesuai dengan kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku. (H-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/919933\/soal-pilot-malaysia-bawa-70114-ekstasi-ke-jakarta-menkum-masih-diproses-hukum\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MENTERI Hukum, Supratman Andi Agtas.(Dok. Antara) MENTERI Hukum, Supratman Andi Agtas menegaskan kasus pilot Malaysia yang diduga menyelundupkan puluhan ribu butir ekstasi dan sabu ke Jakarta masih dalam proses hukum. Ia meminta publik menunggu proses penanganan kasus penyelundupan narkoba tersebut oleh aparat penegak hukum sebelum membicarakan kemungkinan hukuman terhadap pilot tersebut. \u201cKalau pilot Malaysia dulu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":85235,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-85234","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85234","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=85234"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85234\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/85235"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=85234"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=85234"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=85234"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}