{"id":84770,"date":"2026-08-08T22:47:51","date_gmt":"2026-08-08T15:47:51","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/08\/dampak-badai-matahari-dua-kali-lebih-besar-jaringan-listrik-dan-satelit-terancam\/"},"modified":"2026-08-08T22:47:51","modified_gmt":"2026-08-08T15:47:51","slug":"dampak-badai-matahari-dua-kali-lebih-besar-jaringan-listrik-dan-satelit-terancam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/08\/dampak-badai-matahari-dua-kali-lebih-besar-jaringan-listrik-dan-satelit-terancam\/","title":{"rendered":"Dampak Badai Matahari Dua Kali Lebih Besar, Jaringan Listrik dan Satelit Terancam"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/08\/1786202768_bec19bf4382fdde279b8.jpg\" alt=\"Dampak Badai Matahari Dua Kali Lebih Besar, Jaringan Listrik dan Satelit Terancam\"\/><figcaption>Badai Matahari(Dok.NASA)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MATAHARI dapat melepaskan ledakan energi secara tiba-tiba yang memuntahkan medan magnet serta material ke seluruh tata surya. Saat arah lontaran itu mengarah ke Bumi, dampaknya bisa memicu gangguan besar pada medan magnet planet yang dikenal sebagai badai geomagnetik.<\/p>\n<p>Fenomena tersebut tidak hanya memunculkan aurora yang indah, tetapi juga berpotensi menyebabkan gangguan komunikasi radio, pemadaman listrik, hingga mengganggu sistem <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/satelit\" title=\"Satelit\">satelit<\/a>.\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>*<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/badai-matahari\" title=\"Badai matahari\">Badai Matahari<\/a> Bisa Dua Kali Lebih Parah*<br \/>&#13;<br \/>\nMenurut laporan yang dipublikasikan di jurnal Nature dan diberitakan NASA, setelah ketidakpastian pengukuran dikoreksi, respons Bumi terhadap angin Matahari terlihat linier secara rata-rata.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/556036\/berusia-satu-abad-observatorium-bosscha-ditantang-lahirkan-riset-nanosatelit\" title=\"Berusia Satu Abad, Observatorium Bosscha Ditantang Lahirkan Riset Nanosatelit\" target=\"_blank\">Berusia Satu Abad, Observatorium Bosscha Ditantang Lahirkan Riset Nanosatelit<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Temuan ini penting karena sebelumnya para peneliti menduga ada kondisi jenuh atau batas maksimum pada respons geomagnetik Bumi.\u00a0<\/p>\n<p>Namun, hasil analisis menunjukkan bahwa data yang tersedia justru tidak memperlihatkan bukti kuat adanya saturasi. Dari sinilah muncul kesimpulan bahwa dampak badai geomagnetik ekstrem dapat mencapai sekitar dua kali lipat dari perkiraan sebelumnya.<\/p>\n<p>Hal itu menunjukkan bahwa pada kondisi ekstrem, respons Bumi dapat jauh lebih besar daripada yang selama ini diasumsikan.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/915902\/nasa-dampak-badai-matahari-ke-bumi-tanpa-batas-maksimum\" title=\"NASA: Dampak Badai Matahari ke Bumi tanpa Batas Maksimum\" target=\"_blank\">NASA: Dampak Badai Matahari ke Bumi tanpa Batas Maksimum<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Karena itu, temuan ini menantang pemahaman lama tentang batas respons geomagnetik dan menegaskan perlunya pengukuran angin Matahari yang lebih akurat.<\/p>\n<h3>Dampak Badai Matahari<\/h3>\n<p>Temuan bahwa badai geomagnetik ekstrem dapat berdampak hingga dua kali lebih besar dari perkiraan sebelumnya menjadi penting karena kekuatan badai menentukan seberapa besar gangguan yang\u00a0<\/p>\n<p>NOAA mencatat beberapa dampak yang dapat terjadi pada teknologi modern, antara lain:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>\u00a0Jaringan listrik: Masalah pengendalian tegangan yang meluas dapat terjadi. Beberapa sistem jaringan listrik mungkin mengalami keruntuhan total atau pemadaman listrik, sementara transformator dapat mengalami kerusakan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>\u00a0Satelit: Satelit dapat mengalami masalah orientasi, pengiriman dan penerimaan data, serta pelacakan. Partikel berenergi tinggi juga dapat menyebabkan gangguan pada memori dan sistem pencitraan, hingga kemungkinan kerusakan permanen pada panel surya.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>\u00a0Navigasi: Navigasi satelit dapat terganggu selama beberapa hari. Kesalahan posisi juga dapat membuat operasi navigasi menjadi sangat sulit.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Komunikasi radio: Komunikasi radio HF dapat mengalami gangguan hingga pemadaman total di wilayah tertentu selama beberapa jam. Kondisi ini dapat menyebabkan pelaut dan penerbang kehilangan kontak radio, sementara gangguan navigasi dapat menyebabkan kesalahan dalam penentuan posisi.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Temuan ini menunjukkan bahwa badai Matahari ekstrem bisa berdampak lebih besar dari yang selama ini diperkirakan.\u00a0 Karena itu, risiko terhadap jaringan listrik, satelit, komunikasi, dan navigasi perlu diperhatikan lebih serius.\u00a0 (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/919773\/dampak-badai-matahari-dua-kali-lebih-besar-jaringan-listrik-dan-satelit-terancam\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Badai Matahari(Dok.NASA) MATAHARI dapat melepaskan ledakan energi secara tiba-tiba yang memuntahkan medan magnet serta material ke seluruh tata surya. Saat arah lontaran itu mengarah ke Bumi, dampaknya bisa memicu gangguan besar pada medan magnet planet yang dikenal sebagai badai geomagnetik. Fenomena tersebut tidak hanya memunculkan aurora yang indah, tetapi juga berpotensi menyebabkan gangguan komunikasi radio, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":84771,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-84770","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84770","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=84770"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84770\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/84771"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=84770"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=84770"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=84770"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}