{"id":83443,"date":"2026-08-06T03:51:37","date_gmt":"2026-08-06T03:51:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/06\/karhutla-12-hari-bpbd-kubu-raya-prioritaskan-pengamanan-permukiman\/"},"modified":"2026-08-06T03:51:37","modified_gmt":"2026-08-06T03:51:37","slug":"karhutla-12-hari-bpbd-kubu-raya-prioritaskan-pengamanan-permukiman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/06\/karhutla-12-hari-bpbd-kubu-raya-prioritaskan-pengamanan-permukiman\/","title":{"rendered":"Karhutla 12 Hari, BPBD Kubu Raya Prioritaskan Pengamanan Permukiman"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/06\/1785987737_bee1466a0e8aebdcb3e3.jpg\" alt=\"Karhutla 12 Hari, BPBD Kubu Raya Prioritaskan Pengamanan Permukiman\"\/><figcaption>ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, kini memprioritaskan perlindungan kawasan permukiman dari ancaman <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kebakaran-hutan\" title=\"Kebakaran Hutan\">kebakaran hutan<\/a> dan lahan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/karhutla\" title=\"Karhutla\">karhutla<\/a>). Upaya ini difokuskan pada titik api yang telah berkobar selama 12 hari di belakang Komplek Arwana Indah, Kecamatan Sungai Raya.<\/p>\n<p>Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana BPBD Kubu Raya, Sulistiono, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi urgensi utama mengingat posisi api yang sangat dekat dengan rumah penduduk.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Kami punya kewajiban mengamankan rumah penduduk karena api tadi sudah mengancam permukiman dengan jarak sekitar satu setengah meter. Itu yang menjadi prioritas kami,&#8221; ujar Sulistiono di Sungai Raya, Kamis (6\/8).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/914626\/banjarbaru-dikepung-asap-kasus-ispa-dan-pneumonia-meningkat\" title=\"Banjarbaru Dikepung Asap, Kasus ISPA dan Pneumonia Meningkat\" target=\"_blank\">Banjarbaru Dikepung Asap, Kasus ISPA dan Pneumonia Meningkat<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Luas Lahan dan Ancaman Terhadap Bandara<\/h2>\n<p>Sulistiono menjelaskan bahwa api di kawasan tersebut sempat dinyatakan padam, namun kembali muncul sehingga petugas harus melakukan pemadaman ulang. Hingga saat ini, luas lahan yang terbakar di belakang Komplek Arwana Indah diperkirakan telah melebihi 10 hektare dan masih berpotensi bertambah karena proses pemadaman masih berlangsung.<\/p>\n<p>Selain mengancam permukiman, lokasi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kebakaran\" title=\"Kebakaran\">kebakaran<\/a> ini menjadi perhatian serius karena hanya berjarak sekitar 1,7 kilometer dari Bandara Supadio. Potensi dampak asap dinilai dapat mengganggu aktivitas penerbangan jika tidak segera dikendalikan.<\/p>\n<p>Titik karhutla lain yang juga menjadi atensi berada di kawasan SMP Negeri 12 dan SD Negeri 5 di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, yang mencakup area terbakar cukup luas.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/913972\/bpbd-klaten-tangani-15-kasus-karhutla-di-tujuh-kecamatan\" title=\"BPBD Klaten Tangani 15 Kasus Karhutla di Tujuh Kecamatan\" target=\"_blank\">BPBD Klaten Tangani 15 Kasus Karhutla di Tujuh Kecamatan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Kendala Lapangan dan Kondisi Personel<\/h2>\n<p>Dalam proses pemadaman, tim di lapangan menghadapi kendala utama berupa keterbatasan sumber air. BPBD Kubu Raya saat ini mengandalkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga relawan pemadam kebakaran.<\/p>\n<p>Sulistiono juga mengungkapkan kondisi personel yang mulai mengalami kelelahan fisik. Para petugas telah menangani karhutla di berbagai lokasi selama hampir satu bulan, termasuk 12 hari berturut-turut di kawasan Arwana Indah.<\/p>\n<p><strong>Kondisi Petugas:<\/strong> Sejumlah personel BPBD dan relawan dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap dan beban kerja tinggi, bahkan beberapa di antaranya harus menjalani perawatan medis.<\/p>\n<p>Pihak BPBD mengapresiasi dukungan bantuan obat-obatan dan vitamin dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk menjaga stamina petugas. Sulistiono berharap dukungan dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terus diperkuat, baik dari sisi logistik, peralatan, maupun layanan kesehatan, agar penanggulangan karhutla selama musim kemarau dapat berjalan optimal. (Ant\/E-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/918873\/karhutla-12-hari-bpbd-kubu-raya-prioritaskan-pengamanan-permukiman\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Antara) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, kini memprioritaskan perlindungan kawasan permukiman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya ini difokuskan pada titik api yang telah berkobar selama 12 hari di belakang Komplek Arwana Indah, Kecamatan Sungai Raya. Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana BPBD Kubu Raya, Sulistiono, menegaskan bahwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":83444,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-83443","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83443","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83443"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83443\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83444"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83443"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83443"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83443"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}