{"id":85159,"date":"2026-08-09T22:01:55","date_gmt":"2026-08-09T15:01:55","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/09\/studi-makan-5-telur-seminggu-turunkan-risiko-alzheimer-higgga-27-persen\/"},"modified":"2026-08-09T22:01:55","modified_gmt":"2026-08-09T15:01:55","slug":"studi-makan-5-telur-seminggu-turunkan-risiko-alzheimer-higgga-27-persen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/09\/studi-makan-5-telur-seminggu-turunkan-risiko-alzheimer-higgga-27-persen\/","title":{"rendered":"Studi Makan 5 Telur Seminggu Turunkan Risiko Alzheimer higgga 27 Persen"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/09\/1786285955_1a4e37996d6ec4b2d02b.jpg\" alt=\"Studi: Makan 5 Telur Seminggu Turunkan Risiko Alzheimer higgga 27 Persen\"\/><figcaption>Ilustrasi telur.(Dok. Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/telur\" title=\"telur\">TELUR<\/a> selama ini dikenal sebagai sumber protein dan berbagai nutrisi penting. Namun, sebuah penelitian terbaru menemukan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/konsumsi-telur\" title=\"Konsumsi Telur\">konsumsi telur<\/a> juga berkaitan dengan risiko penyakit <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/alzheimer\" title=\"alzheimer\">Alzheimer<\/a> yang lebih rendah pada orang lanjut usia.<\/p>\n<p>Studi yang diterbitkan dalam <i>The Journal of Nutrition<\/i> tersebut melibatkan 39.498 pria dan wanita berusia 65 tahun ke atas. Para peserta diikuti selama rata-rata 15 tahun sebagai bagian dari <i>Adventist Health Study<\/i>, sebuah penelitian jangka panjang mengenai pola makan, penuaan, dan kesehatan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Selama periode penelitian, sebanyak 2.858 peserta tercatat mendapat diagnosis Alzheimer. Ketika peneliti menganalisis peserta yang tidak memiliki gangguan otak pada awal penelitian, ditemukan adanya hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi telur dan penurunan risiko Alzheimer.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/774494\/meski-mudah-diolah-konsumsi-telur-berlebihan-punya-dampak-bagi-tubuh\" title=\"Meski Mudah Diolah, Konsumsi Telur Berlebihan Punya Dampak Bagi Tubuh\" target=\"_blank\">Meski Mudah Diolah, Konsumsi Telur Berlebihan Punya Dampak Bagi Tubuh<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Data penelitian menunjukkan tingkatan penurunan risiko sebagai berikut:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Konsumsi 1-3 kali sebulan: Risiko 17% lebih rendah.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Konsumsi 2-4 kali seminggu: Risiko 20% lebih rendah.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Konsumsi 5 telur atau lebih seminggu: Risiko 27% lebih rendah dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsi telur.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa hasil tersebut menunjukkan hubungan observasional, bukan bukti bahwa mengonsumsi lima telur per minggu secara langsung dapat mencegah Alzheimer secara total.<\/p>\n<h2>Nutrisi Telur untuk Otak<\/h2>\n<p>Salah satu alasan telur dianggap berpotensi mendukung kesehatan otak adalah kandungan nutrisi pada kuning telurnya. Telur mengandung kolin, nutrisi vital yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan asetilkolin.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/919606\/hampir-separuh-kasus-demensia-dipicu-faktor-risiko-yang-bisa-diubah\" title=\"Hampir Separuh Kasus Demensia Dipicu Faktor Risiko yang Bisa Diubah\" target=\"_blank\">Hampir Separuh Kasus Demensia Dipicu Faktor Risiko yang Bisa Diubah<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Senyawa asetilkolin merupakan neurotransmiter yang berperan dalam sejumlah fungsi tubuh krusial, termasuk pembentukan memori dan pengendalian otot. Selain kolin, telur juga menjadi salah satu sumber vitamin B12 yang penting untuk menjaga fungsi sistem saraf.<\/p>\n<p>Satu butir telur berukuran besar mengandung sekitar 0,6 mikrogram vitamin B12, sementara kebutuhan harian orang dewasa adalah sekitar 2,4 mikrogram. Kandungan protein yang tinggi juga menjadikan telur pilihan ideal untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.<\/p>\n<h2>Apakah Aman Makan Lima Telur Seminggu?<\/h2>\n<p>Di balik manfaatnya, telur juga mengandung kolesterol. Satu butir telur berukuran besar memiliki sekitar 186 miligram kolesterol. Oleh karena itu, jumlah konsumsi telur tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing, terutama bagi individu dengan masalah kolesterol atau faktor risiko penyakit jantung.<\/p>\n<p>Ahli gizi Kristin Eis dari Henry Ford Health menilai konsumsi telur beberapa kali dalam seminggu masih dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, terutama jika dikombinasikan dengan makanan bergizi lainnya.<\/p>\n<p>Kesehatan otak tidak ditentukan oleh satu jenis makanan saja. Sumber kolin lainnya dapat diperoleh dari kedelai, quinoa, kentang, brokoli, kembang kol, hingga jamur shiitake. Pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, kualitas tidur, serta gaya hidup sehat tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan kognitif seiring bertambahnya usia.<\/p>\n<p>Dengan demikian, temuan mengenai konsumsi lima telur per minggu lebih tepat dilihat sebagai petunjuk mengenai hubungan pola makan dengan kesehatan otak, bukan sebagai resep tunggal untuk mencegah Alzheimer. (Verrywell Health\/H-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/919972\/studi-makan-5-telur-seminggu-turunkan-risiko-alzheimer-higgga-27-persen\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi telur.(Dok. Magnific) TELUR selama ini dikenal sebagai sumber protein dan berbagai nutrisi penting. Namun, sebuah penelitian terbaru menemukan konsumsi telur juga berkaitan dengan risiko penyakit Alzheimer yang lebih rendah pada orang lanjut usia. Studi yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition tersebut melibatkan 39.498 pria dan wanita berusia 65 tahun ke atas. Para peserta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":85160,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-85159","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85159","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=85159"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85159\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/85160"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=85159"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=85159"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=85159"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}