{"id":85173,"date":"2026-08-09T22:27:46","date_gmt":"2026-08-09T15:27:46","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/09\/ilmuwan-prediksi-bumi-makin-panas-el-nino-2027-berpotensi-pecahkan-rekor-suhu\/"},"modified":"2026-08-09T22:27:46","modified_gmt":"2026-08-09T15:27:46","slug":"ilmuwan-prediksi-bumi-makin-panas-el-nino-2027-berpotensi-pecahkan-rekor-suhu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/09\/ilmuwan-prediksi-bumi-makin-panas-el-nino-2027-berpotensi-pecahkan-rekor-suhu\/","title":{"rendered":"Ilmuwan Prediksi Bumi Makin Panas, El Nino 2027 Berpotensi Pecahkan Rekor Suhu"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/09\/1786287321_fc5db89003eacb38fef6.jpg\" alt=\"Ilmuwan Prediksi Bumi Makin Panas, El Nino 2027 Berpotensi Pecahkan Rekor Suhu\"\/><figcaption>Ilustrasi kekeringan akibat el nino.(Dok. Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>APAKAH suhu Bumi semakin panas? Dalam beberapa waktu terakhir, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/cuaca-panas\" title=\"Cuaca Panas\">cuaca panas<\/a> terasa semakin menyengat, gelombang panas lebih sering terjadi, dan hujan ekstrem juga makin terasa di berbagai wilayah. Kondisi ini menjadi bagian dari perubahan iklim yang semakin nyata dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<h2>Perkiraan Bumi Makin Panas<\/h2>\n<p>Perkiraan terbaru dalam laporan <i>World Meteorological Organization<\/i> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/wmo\" title=\"WMO\">WMO<\/a>) menunjukkan bahwa suhu rata-rata global dalam lima tahun ke depan masih akan bertahan pada level tinggi. Laporan tersebut menyoroti kondisi di Pasifik tropis tengah, khususnya wilayah Ni\u00f1o 3.4, yang diprediksi cenderung bergerak menuju El Ni\u00f1o pada 2027 dan 2028.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Menurut Leon Hermanson, penulis utama laporan tersebut, prediksi munculnya El Ni\u00f1o pada akhir 2026 turut meningkatkan peluang 2027 menjadi tahun berikutnya yang mencatat rekor suhu baru. Temuan penting lain juga terlihat dari sejumlah fenomena berikut:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/919969\/dampak-el-nino-2026-di-diy-bpbd-tambah-anggaran-dan-siapkan-mitigasi-sektoral\" title=\"Dampak El Nino 2026 di DIY: BPBD Tambah Anggaran dan Siapkan Mitigasi Sektoral\" target=\"_blank\">Dampak El Nino 2026 di DIY: BPBD Tambah Anggaran dan Siapkan Mitigasi Sektoral<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Penyusutan Es Arktik: Prediksi es laut Arktik untuk Maret 2026 &#8211; 2035 menunjukkan pengurangan lebih lanjut konsentrasi es laut di Laut Barents, Laut Bering, dan Laut Okhotsk.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Perubahan Curah Hujan Musim Dingin: Prediksi menunjukkan kondisi yang lebih basah dari rata-rata di lintang tinggi belahan bumi utara untuk lima musim dingin panjang berikutnya (November hingga Maret).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Anomali Regional: Pola curah hujan untuk Mei-September 2026 &#8211; 2030 menunjukkan kemungkinan anomali curah hujan tinggi di Sahel, Eropa utara, Alaska, dan Siberia, serta anomali rendah di wilayah Amazon.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Dampak Pemanasan Mulai Terlihat<\/h2>\n<p>WMO memprediksi pemanasan di Arktik akan berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan rata-rata global. Dalam lima musim dingin belahan bumi utara berikutnya, suhu Arktik diperkirakan berada sekitar 2,8\u00b0C di atas rata-rata periode 1991 &#8211; 2020. Angka tersebut mencapai lebih dari tiga setengah kali lipat anomali suhu rata-rata global pada periode yang sama.<\/p>\n<p>Pemanasan ekstrem ini berdampak langsung pada kondisi es laut. Pengurangan konsentrasi es di Laut Barents hingga Laut Okhotsk diprediksi terus berlanjut hingga 2035. Selain suhu dan es, pola distribusi air di atmosfer juga mengalami pergeseran signifikan.<\/p>\n<p>Wilayah lintang tinggi di belahan bumi utara cenderung menjadi lebih basah, sementara wilayah subtropis, terutama di belahan bumi selatan, berpotensi mengalami penurunan curah hujan. Hal ini konsisten dengan ekspektasi pemanasan iklim global yang sedang terjadi.<\/p>\n<p>Proyeksi WMO menunjukkan bahwa suhu tinggi dan perubahan pola cuaca ekstrem akan tetap menjadi bagian dominan dari kondisi iklim global dalam beberapa tahun mendatang.<\/p>\n<p>(World Meteorological Organization\/H-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/919979\/ilmuwan-prediksi-bumi-makin-panas-el-nino-2027-berpotensi-pecahkan-rekor-suhu\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi kekeringan akibat el nino.(Dok. Magnific) APAKAH suhu Bumi semakin panas? Dalam beberapa waktu terakhir, cuaca panas terasa semakin menyengat, gelombang panas lebih sering terjadi, dan hujan ekstrem juga makin terasa di berbagai wilayah. Kondisi ini menjadi bagian dari perubahan iklim yang semakin nyata dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Perkiraan Bumi Makin Panas Perkiraan terbaru dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":85174,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-85173","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85173","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=85173"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85173\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/85174"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=85173"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=85173"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=85173"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}