{"id":84632,"date":"2026-08-08T16:42:35","date_gmt":"2026-08-08T09:42:35","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/08\/bisakah-ibu-menyusui-ketika-hamil-begini-penjelasan-ketua-satgas-asi-idai\/"},"modified":"2026-08-08T16:42:35","modified_gmt":"2026-08-08T09:42:35","slug":"bisakah-ibu-menyusui-ketika-hamil-begini-penjelasan-ketua-satgas-asi-idai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/08\/bisakah-ibu-menyusui-ketika-hamil-begini-penjelasan-ketua-satgas-asi-idai\/","title":{"rendered":"Bisakah Ibu Menyusui Ketika Hamil Begini Penjelasan Ketua Satgas ASI IDAI"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/08\/1786181678_b6e5fb499a1b5f2677ed.jpg\" alt=\"Bisakah Ibu \u00a0Menyusui Ketika Hamil? Begini Penjelasan Ketua Satgas ASI IDAI\"\/><figcaption>Dr. Naomi Esthernita dan Dr. Ari Kusuma Januarto bersama sejumlah panitia dalam kegiatan Pekan ASI Sedunia 2026 di RSUI Depok, Sabtu (8\/8\/2026).(MI\/Chatrine Simanjuntak)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>BANYAK anggapan dan mitos soal air susu ibu (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/asi\" title=\"ASI\">ASI<\/a>) yang perlu diluruskan. Misalnya, ketika ibu kembali <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hamil\" title=\"Hamil\">hamil<\/a> dan masih <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/menyusui\" title=\"Menyusui\">menyusui<\/a> anak pertamanya, ASI disebut tidak lagi bernutrisi. Di sisi lain, fenomena donor ASI.<\/p>\n<p>Mitos yang menjelaskan jika ibu yang kembali hamil harus berhenti menyusui anak pertamanya tidak sepenuhnya benar. Ketua Satgas ASI <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/idai\" title=\"IDAI\">IDAI<\/a>, Dr. dr. Naomi Esthernita F.D., Sp.A, Subsp.Neo.(K), mengatakan ibu tetap dapat menyusui anak pertama meski sedang mengandung anak berikutnya.\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Menurut Naomi, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/menyusui-saat-hamil\" title=\"Menyusui saat Hamil\">menyusui saat hamil<\/a> atau tandem nursing dapat dilakukan selama kondisi ibu memungkinkan. Kandungan ASI juga tidak otomatis menjadi tidak bernutrisi hanya karena ibu kembali hamil.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jelita\/696208\/kaget-asi-jadi-banyak-sebab-suka-makan-rendang-ini-penjelasan-dokter\" title=\"Kaget ASI Jadi Banyak Sebab Suka Makan Rendang? Ini Penjelasan Dokter\" target=\"_blank\">Kaget ASI Jadi Banyak Sebab Suka Makan Rendang? Ini Penjelasan Dokter<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cGizinya ya sama aja, artinya semua kan proses pembentukan ASI itu sama, tapi memang yang harus diprioritaskan adalah untuk yang di dalam,\u201d ujar Naomi.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, ibu yang sedang hamil dan masih menyusui anak pertama tetap perlu memperhatikan kondisi kehamilannya.<\/p>\n<p>\u201cBoleh, kalau kuat,\u201d ujar Naomi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jelita\/918169\/konselor-asi-jelaskan-kesalahan-menyusui-saat-payudara-bengkak\" title=\"Konselor ASI Jelaskan Kesalahan Menyusui saat Payudara Bengkak\" target=\"_blank\">Konselor ASI Jelaskan Kesalahan Menyusui saat Payudara Bengkak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Naomi menjelaskan jika Ibu menyusui sekaligus hamil, kebutuhan bayi yang masih berada dalam kandungan tetap menjadi prioritas. Karena itu, keputusan untuk melanjutkan menyusui perlu mempertimbangkan kondisi ibu dan anak.\u00a0<\/p>\n<h3>Donor ASI<\/h3>\n<p>Selain anggapan terkait mitos tersebut, tren terkait donor ASI\u00a0menimbulkan pertanyaan apakah donor ASI boleh dilakukan dan apakah boleh diperjualbelikan?<\/p>\n<p>Naomi menjelaskan donor ASI juga tidak dapat dilakukan secara bebas, termasuk melalui internet. Sebab,\u00a0donor ASI harus dilakukan melalui sistem berbasis rumah sakit atau <em>hospital-based.<\/em><\/p>\n<p>Menurutnya, donor ASI \u00a0harus berasal dari pendonor yang telah melalui proses skrining. Pemeriksaan tersebut mencakup sejumlah penyakit infeksi, sebelum ASI diberikan kepada bayi.<\/p>\n<p>\u201cDonor nih ya harus diskrining, harus dipasteurisasi pada saat dikasih,\u201d ujar Naomi.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, pendonor perlu menjalani pemeriksaan untuk memastikan terbebas dari sejumlah penyakit, termasuk hepatitis dan HIV. Setelah melalui skrining, ASI donor juga perlu dipasteurisasi untuk mengurangi risiko kontaminasi.<\/p>\n<p>\u201cJadi harusnya <em>hospital-based<\/em>, bukan <em>internet-based,<\/em>\u201d ujar Naomi.<\/p>\n<p>Ia mengatakan Indonesia belum memiliki Bank ASI secara resmi. Namun, beberapa rumah sakit telah mulai membentuk unit donor ASI, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasien.<\/p>\n<p>\u201cDi beberapa rumah sakit sudah mulai, paling tidak untuk pasiennya sendiri,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Naomi menegaskan donor ASI tidak seharusnya dilakukan seperti menawarkan ASI secara bebas.\u00a0Selain harus melalui skrining, proses pemberiannya juga perlu mengikuti prosedur medis untuk menghindari risiko kontaminasi.<\/p>\n<p>Berbagai anggapan keliru tentang ASI, kata dia, terkadang\u00a0membuat ibu semakin khawatir dan tertekan dalam menjalani proses menyusui.\u00a0<\/p>\n<p>Karena itu, dukungan untuk ibu tidak hanya menjadi tanggung jawabnya sendiri. Ayah, kakek, nenek, keluarga, tenaga kesehatan, hingga tempat kerja perlu membantu agar ibu tidak menghadapi tekanan seorang diri.\u00a0 (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jelita\/919692\/bisakah-ibu-menyusui-ketika-hamil-begini-penjelasan-ketua-satgas-asi-idai\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dr. Naomi Esthernita dan Dr. Ari Kusuma Januarto bersama sejumlah panitia dalam kegiatan Pekan ASI Sedunia 2026 di RSUI Depok, Sabtu (8\/8\/2026).(MI\/Chatrine Simanjuntak) BANYAK anggapan dan mitos soal air susu ibu (ASI) yang perlu diluruskan. Misalnya, ketika ibu kembali hamil dan masih menyusui anak pertamanya, ASI disebut tidak lagi bernutrisi. Di sisi lain, fenomena donor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":84633,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-84632","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84632","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=84632"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84632\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/84633"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=84632"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=84632"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=84632"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}