{"id":83259,"date":"2026-08-05T19:38:39","date_gmt":"2026-08-05T19:38:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/05\/jangan-anggap-sepele-nyeri-dada-bisa-jadi-tanda-aneurisma-aorta\/"},"modified":"2026-08-05T19:38:39","modified_gmt":"2026-08-05T19:38:39","slug":"jangan-anggap-sepele-nyeri-dada-bisa-jadi-tanda-aneurisma-aorta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/05\/jangan-anggap-sepele-nyeri-dada-bisa-jadi-tanda-aneurisma-aorta\/","title":{"rendered":"Jangan Anggap Sepele Nyeri Dada, Bisa Jadi Tanda Aneurisma Aorta"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/05\/1785942936_3e2f3f3fd3b15ba071de.jpg\" alt=\"Jangan Anggap Sepele Nyeri Dada, Bisa Jadi Tanda Aneurisma Aorta\"\/><figcaption>Ilustrasi(Doc Liv Hospital)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nyeri-dada\" title=\"Nyeri Dada\">NYERI dada<\/a> sering dikaitkan dengan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/serangan-jantung\" title=\"serangan jantung\">serangan jantung<\/a>. Namun, dalam beberapa kasus, keluhan tersebut juga dapat menjadi tanda adanya gangguan pada aorta, pembuluh darah terbesar di tubuh yang bertugas mengalirkan darah dari jantung ke seluruh organ.<\/p>\n<p>Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/aneurisma-aorta\" title=\"aneurisma aorta\">aneurisma aorta<\/a>, yaitu pelebaran atau penonjolan pada dinding aorta akibat melemahnya pembuluh darah. Jika tidak terdeteksi dan ditangani, aneurisma dapat pecah dan menyebabkan perdarahan yang mengancam jiwa.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Penanganan aneurisma aorta kini tidak selalu membutuhkan operasi terbuka. Perkembangan teknologi medis memungkinkan dokter melakukan tindakan endovascular repair, yakni prosedur minimal invasif dengan memasukkan stent graft melalui pembuluh darah untuk memperkuat bagian aorta yang melemah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/898748\/gejala-serangan-jantung-pada-perempuan-kerap-berbeda-dan-sulit-dikenali\" title=\"Gejala Serangan Jantung pada Perempuan Kerap Berbeda dan Sulit Dikenali\" target=\"_blank\">Gejala Serangan Jantung pada Perempuan Kerap Berbeda dan Sulit Dikenali<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dua teknik yang paling sering digunakan adalah Endovascular Aneurysm Repair (EVAR) dan Thoracic Endovascular Aortic Repair (TEVAR).<\/p>\n<p>Perbedaan utama keduanya terletak pada lokasi gangguan yang ditangani. EVAR digunakan untuk mengatasi aneurisma pada aorta abdominal, yaitu bagian aorta yang berada di rongga perut. Sementara itu, TEVAR ditujukan untuk aneurisma atau gangguan pada aorta toraks, yaitu bagian aorta yang berada di dalam rongga dada.\u00a0<\/p>\n<p>Meski menyasar bagian aorta yang berbeda, kedua prosedur memiliki prinsip kerja yang serupa. Dokter memasukkan kateter melalui pembuluh darah di lipat paha, kemudian mengarahkan stent graft ke lokasi aneurisma.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/869244\/time-is-muscle-kecepatan-bisa-bedakan-hidup-dan-mati-pasien-nyeri-dada\" title=\"Time is Muscle, Kecepatan Bisa Bedakan Hidup dan Mati Pasien Nyeri Dada\" target=\"_blank\">Time is Muscle, Kecepatan Bisa Bedakan Hidup dan Mati Pasien Nyeri Dada<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Setelah terpasang, stent akan memperkuat dinding pembuluh darah sehingga mengurangi risiko pecahnya aneurisma. Karena dilakukan tanpa operasi besar, waktu pemulihan pasien umumnya lebih singkat dibandingkan operasi terbuka.\u00a0<\/p>\n<p>Gangguan pada aorta sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Namun, ketika aneurisma membesar atau mulai mengalami komplikasi, penderita dapat merasakan nyeri dada yang hebat, nyeri punggung, nyeri perut, sesak napas, hingga kesulitan menelan, tergantung pada lokasi aneurisma. Kondisi tersebut memerlukan penanganan medis secepat mungkin.\u00a0<\/p>\n<p>Dokter akan menentukan pilihan terapi berdasarkan lokasi aneurisma, ukuran, bentuk pembuluh darah, serta kondisi kesehatan pasien. Tidak semua penderita dapat menjalani EVAR atau TEVAR karena diperlukan struktur pembuluh darah yang sesuai agar stent graft dapat dipasang dengan aman.\u00a0<\/p>\n<p>Selain memberikan waktu pemulihan yang lebih cepat, EVAR dan TEVAR juga dinilai dapat mengurangi nyeri pascaoperasi, memperpendek masa rawat inap, serta menurunkan risiko komplikasi dibandingkan operasi terbuka pada pasien yang memenuhi syarat. Meski demikian, pasien tetap memerlukan kontrol berkala melalui pemeriksaan pencitraan untuk memastikan stent graft berfungsi dengan baik dan tidak terjadi kebocoran (endoleak).\u00a0<\/p>\n<p>Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengabaikan nyeri dada yang muncul tiba-tiba, terutama bila disertai nyeri punggung hebat, sesak napas, atau memiliki faktor risiko seperti hipertensi, kebiasaan merokok, usia lanjut, maupun riwayat penyakit aorta dalam keluarga. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu dokter mendeteksi gangguan aorta lebih cepat sehingga penanganan yang tepat dapat segera diberikan.<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>Liv Hospital<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/918737\/jangan-anggap-sepele-nyeri-dada-bisa-jadi-tanda-aneurisma-aorta\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Doc Liv Hospital) NYERI dada sering dikaitkan dengan serangan jantung. Namun, dalam beberapa kasus, keluhan tersebut juga dapat menjadi tanda adanya gangguan pada aorta, pembuluh darah terbesar di tubuh yang bertugas mengalirkan darah dari jantung ke seluruh organ. Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah aneurisma aorta, yaitu pelebaran atau penonjolan pada dinding aorta akibat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":83260,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-83259","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83259","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83259"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83259\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83260"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83259"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83259"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83259"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}