{"id":83180,"date":"2026-08-05T16:13:41","date_gmt":"2026-08-05T16:13:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/05\/profil-kageyama-tobio-setter-timnas-voli-jepang-di-haikyuu\/"},"modified":"2026-08-05T16:13:41","modified_gmt":"2026-08-05T16:13:41","slug":"profil-kageyama-tobio-setter-timnas-voli-jepang-di-haikyuu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/05\/profil-kageyama-tobio-setter-timnas-voli-jepang-di-haikyuu\/","title":{"rendered":"Profil Kageyama Tobio, Setter Timnas Voli Jepang di Haikyuu"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/05\/1785946098_edfa5bcb6e909824fe19.jpg\" alt=\"Profil Kageyama Tobio, Setter Timnas Voli Jepang di Haikyuu!!\"\/><figcaption>Kageyama Tobio(Doc IMDB)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DALAM dunia anime olahraga, khususnya bola voli, nama <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kageyama-tobio\" title=\"Kageyama Tobio\">Kageyama Tobio<\/a> telah menjadi ikon bagi dedikasi, bakat alami, dan perkembangan karakter yang luar biasa. Sebagai salah satu protagonis utama dalam serial populer <em>Haikyuu!!<\/em> karya Haruichi Furudate, Kageyama bukan sekadar pemain berbakat, melainkan sosok yang mendefinisikan ulang peran seorang <em>setter<\/em> di lapangan.<\/p>\n<p>Artikel ini akan mengulas secara mendalam profil Kageyama Tobio, mulai dari masa lalunya yang sulit di SMP Kitagawa Daiichi hingga keberhasilannya menembus skuad Timnas Voli Jepang dan bermain di level profesional internasional.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2><strong>Biodata Singkat Kageyama Tobio<\/strong><\/h2>\n<p>Sebelum masuk ke pembahasan mendalam, berikut adalah identitas dasar dari sang &#8220;Raja Lapangan&#8221;:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/908988\/kageyama-tobio-vs-tooru-oikawa-siapa-setter-paling-hebat-di-haikyuu\" title=\"Kageyama Tobio vs Tooru Oikawa, Siapa Setter Paling Hebat di Haikyuu!!?\" target=\"_blank\">Kageyama Tobio vs Tooru Oikawa, Siapa Setter Paling Hebat di Haikyuu!!?<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Nama Lengkap:<\/strong> Kageyama Tobio (\u5f71\u5c71 \u98db\u96c4)<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Tanggal Lahir:<\/strong> 22 Desember<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Tinggi Badan:<\/strong> 180.6 cm (Kelas 1 SMA) hingga 188 cm (Dewasa)<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Posisi:<\/strong> Setter<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Sekolah:<\/strong> SMP Kitagawa Daiichi, SMA Karasuno<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Nomor Punggung:<\/strong> 9 (Karasuno), 20 (Timnas Jepang)<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Afiliasi Profesional:<\/strong> Ali Roma (Liga Italia), Schweiden Adlers (V.League Division 1)<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2><strong>Awal Mula Julukan &#8220;Raja Lapangan&#8221;<\/strong><\/h2>\n<p>Kageyama Tobio diperkenalkan sebagai sosok jenius yang sombong dan diktator saat masih di SMP Kitagawa Daiichi. Kemampuannya yang jauh di atas rata-rata rekan setimnya membuat ia menuntut kesempurnaan dari orang lain. Hal inilah yang memicu lahirnya julukan &#8220;Raja Lapangan&#8221; (<em>King of the Court<\/em>).<\/p>\n<p>Namun, julukan tersebut bukanlah sebuah pujian, melainkan ejekan dari rekan setimnya karena sifatnya yang egois. Puncak traumanya terjadi ketika rekan-rekannya menolak melakukan <em>spike<\/em> atas umpan darinya dalam sebuah pertandingan resmi, yang membuatnya dicadangkan. Pengalaman pahit ini menjadi titik balik besar dalam hidup Kageyama saat ia memasuki SMA Karasuno.<\/p>\n<h2><strong>Transformasi di SMA Karasuno dan Duet Maut dengan Hinata<\/strong><\/h2>\n<p>Di SMA Karasuno, Kageyama bertemu dengan Shoyo Hinata, rival yang kemudian menjadi rekan setim paling krusial. Di bawah bimbingan pelatih Ukai dan dukungan kapten Sawamura Daichi, Kageyama belajar bahwa seorang <em>setter<\/em> tidak bisa menang sendirian.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/890053\/mengukur-kekuatan-toru-oikawa-vs-kageyama-tobio-di-haikyuu\" title=\"Mengukur Kekuatan Toru Oikawa vs Kageyama Tobio di Haikyuu!!\" target=\"_blank\">Mengukur Kekuatan Toru Oikawa vs Kageyama Tobio di Haikyuu!!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kageyama mulai memahami bahwa tugas utama <em>setter<\/em> adalah memberikan umpan yang paling mudah dipukul oleh <em>spiker<\/em>, bukan umpan yang ia anggap sempurna secara teknis. Bersama Hinata, ia menciptakan serangan &#8220;Freak Quick&#8221; yang legendaris, sebuah kombinasi kecepatan tinggi yang mengguncang dunia voli tingkat SMA di Jepang.<\/p>\n<h2><strong>Karier Profesional dan Timnas Voli Jepang<\/strong><\/h2>\n<p>Setelah lulus dari Karasuno, karier Kageyama Tobio semakin melesat. Berbeda dengan banyak karakter lain yang mungkin berhenti bermain voli setelah sekolah menengah, Kageyama memilih jalur profesional sejak dini.<\/p>\n<p>Kageyama adalah salah satu pemain termuda yang masuk ke dalam skuad Timnas Jepang untuk Olimpiade Tokyo 2021 (dalam garis waktu cerita Haikyuu!!).<\/p>\n<p>Ia bergabung dengan tim <strong>Schweiden Adlers<\/strong> di V.League Division 1 Jepang, bersaing dengan pemain-pemain top lainnya seperti Wakatoshi Ushijima dan Korai Hoshiumi. Kemampuannya yang semakin matang membawanya menjadi <em>setter<\/em> utama Timnas Jepang, di mana ia kembali berduet dengan Hinata Shoyo yang baru kembali dari pelatihan voli pantai di Brasil.<\/p>\n<p>Karier internasionalnya mencapai puncak saat ia bermain untuk <strong>Ali Roma<\/strong>, sebuah klub profesional di Liga Italia, yang dikenal sebagai salah satu liga voli terkuat di dunia.<\/p>\n<h2><strong>Kemampuan Teknis Kageyama Tobio<\/strong><\/h2>\n<p>Sebagai pemain, Kageyama dianggap sebagai paket lengkap. Berikut adalah beberapa keunggulan teknisnya:<\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li><strong>Akurasi Umpan (Setting):<\/strong> Ia mampu mengirimkan bola dengan presisi milimeter ke titik mana pun di lapangan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Jump Serve:<\/strong> Kageyama memiliki servis yang sangat mematikan, sering kali menghasilkan <em>service ace<\/em> yang krusial.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Analisis Permainan:<\/strong> Ia memiliki IQ voli yang sangat tinggi, mampu membaca strategi lawan dan posisi <em>blocker<\/em> dalam hitungan detik.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Spiking dan Blocking:<\/strong> Meski berposisi sebagai <em>setter<\/em>, tinggi badan dan lompatannya membuat ia sangat efektif saat melakukan serangan mendadak (<em>setter dump<\/em>) maupun saat bertahan di depan net.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<p>Kageyama Tobio adalah representasi dari pertumbuhan karakter yang sempurna. Dari seorang remaja yang terisolasi karena kejeniusannya yang kaku, menjadi seorang pemimpin di lapangan yang mampu mengeluarkan potensi terbaik dari setiap rekan setimnya. Perjalanannya dari Karasuno hingga menjadi bintang dunia di Italia menjadikannya salah satu karakter paling dicintai dalam sejarah anime olahraga.<\/p>\n<p>Bagi para penggemar <em>Haikyuu!!<\/em>, sosok Kageyama mengajarkan bahwa bakat saja tidak cukup; dibutuhkan kerendahan hati untuk belajar dan kerja sama tim untuk mencapai puncak tertinggi. (Z-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/918770\/profil-kageyama-tobio-setter-timnas-voli-jepang-di-haikyuu\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kageyama Tobio(Doc IMDB) DALAM dunia anime olahraga, khususnya bola voli, nama Kageyama Tobio telah menjadi ikon bagi dedikasi, bakat alami, dan perkembangan karakter yang luar biasa. Sebagai salah satu protagonis utama dalam serial populer Haikyuu!! karya Haruichi Furudate, Kageyama bukan sekadar pemain berbakat, melainkan sosok yang mendefinisikan ulang peran seorang setter di lapangan. Artikel ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":83181,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-83180","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83180","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83180"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83180\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83181"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83180"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83180"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83180"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}