{"id":83188,"date":"2026-08-05T16:33:36","date_gmt":"2026-08-05T16:33:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/05\/tiongkok-batasi-penjualan-drone-ke-as-ini-alasannya\/"},"modified":"2026-08-05T16:33:36","modified_gmt":"2026-08-05T16:33:36","slug":"tiongkok-batasi-penjualan-drone-ke-as-ini-alasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/05\/tiongkok-batasi-penjualan-drone-ke-as-ini-alasannya\/","title":{"rendered":"Tiongkok Batasi Penjualan Drone ke AS, Ini Alasannya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/05\/1785947160_3068d84b3da61b6ec05e.png\" alt=\"Tiongkok Batasi Penjualan Drone ke AS, Ini Alasannya\"\/><figcaption>Drone.(IISP)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PEMERINTAH <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tiongkok\" title=\"Tiongkok\">Tiongkok<\/a> mulai memperketat pengawasan ekspor pesawat nirawak (<i>drone<\/i>) dan barang dwiguna terkait ke <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/amerika-serikat\" title=\"Amerika Serikat\">Amerika Serikat<\/a> dengan alasan menjaga keamanan nasional di tengah meningkatnya ketegangan dagang dan teknologi kedua negara.<\/p>\n<p>Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan aturan yang mulai berlaku pada Rabu tersebut bertujuan melindungi keamanan dan kepentingan nasional sekaligus memenuhi kewajiban internasional, termasuk terkait nonproliferasi.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Ekspor\u00a0<i>drone<\/i>, komponen utama, dan teknologi terkait yang masuk dalam daftar pengawasan barang dwiguna Tiongkok ke Amerika Serikat akan menjalani pemeriksaan ketat untuk setiap kasus.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/848382\/nicolas-maduro-ditangkap-dan-jutaan-barel-minyak-dirampok-as-venezuela-senang-dibela-tiongkok\" target=\"_blank\" title=\"Nicolas Maduro Ditangkap dan Jutaan Barel Minyak Dirampok AS, Venezuela Senang Dibela Tiongkok\">Nicolas Maduro Ditangkap dan Jutaan Barel Minyak Dirampok AS, Venezuela Senang Dibela Tiongkok<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Barang-barang tersebut juga tidak lagi memenuhi syarat untuk memperoleh kemudahan perizinan ekspor, menurut pernyataan kementerian yang dikutip media pemerintah Global Times. Kebijakan tersebut muncul setelah Amerika Serikat memperketat pembatasan terhadap produk teknologi asal Tiongkok.<\/p>\n<p>Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) baru-baru ini memberikan persetujuan awal terhadap usulan pelarangan impor\u00a0<i>drone\u00a0<\/i>tertentu berstandar militer buatan luar negeri, yang secara luas disebut menyasar produsen Tiongkok.<\/p>\n<p>FCC juga memasukkan perangkat robot canggih, termasuk robot\u00a0<i>humanoid<\/i>, robot berkaki empat, serta inverter listrik ke dalam daftar peralatan yang dianggap berisiko untuk dipasarkan di Amerika Serikat. Banyak produk tersebut diproduksi di Tiongkok.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/758528\/berlakukan-tambahan-tarif-50-persen-bukti-tiongkok-tak-gentar-hadapi-as\" target=\"_blank\" title=\"Berlakukan Tambahan Tarif 50 persen, Bukti Tiongkok tak Gentar Hadapi AS\">Berlakukan Tambahan Tarif 50 persen, Bukti Tiongkok tak Gentar Hadapi AS<\/a><\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/as\" title=\"AS\">AS<\/a> juga baru-baru ini memasukkan 43 perusahaan Tiongkok ke dalam daftar hitam impor atas dugaan keterkaitan dengan kerja paksa terhadap warga Uyghur dan kelompok minoritas lainnya. Selain memperketat kontrol ekspor, Beijing menghentikan inspeksi lanjutan pasca-sertifikasi oleh lembaga sertifikasi Amerika Serikat yang ditunjuk oleh institusi Tiongkok.<\/p>\n<p>Pemerintah Tiongkok juga meluncurkan penyelidikan keamanan nasional di sektor perdagangan luar negeri dengan menyasar peralatan kantor impor untuk mencetak dan menggandakan dokumen yang menggunakan perangkat lunak sistem asing.<\/p>\n<p>Perusahaan Amerika Serikat Compliance Testing LLC dimasukkan ke dalam daftar tindakan balasan Tiongkok, sehingga organisasi maupun individu di negara itu dilarang melakukan transaksi, kerja sama, atau aktivitas lain dengan perusahaan tersebut.<\/p>\n<p>Tiongkok juga menjatuhkan tindakan balasan terhadap enam entitas Amerika Serikat yang dituduh membantu penerapan sanksi AS terkait Xinjiang.<\/p>\n<p>Keenam entitas tersebut adalah Applied DNA Sciences Inc., Stratum Reservoir LLC, Altana Technologies Inc., Responsible Business Alliance, Verite Group Inc., dan Human Rights in Tiongkok.<\/p>\n<p>Juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok mendesak AS segera mencabut kebijakan pembatasan tersebut, menghentikan tindakan yang dinilai keliru, serta kembali menyelesaikan perbedaan melalui konsultasi dan kerja sama yang bersahabat. Tiongkok juga memperingatkan akan mengambil langkah balasan lebih lanjut apabila Amerika Serikat kembali memberlakukan pembatasan baru terhadap Beijing. (Ant\/P-3)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/918781\/tiongkok-batasi-penjualan-drone-ke-as-ini-alasannya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Drone.(IISP) PEMERINTAH Tiongkok mulai memperketat pengawasan ekspor pesawat nirawak (drone) dan barang dwiguna terkait ke Amerika Serikat dengan alasan menjaga keamanan nasional di tengah meningkatnya ketegangan dagang dan teknologi kedua negara. Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan aturan yang mulai berlaku pada Rabu tersebut bertujuan melindungi keamanan dan kepentingan nasional sekaligus memenuhi kewajiban internasional, termasuk terkait nonproliferasi. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":83189,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-83188","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83188","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83188"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83188\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83189"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83188"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83188"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83188"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}