{"id":83085,"date":"2026-08-05T12:11:36","date_gmt":"2026-08-05T12:11:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/05\/brin-gandeng-jepang-dan-malaysia-percepat-pengembangan-obat-penyakit-infeksi\/"},"modified":"2026-08-05T12:11:36","modified_gmt":"2026-08-05T12:11:36","slug":"brin-gandeng-jepang-dan-malaysia-percepat-pengembangan-obat-penyakit-infeksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/05\/brin-gandeng-jepang-dan-malaysia-percepat-pengembangan-obat-penyakit-infeksi\/","title":{"rendered":"BRIN Gandeng Jepang dan Malaysia Percepat Pengembangan Obat Penyakit Infeksi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/05\/1785931434_00f1e8c6a5ca70d8445a.png\" alt=\"BRIN Gandeng Jepang dan Malaysia Percepat Pengembangan Obat Penyakit Infeksi\"\/><figcaption>ilustrasi.(MI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>BADAN\u00a0Riset dan Inovasi Nasional (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/brin\" title=\"BRIN\">BRIN<\/a>) memperkuat kolaborasi riset internasional dengan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jepang\" title=\"Jepang\">Jepang<\/a> dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/malaysia\" title=\"Malaysia\">Malaysia<\/a> untuk mempercepat penemuan serta pengembangan kandidat obat penyakit infeksi berbasis kekayaan hayati Indonesia. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian farmasi nasional sekaligus mendorong hasil riset menuju tahap praklinis hingga kemitraan dengan industri.<\/p>\n<p>Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN sekaligus Project Director Agus Haryono mengatakan penyakit infeksi masih menjadi tantangan besar kesehatan global. Ancaman tersebut semakin meningkat seiring munculnya mikroorganisme yang resisten terhadap obat, termasuk resistensi antimikroba, Plasmodium, dan Mycobacterium tuberculosis.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Indonesia masih menghadapi tantangan dalam kemandirian industri farmasi karena lebih dari 90 persen bahan baku obat dan bahan aktif farmasi masih bergantung pada impor. Padahal, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat besar, baik dari tumbuhan maupun mikroorganisme darat dan laut, yang berpotensi menjadi sumber senyawa obat,&#8221; kata Agus dalam keterangan resmi, Rabu (5\/8).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/744828\/brin-gandeng-jepang-dan-malaysia-dorong-riset-pengembangan-obat-penyakit-infeksi\" title=\"BRIN Gandeng Jepang dan Malaysia Dorong Riset Pengembangan Obat Penyakit Infeksi\" target=\"_blank\">BRIN Gandeng Jepang dan Malaysia Dorong Riset Pengembangan Obat Penyakit Infeksi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurutnya, banyak penelitian berhasil mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa aktif dari bahan alam, tetapi hanya sedikit yang berkembang menjadi kandidat obat. Hal itu disebabkan keterbatasan kapasitas pada tahap awal pengembangan, mulai dari optimasi struktur kimia, kajian farmakokinetik, hingga evaluasi keamanan praklinis.<\/p>\n<p>&#8220;Tanpa kemampuan translasi yang memadai, banyak hasil riset berpotensi berhenti pada tahap awal atau berada di valley of death dalam proses penemuan obat,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Untuk mengatasi kendala tersebut, BRIN bersama mitra dari Jepang dan Malaysia menjalankan proyek Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS) yang didukung Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Japan Agency for Medical Research and Development (AMED). Program ini dirancang menjembatani riset dasar berbasis produk alami menuju pengembangan kandidat obat yang siap memasuki tahapan penelitian berikutnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/travelista\/832703\/jepang-dan-singapura-jadi-top-negara-favorit-wisatawan-indonesia-ini-alasannya\" title=\"Jepang dan Singapura Jadi Top Negara Favorit Wisatawan Indonesia, Ini Alasannya!\" target=\"_blank\">Jepang dan Singapura Jadi Top Negara Favorit Wisatawan Indonesia, Ini Alasannya!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sejak memasuki fase kedua pada 2021, para peneliti Indonesia mengikuti berbagai program peningkatan kapasitas, seperti high-throughput screening, pengembangan platform uji, pemurnian dan identifikasi struktur senyawa, optimasi struktur kimia, hingga evaluasi keamanan dan efektivitas praklinis melalui pengujian in vitro maupun in vivo. Program tersebut juga diperkuat melalui pertukaran peneliti ke laboratorium di Jepang dan pelatihan teknis bersama pakar internasional.<\/p>\n<p>Agus mengungkapkan kolaborasi itu telah menghasilkan sejumlah kandidat senyawa potensial untuk penyakit yang disebabkan virus dengue, Mycobacterium tuberculosis, Entamoeba histolytica, dan Plasmodium falciparum. Sejumlah turunan senyawa juga menunjukkan aktivitas biologis yang lebih baik setelah melalui optimasi struktur.<\/p>\n<p>&#8220;Ke depan, BRIN akan terus mendorong penguatan jalur pengembangan kandidat obat menuju tahapan praklinis, evaluasi klinis, hingga kemitraan dengan industri,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Selain mengembangkan kandidat obat, BRIN juga berupaya memperluas jejaring SATREPS di Asia Tenggara dengan meningkatkan sinergi riset antara Indonesia, Malaysia, Jepang, dan negara lain untuk menghadapi tantangan penyakit infeksi.<\/p>\n<p>Sementara itu, Project Director University of Malaya Yeun-Mun Choo mengatakan penyakit infeksi dan meningkatnya resistensi antimikroba hanya dapat diatasi melalui kolaborasi lintas disiplin, lembaga, dan negara.<\/p>\n<p>&#8220;Pengembangan obat merupakan proses panjang dan kompleks sehingga diperlukan fondasi ilmiah yang kuat, pemanfaatan teknologi terbaru, serta kemitraan internasional yang berkelanjutan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan simposium tersebut menjadi wadah bagi para peneliti untuk berbagi pengetahuan, mempresentasikan perkembangan riset terkini, sekaligus membangun kolaborasi baru guna mempercepat lahirnya terapi inovatif bagi penyakit infeksi. (Ata\/P-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/918644\/brin-gandeng-jepang-dan-malaysia-percepat-pengembangan-obat-penyakit-infeksi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi.(MI) BADAN\u00a0Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kolaborasi riset internasional dengan Jepang dan Malaysia untuk mempercepat penemuan serta pengembangan kandidat obat penyakit infeksi berbasis kekayaan hayati Indonesia. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian farmasi nasional sekaligus mendorong hasil riset menuju tahap praklinis hingga kemitraan dengan industri. Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN sekaligus Project [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":83086,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-83085","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83085","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83085"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83085\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83086"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83085"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83085"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83085"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}