{"id":85079,"date":"2026-08-09T18:41:42","date_gmt":"2026-08-09T11:41:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/09\/pjj-buka-kesempatan-anak-tidak-sekolah-di-bungo-kembali-raih-pendidikan\/"},"modified":"2026-08-09T18:41:42","modified_gmt":"2026-08-09T11:41:42","slug":"pjj-buka-kesempatan-anak-tidak-sekolah-di-bungo-kembali-raih-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/09\/pjj-buka-kesempatan-anak-tidak-sekolah-di-bungo-kembali-raih-pendidikan\/","title":{"rendered":"PJJ Buka Kesempatan Anak Tidak Sekolah di Bungo Kembali Raih Pendidikan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/09\/1786275422_ca75a5ecfa85c6399f0f.jpg\" alt=\"PJJ Buka Kesempatan Anak Tidak Sekolah di Bungo Kembali Raih Pendidikan\"\/><figcaption>WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq.(Dok. Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PROGRAM Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang dikoordinasikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemendikdasmen\" title=\"kemendikdasmen\">Kemendikdasmen<\/a>) menjadi salah satu alternatif bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk kembali memperoleh pendidikan formal.<\/p>\n<p>Program tersebut menyasar anak-anak yang sebelumnya tidak melanjutkan pendidikan karena berbagai kendala, termasuk faktor ekonomi dan kondisi geografis. Di Kabupaten Bungo, Jambi, pelaksanaan PJJ melibatkan sekolah induk dan sekolah mitra untuk mendekatkan akses pendidikan kepada masyarakat.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/fajar-riza-ul-haq\" title=\"Fajar Riza Ul Haq\">Fajar Riza Ul Haq<\/a> melihat langsung pelaksanaan PJJ ketika mengunjungi SMAN 1 Bungo, Jumat (7\/8). Dalam kunjungan itu, Fajar berdialog dengan murid yang menjadi bagian dari angkatan pertama PJJ sekaligus memberikan motivasi agar mereka tidak kembali putus sekolah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/918460\/kemendikdasmen-buka-mpls-pjj-20262027-jembatan-emas-pendidikan-mandiri\" title=\"Kemendikdasmen Buka MPLS PJJ 2026\/2027: Jembatan Emas Pendidikan Mandiri\" target=\"_blank\">Kemendikdasmen Buka MPLS PJJ 2026\/2027: Jembatan Emas Pendidikan Mandiri<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Fajar menegaskan bahwa PJJ bukan program pendidikan nonformal, melainkan bagian dari sistem pendidikan formal. Para peserta didik tercatat sebagai murid sekolah induk, yakni SMA Negeri 10 Jambi.<\/p>\n<p>Dengan status tersebut, peserta PJJ memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan dan ijazah setelah memenuhi ketentuan kelulusan.<\/p>\n<p>&#8220;Nanti adik-adik resmi menjadi murid SMA yang terdaftar di sekolah induk di Kota Jambi. Nilainya sama, kualitasnya sama,&#8221; ujar Fajar.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/916960\/wamendikdasmen-fajar-riza-ul-haq-tinjau-snt-banyumas-katalisator-mutu-pendidikan\" title=\"Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq Tinjau SNT Banyumas: Katalisator Mutu Pendidikan\" target=\"_blank\">Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq Tinjau SNT Banyumas: Katalisator Mutu Pendidikan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia juga mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. Pendaftaran PJJ masih dibuka hingga 30 Agustus mendatang.<\/p>\n<p>Bagi sejumlah murid di Bungo, program ini menjadi kesempatan untuk kembali mengejar pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan yang membantu memenuhi kebutuhan keluarga.<\/p>\n<p>Salah satunya Yanita Franselina Manik. Ia memilih mengikuti PJJ setelah sebelumnya tidak dapat melanjutkan sekolah karena harus membantu kondisi ekonomi keluarganya. Yanita berharap kesempatan tersebut dapat membawanya memperoleh ijazah sekaligus memperbaiki masa depannya.<\/p>\n<p>Hal serupa dialami Renaldi Pratama. Setelah menyelesaikan SMP, ia bekerja sebagai pencuci motor dengan penghasilan rata-rata Rp50.000 per hari. Kondisi tersebut membuatnya harus membagi waktu antara mencari nafkah dan mengikuti pembelajaran.<\/p>\n<p>Meski demikian, Renaldi tidak ingin pekerjaannya menjadi penghalang untuk melanjutkan pendidikan.<\/p>\n<p>&#8220;Harapan saya bisa dimudahkan dapat ijazah sambil tetap bisa bekerja,&#8221; ujarnya saat berdialog dengan Wamen Fajar.<\/p>\n<p>Sementara itu, Muhammad Ali Imron sempat berhenti sekolah selama satu tahun. Ia kini kembali memiliki kesempatan untuk belajar melalui PJJ sembari mengejar cita-citanya.<\/p>\n<p>&#8220;Saya ingin mempermudah dapat kerja, dan mungkin bisa jadi Bupati, itu tidak mustahil,&#8221; kata Imron.<\/p>\n<p>Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Pemerintah Provinsi Jambi. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Umar, mengatakan pemerintah daerah mengintegrasikan dukungan PJJ melalui program \u201cPro-Jambi Cerdas\u201d.<\/p>\n<p>Program tersebut antara lain memberikan perlengkapan sekolah berupa pakaian, tas, buku, dan sepatu kepada murid dari keluarga prasejahtera yang telah terdata.<\/p>\n<p>Selain bantuan perlengkapan, pemerintah daerah melakukan upaya jemput bola untuk menemukan anak-anak yang belum bersekolah. Sosialisasi dilakukan secara langsung hingga tingkat desa dan RT.<\/p>\n<p>&#8220;Kami mengapresiasi inovasi Kemendikdasmen ini dan telah melakukan berbagai upaya jemput bola, termasuk sosialisasi door-to-door ke kantor desa hingga tingkat RT guna menjaring ATS,&#8221; jelas Umar.<\/p>\n<p>Di Kabupaten Bungo, SMAN 1 Bungo berperan sebagai sekolah mitra yang berkoordinasi dengan SMA Negeri 10 Jambi sebagai sekolah induk. Kepala SMAN 1 Bungo, Lugimin, mengatakan pihaknya terus menyebarluaskan informasi mengenai PJJ kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Sosialisasi dilakukan melalui media sosial serta melibatkan jaringan perangkat desa yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Bungo. Upaya tersebut sekaligus untuk menjawab keraguan masyarakat mengenai status pendidikan dan ijazah peserta PJJ.<\/p>\n<p>&#8220;Kami berupaya meyakinkan masyarakat bahwa ijazah yang diterima nantinya benar-benar resmi dari SMA negeri di Kota Jambi,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Dalam kunjungan tersebut, Fajar juga meminta pemerintah daerah dan pihak sekolah memperkuat dukungan terhadap aspek teknologi serta meningkatkan kemampuan guru pendamping.<\/p>\n<p>Kebutuhan infrastruktur digital menjadi salah satu perhatian karena pembelajaran jarak jauh sangat bergantung pada ketersediaan teknologi dan kualitas materi pembelajaran.<\/p>\n<p>Umar mengatakan Pemerintah Provinsi Jambi telah menyiapkan rencana penguatan dukungan tersebut. Pada tahun depan, pemerintah daerah akan menganggarkan pengadaan cloud server serta pelatihan bagi pendidik untuk meningkatkan kemampuan membuat konten video pembelajaran.<\/p>\n<p>Penguatan infrastruktur dan kompetensi pendidik diharapkan membuat pelaksanaan PJJ semakin efektif. Dengan demikian, anak-anak yang sebelumnya terhambat melanjutkan sekolah tetap dapat memperoleh pendampingan dan menyelesaikan pendidikan formal tanpa harus meninggalkan tanggung jawab mereka di keluarga maupun pekerjaan. \u00a0(H-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/919921\/pjj-buka-kesempatan-anak-tidak-sekolah-di-bungo-kembali-raih-pendidikan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq.(Dok. Antara) PROGRAM Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang dikoordinasikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadi salah satu alternatif bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk kembali memperoleh pendidikan formal. Program tersebut menyasar anak-anak yang sebelumnya tidak melanjutkan pendidikan karena berbagai kendala, termasuk faktor ekonomi dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":85080,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-85079","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85079","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=85079"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85079\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/85080"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=85079"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=85079"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=85079"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}