{"id":85191,"date":"2026-08-09T23:12:41","date_gmt":"2026-08-09T16:12:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/09\/70-persen-karhutla-terjadi-di-konsesi-perusahaan-walhi-harus-ada-evaluasi\/"},"modified":"2026-08-09T23:12:41","modified_gmt":"2026-08-09T16:12:41","slug":"70-persen-karhutla-terjadi-di-konsesi-perusahaan-walhi-harus-ada-evaluasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/09\/70-persen-karhutla-terjadi-di-konsesi-perusahaan-walhi-harus-ada-evaluasi\/","title":{"rendered":"70 Persen Karhutla Terjadi di Konsesi Perusahaan, Walhi Harus Ada Evaluasi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/09\/1786290793_1eb8f09fb8a682dd93b6.jpg\" alt=\"70 Persen Karhutla Terjadi di Konsesi Perusahaan, Walhi: Harus Ada Evaluasi\"\/><figcaption>Karhutla di Kepulauan Bangka Belitung.(Dok. Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>WAHANA Lingkungan Hidup Indonesia (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/walhi\" title=\"Walhi\">Walhi<\/a>) mengungkapkan bahwa sebanyak 70 persen <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/titik-api\" title=\"titik api\">titik api<\/a> (hotspot) Kebakaran Hutan dan Lahan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/karhutla\" title=\"Karhutla\">Karhutla<\/a>) sepanjang periode Januari hingga Juli berada di dalam kawasan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/konsesi\" title=\"konsesi\">konsesi<\/a> perusahaan, baik sektor kehutanan, perkebunan kelapa sawit, maupun pertambangan.<\/p>\n<p>Berdasarkan analisis pemetaan Walhi sejak 1 Januari hingga 27 Juli 2026, terdapat 118.420 hotspot di seluruh Indonesia dengan luas indikatif areal karhutla mencapai 107.649 hektar. Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 17.236 titik dengan luas indikatif karhutla mencapai 28.680 hektar. Secara keseluruhan, Pulau Kalimantan mencatat 34.262 hotspot dengan luas indikatif karhutla mencapai 33.837 hektar, tersebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Sebagian besar hotspot yang terdeteksi memiliki tingkat kepercayaan medium hingga tinggi, yang menunjukkan tingginya potensi kejadian kebakaran.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Temuan Walhi menunjukkan bahwa 25.524 hotspot atau sekitar 74 persen dari total hotspot di Pulau Kalimantan berada di dalam kawasan konsesi perusahaan. Sebanyak 10.739 hotspot berada di dalam HGU perkebunan kelapa sawit, 7.880 hotspot berada di konsesi pertambangan, dan 6.905 hotspot berada di konsesi PBPH.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/799016\/klh-selidiki-karhutla-di-area-konsesi-delapan-perusahaan-di-kalsel\" target=\"_blank\" title=\"KLH Selidiki Karhutla di Area Konsesi Delapan Perusahaan di Kalsel\">KLH Selidiki Karhutla di Area Konsesi Delapan Perusahaan di Kalsel<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Koordinator Pengkampanye Walhi Nasional, Uli Arta Siagian, menegaskan bahwa tingginya angka karhutla membuktikan pemerintah belum menyentuh akar permasalahan utama, yakni buruknya tata kelola sumber daya alam dan perizinan, khususnya di ekosistem gambut.<\/p>\n<p>&#8220;El Nino itu siklus alam yang menjadi pemicu, bukan penyebab utama. Akar persoalannya adalah tata kelola sumber daya alam dan perizinan yang buruk. Sekitar 80 persen ekosistem gambut kita sudah rusak karena beban perizinan dan kanalisasi,&#8221; ujar Uli Arta Siagian ketika dihubungi, Minggu (9\/8\/2026).<\/p>\n<p>Uli mengatakan tingginya angka kebakaran lahan mulai memicu efek domino bagi masyarakat. Dalam beberapa hari terakhir, kualitas udara di Palembang (Sumatera Selatan) dan Kalimantan Barat tercatat berada pada kategori terburuk di Indonesia.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/919897\/karhutla-di-sungai-tendang-kobar-meluas-10-hektare-dekati-bandara-iskandar\" target=\"_blank\" title=\"Karhutla di Sungai Tendang Kobar Meluas 10 Hektare, Dekati Bandara Iskandar\">Karhutla di Sungai Tendang Kobar Meluas 10 Hektare, Dekati Bandara Iskandar<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kondisi tersebut memicu ancaman peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, dan ibu hamil. Selain itu, potensi munculnya kabut asap pekat berisiko melumpuhkan aktivitas ekonomi warga dan memaksa penutupan sekolah.<\/p>\n<p>&#8220;Kabut asap mengganggu aktivitas kerja harian. Masyarakat yang bergantung pada pendapatan harian seperti pedagang tentu akan sangat terdampak jika aktivitas publik dibatasi,&#8221; kata Uli.<\/p>\n<p>Uli menekankan agar pemerintah segera mengambil langkah struktural melalui evaluasi menyeluruh terhadap seluruh izin konsesi di kawasan gambut serta penegakan hukum yang tegas terhadap perusahaan yang lahannya terbakar berulang.<\/p>\n<p>&#8220;Jangan menempatkan masyarakat dan petugas di garis terdepan pemadaman yang merenggut nyawa. Pemerintah harus mengambil aksi struktural: perbaiki tata kelola izin, tegakkan hukum, dan lindungi ekosistem gambut agar Karhutla tidak terus berulang setiap tahun,&#8221; tegasnya. (H-3)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/919995\/70-persen-karhutla-terjadi-di-konsesi-perusahaan-walhi-harus-ada-evaluasi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karhutla di Kepulauan Bangka Belitung.(Dok. Antara) WAHANA Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengungkapkan bahwa sebanyak 70 persen titik api (hotspot) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sepanjang periode Januari hingga Juli berada di dalam kawasan konsesi perusahaan, baik sektor kehutanan, perkebunan kelapa sawit, maupun pertambangan. Berdasarkan analisis pemetaan Walhi sejak 1 Januari hingga 27 Juli 2026, terdapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":85192,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-85191","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85191","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=85191"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85191\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/85192"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=85191"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=85191"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=85191"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}