{"id":84700,"date":"2026-08-08T19:46:37","date_gmt":"2026-08-08T12:46:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/08\/strategi-pencegahan-demensia-belum-tentu-dapat-cocok-untuk-semua-negara\/"},"modified":"2026-08-08T19:46:37","modified_gmt":"2026-08-08T12:46:37","slug":"strategi-pencegahan-demensia-belum-tentu-dapat-cocok-untuk-semua-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/08\/strategi-pencegahan-demensia-belum-tentu-dapat-cocok-untuk-semua-negara\/","title":{"rendered":"Strategi Pencegahan Demensia belum Tentu Dapat Cocok untuk Semua Negara"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/08\/1786191225_d1b94bc21f041098d9e0.jpg\" alt=\"Strategi Pencegahan Demensia belum Tentu Dapat Cocok untuk Semua Negara\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SELAMA ini, strategi pencegahan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/demensia\" title=\"Demensia\">demensia<\/a> sebagian besar dipandu oleh <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penelitian\" title=\"penelitian\">penelitian<\/a> dari negara-negara kaya yang cenderung mengelompokkan faktor risiko secara seragam. Namun, studi baru yang komprehensif menunjukkan bahwa pendekatan tersebut mungkin tidak dapat diterapkan di semua tempat.<\/p>\n<p>\u201cPencegahan tidak pernah bersifat satu ukuran untuk semua (<em>one size fits all<\/em>),\u201d ujar John La Puma, dokter sekaligus penulis buku <em>Indoor Epidemic<\/em>, kepada <em>Newsweek<\/em>.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Komentar tersebut muncul seiring laporan para peneliti yang dipimpin oleh University of Southern California (USC). Mereka menemukan bahwa faktor risiko demensia yang paling umum dan dapat dikendalikan berbeda tajam dari satu negara ke negara lain. Artinya, strategi pencegahan yang dirancang untuk satu negara bisa saja gagal jika diterapkan di negara lain.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/919573\/hindari-tiga-faktor-risiko-dapat-tunda-demensia-13-tahun\" title=\"Hindari Tiga Faktor Risiko Dapat Tunda Demensia 13 Tahun\" target=\"_blank\">Hindari Tiga Faktor Risiko Dapat Tunda Demensia 13 Tahun<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Temuan Utama Penelitian<\/h2>\n<p>Penelitian yang dipimpin oleh USC bersama rekan-rekan dari Brown University dan Johns Hopkins University ini menganalisis data dari lebih dari 214.000 orang dewasa lanjut usia di 14 negara dan wilayah. Lokasi penelitian mencakup Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Irlandia Utara, empat wilayah Eropa, Korea, Meksiko, Tiongkok, Malaysia, Brasil, dan India.<\/p>\n<p>Data yang dikumpulkan antara tahun 2009 dan 2023 ini berasal dari studi penuaan jangka panjang yang disusun oleh tim <em>Gateway to Global Aging Data<\/em>. Hasil temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal <em>The Lancet Healthy Longevity<\/em>.<\/p>\n<p>Para peneliti memeriksa 12 faktor risiko demensia yang dapat dimodifikasi sebagaimana diidentifikasi oleh Komisi Lancet, termasuk:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/919555\/ilmu-baru-tentang-latihan-otak-selain-sudoku-dan-teka-teki-silang\" title=\"Ilmu Baru tentang Latihan Otak selain Sudoku dan Teka-teki Silang\" target=\"_blank\">Ilmu Baru tentang Latihan Otak selain Sudoku dan Teka-teki Silang<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Gangguan pendengaran<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/depresi\" title=\"depresi\">Depresi<\/a><\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kurangnya aktivitas fisik<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Isolasi sosial<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Perbedaan Tajam Antarnegara<\/h2>\n<p>Kesenjangan antarnegara ditemukan sangat substansial. Sebagai contoh, tingkat pendidikan yang rendah memengaruhi 85,6 persen lansia di Tiongkok, tetapi\u00a0hanya 12 persen di AS. Sebaliknya, indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi memengaruhi 44,9 persen warga Amerika, tetapi hanya 13,3 persen orang di India.<\/p>\n<p>John La Puma juga menyoroti satu faktor yang tidak dimasukkan dalam penelitian tersebut, yaitu paparan cahaya matahari. &#8220;Studi ini mengukur 12 faktor risiko, tetapi mereka melewatkan paparan cahaya siang hari, yang terbukti mengurangi risiko sebesar 16 hingga 17 persen dengan dosis yang tepat. Itu satu hal yang akan memperbaiki biologi di seluruh 14 negara yang dipelajari,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<h2>Kesamaan yang tidak Terduga<\/h2>\n<p>Meskipun terdapat perbedaan besar, studi ini menemukan bahwa faktor risiko tertentu secara konsisten berkelompok dengan cara yang sama di berbagai negara. Risiko kardiovaskular, seperti <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kolesterol\" title=\"kolesterol\">kolesterol<\/a> tinggi dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hipertensi\" title=\"hipertensi\">hipertensi<\/a>, cenderung muncul bersamaan. Begitu pula dengan risiko perilaku seperti merokok dan konsumsi alkohol.<\/p>\n<p>Emma Nichols, penulis utama dan ilmuwan riset di USC Schaeffer Institute, menyatakan bahwa konsistensi ini adalah hasil yang paling tidak terduga. &#8220;Hal ini memiliki implikasi nyata bagi cara kita merancang strategi pencegahan dan intervensi, karena beberapa hal ternyata lebih konsisten di berbagai tempat daripada yang kita duga sebelumnya,&#8221; kata Nichols.<\/p>\n<h2>Implikasi bagi Program Pencegahan<\/h2>\n<p>Para peneliti menyatakan bahwa hasil ini dapat membantu pemerintah dan organisasi kesehatan membangun program pencegahan demensia yang disesuaikan dengan populasi mereka sendiri, alih-alih mengimpor strategi dari luar negeri.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, program yang dibangun untuk mengelola diabetes dapat diperluas untuk menangani seluruh kelompok risiko kardiometabolik terkait, seperti kolesterol dan tekanan darah, secara sekaligus. Pendekatan yang disesuaikan secara lokal ini diharapkan dapat menghasilkan upaya pencegahan yang lebih efektif secara keseluruhan. (I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/919724\/strategi-pencegahan-demensia-belum-tentu-dapat-cocok-untuk-semua-negara\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Magnific) SELAMA ini, strategi pencegahan demensia sebagian besar dipandu oleh penelitian dari negara-negara kaya yang cenderung mengelompokkan faktor risiko secara seragam. Namun, studi baru yang komprehensif menunjukkan bahwa pendekatan tersebut mungkin tidak dapat diterapkan di semua tempat. \u201cPencegahan tidak pernah bersifat satu ukuran untuk semua (one size fits all),\u201d ujar John La Puma, dokter sekaligus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":84701,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-84700","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84700","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=84700"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84700\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/84701"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=84700"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=84700"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=84700"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}