{"id":83489,"date":"2026-08-06T05:39:41","date_gmt":"2026-08-06T05:39:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/06\/karhutla-riau-meluas-jadi-94-hektare-pemadaman-terkendala-akses-dan-sumber-air\/"},"modified":"2026-08-06T05:39:41","modified_gmt":"2026-08-06T05:39:41","slug":"karhutla-riau-meluas-jadi-94-hektare-pemadaman-terkendala-akses-dan-sumber-air","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/06\/karhutla-riau-meluas-jadi-94-hektare-pemadaman-terkendala-akses-dan-sumber-air\/","title":{"rendered":"Karhutla Riau Meluas Jadi 94 Hektare, Pemadaman Terkendala Akses dan Sumber Air"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/06\/1785993740_377199a80563382dde27.jpg\" alt=\"Karhutla Riau Meluas Jadi 94 Hektare, Pemadaman Terkendala Akses dan Sumber Air\"\/><figcaption>Kebakaran hutan dan lahan di Riau meluas hingga 94 hektare di Pelalawan dan Indragiri Hulu.(Manggala Agni)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kebakaran-hutan\" title=\"Kebakaran Hutan\">KEBAKARAN hutan<\/a> dan lahan (Karhutla) di Riau terus meluas. Hingga saat ini, Karhutla yang melanda tiga lokasi di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu (Inhu), Riau, kian meluas mencapai 94 hektare.<\/p>\n<p>Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan penanganan pemadaman Karhutla di tiga lokasi di Riau ditangani oleh tim Manggala Agni Daops Rengat.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cUntuk TKP (Tempat Kejadian Perkara) Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, luas terbakar telah mencapai 64 hektare. Sudah dilakukan digitasi di lapangan dan penanganan hari ketujuh,\u201d ujar Ferdian, Kamis (6\/8).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/875351\/petugas-karhutla-gugur-dpr-minta-perlindungan-maksimal-untuk-manggala-agni\" title=\"Petugas Karhutla Gugur, DPR Minta Perlindungan Maksimal untuk Manggala Agni\" target=\"_blank\">Petugas Karhutla Gugur, DPR Minta Perlindungan Maksimal untuk Manggala Agni<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dijelaskannya, tantangan yang dihadapi di lokasi Kerumutan berupa kondisi bahan bakar padat, dan jarak tempuh menuju kepala Api lumayan jauh. Sedangkan proses langsir peralatan menggunakan roda dua selama 45 menit dan jalan kaki 1,5 kilometer (Km).<\/p>\n<p>\u201cUntuk tambahan, terdapat dukungan alat berat untuk membuka akses jalan masuk, membuat sekat bakar atau ilaran api dan pembuatan embung sebagai dukungan sumber air. Selain itu, dilakukan roling personel atau pertimbangan menjaga ritme kerja, kondisi fisik serta kesehatan personel. Hingga kini status belum padam sehingga dilakukan pemadaman lanjutan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Adapun untuk TKP Mak Teduh, Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, kata Ferdian, \u00a0luas terbakar dengan estimasi seluas 10 hektare dan penanganan sudah melewati hari ketiga.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/854945\/sejumlah-wilayah-sumatra-rawan-karhutla-kemenhut-turunkan-manggala-agni\" title=\"Sejumlah Wilayah Sumatra Rawan Karhutla, Kemenhut Turunkan Manggala Agni\" target=\"_blank\">Sejumlah Wilayah Sumatra Rawan Karhutla, Kemenhut Turunkan Manggala Agni<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cTantangan berupa kondisi bahan bakar padat, akses masuk menuju kepala api yang berat, harus memutar sejauh 2 Km jalan kaki karena akses utama terputus kanal,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, lanjutnya, sempat turun hujan intensitas tinggi di lokasi dengan durasi 45 menit. Status saat ini, dilakukan mopping up guna menuntaskan pemadaman dan memastikan bahan tidak ada bara api yang tertinggal menekan potensi penyalaan kembali.<\/p>\n<p>Kemudian untuk TKP Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), luas terbakar estimasi seluas 20 hektare dan penanganan hari ketiga.<\/p>\n<p>\u201cTantangan berupa kondisi bahan bakar padat, asap pekat di lokasi, dan kondisi angin bertiup kencang, kondisi sumber air terbatas, dan embung yang tersedia mengering,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia mengungkapkan, progres pemadaman, tim menyisir dari bagian tengah lokasi mengingat sumber air yang tersedia hanya dari sisi selatan. Sedangkan bentangan selang 20 Roll hanya sepanjang 600 meter.<\/p>\n<p>\u201cKami upayakan dukungan alat berat untuk membuka akses ke sisi kepala api bagian utara, dan menyiapkan embung-embung sebagai sumber air, serta pembuatan sekat bakar. Status belum padam, dilakukan pemadaman lanjutan,\u201d ujar Ferdian.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, terdapat satu fire spot atau dipastikan titik api di Wilayah Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, yang dideteksi awal oleh satgas udara.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cKemudian ditinjau langsung groundcheck oleh tim patroli dari Daops Dumai. Tim akan dimobilisir ke lokasi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, lanjut Ferdian, operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan buatan juga dilakukan pada sejumlah lokasi dengan menyemai garam lewat pesawat Cessna Carravan yang berpotensi pada awan hujan.<\/p>\n<p>\u201cSortie satu target lokasi di Pelalawan, dan Siak. Sedangkan Sortie dua di Pelalawan, Inhil, dan Kepulauan Meranti,\u201d pungkasnya. (Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/918905\/karhutla-riau-meluas-jadi-94-hektare-pemadaman-terkendala-akses-dan-sumber-air\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebakaran hutan dan lahan di Riau meluas hingga 94 hektare di Pelalawan dan Indragiri Hulu.(Manggala Agni) KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) di Riau terus meluas. Hingga saat ini, Karhutla yang melanda tiga lokasi di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu (Inhu), Riau, kian meluas mencapai 94 hektare. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra, Ferdian Krisnanto, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":83490,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-83489","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83489"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83489\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83490"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}