{"id":82931,"date":"2026-08-05T05:35:37","date_gmt":"2026-08-05T05:35:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/05\/6-makanan-tinggi-omega-3-terbaik-untuk-kesehatan-jantung-dan-otak\/"},"modified":"2026-08-05T05:35:37","modified_gmt":"2026-08-05T05:35:37","slug":"6-makanan-tinggi-omega-3-terbaik-untuk-kesehatan-jantung-dan-otak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/05\/6-makanan-tinggi-omega-3-terbaik-untuk-kesehatan-jantung-dan-otak\/","title":{"rendered":"6 Makanan Tinggi Omega-3 Terbaik untuk Kesehatan Jantung dan Otak"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/05\/1785881608_7b4c5df865fea97029ae.jpg\" alt=\"6 Makanan Tinggi Omega-3 Terbaik untuk Kesehatan Jantung dan Otak\"\/><figcaption>ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>ASUPAN lemak tak jenuh ganda seperti asam lemak omega-3 telah lama dikenal memberikan efek positif bagi tubuh. Patricia Kolesa, M.S., RDN, menjelaskan bahwa omega-3 menjalankan beberapa fungsi penting, termasuk meningkatkan fungsi kognitif, mengoptimalkan kesehatan mata, hingga mengurangi risiko kondisi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jantung\" title=\"Jantung\">jantung<\/a> kronis.<\/p>\n<p>Kendati demikian, mengidentifikasi makanan yang kaya akan omega-3 sering kali tidak mudah karena informasi kandungan ini jarang tertera pada label nutrisi. Berikut adalah enam makanan kaya omega-3 terbaik yang direkomendasikan para ahli gizi beserta cara mengonsumsinya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3>1. Ikan Salmon<\/h3>\n<p>Menurut Lauren Harris-Pincus, M.S., RDN, salmon merupakan salah satu ikan paling kaya omega-3 di laut. Makanan laut ini mengandung sekitar 1.800\u20132.100 miligram EPA\/DHA per 100 gram porsi matang, jauh melampaui rekomendasi harian 500 mg untuk dewasa. Salmon varietas Atlantik, Chinook, dan Coho memiliki konsentrasi paling tinggi. Selain itu, salmon kaya akan protein, vitamin D, B12, niasin, dan selenium. Salmon dapat dinikmati dengan cara dipanggang, dikukus, atau dikonsumsi dalam bentuk kalengan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/917631\/mengenal-mics-cabg-operasi-bypass-jantung-minimal-invasif-dengan-pemulihan-cepat\" title=\"Mengenal MICS CABG: Operasi Bypass Jantung Minimal Invasif dengan Pemulihan Cepat\" target=\"_blank\">Mengenal MICS CABG: Operasi Bypass Jantung Minimal Invasif dengan Pemulihan Cepat<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>2. Ikan Sarden<\/h3>\n<p>Sarden menyajikan sekitar 835 mg EPA dan DHA per porsi 85 gram. Kolesa menambahkan bahwa sarden juga merupakan sumber alami vitamin D yang mendukung kekuatan tulang dan imunitas. Tulangnya yang lunak dan dapat dimakan juga menjadikannya sumber kalsium yang baik. Sarden lezat disajikan di atas roti panggang avokad, biskuit gandum, maupun dicampur dalam hidangan pasta.<\/p>\n<h3>3. Minyak Biji Chia<\/h3>\n<p>Biji chia memiliki konsentrasi asam alfa-linolenat (ALA) tertinggi di antara sumber makanan nabati. Satu sendok teh minyak biji chia mengandung sekitar 3.150 mg ALA. Namun, Harris-Pincus menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak ALA (10\u201320 kali lipat) untuk menghasilkan tingkat EPA\/DHA yang sama seperti pada ikan. Minyak dengan rasa gurih yang lembut ini cocok dijadikan bahan dasar saus salad atau disiramkan di atas sayuran.<\/p>\n<h3>4. Kacang Kenari (Walnut)<\/h3>\n<p>Kacang kenari adalah satu-satunya jenis kacang yang memiliki kandungan omega-3 substansial, yaitu 2.500 mg ALA per porsi 28 gram. Kenari kaya akan magnesium, tembaga, mangan, serta antioksidan polifenol yang memiliki sifat antiinflamasi. Kenari dapat dicampurkan ke dalam oatmeal, yogurt, salad, atau adonan kue.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/914806\/idai-gelar-pediatric-cardiology-update-xiv-di-medan-tingkatkan-layanan-jantung-anak\" title=\"IDAI Gelar Pediatric Cardiology Update XIV di Medan Tingkatkan Layanan Jantung Anak\" target=\"_blank\">IDAI Gelar Pediatric Cardiology Update XIV di Medan Tingkatkan Layanan Jantung Anak<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>5. Edamame<\/h3>\n<p>Kedelai hijau ini mengandung 700 mg ALA per setengah cangkir. Edamame memberikan keseimbangan nutrisi yang baik dengan menyumbang 9 gram protein nabati dan 4 gram serat pangan. Selain dikukus dengan garam, edamame bisa dijadikan topping untuk mangkuk biji-bijian (grain bowl), nasi goreng, atau sup.<\/p>\n<h3>6. Tahu Padat (Firm Tofu)<\/h3>\n<p>Porsi 85 gram tahu padat mengandung sekitar 400\u2013500 mg asam lemak omega-3. Varian tahu padat memiliki kandungan omega-3 paling tinggi dibandingkan varian yang lebih lembut karena kadar airnya yang lebih sedikit. Tahu dapat diolah sebagai pengganti daging cincang pada sajian takos, kaserol, atau dipanggang menggunakan air fryer.<\/p>\n<p>Memahami sumber makanan kaya omega-3, baik dari seafood maupun tanaman nabati, mempermudah Anda menyusun menu harian yang mendukung kesehatan jangka panjang secara optimal. (Eating Well\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/918396\/6-makanan-tinggi-omega-3-terbaik-untuk-kesehatan-jantung-dan-otak\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Magnific) ASUPAN lemak tak jenuh ganda seperti asam lemak omega-3 telah lama dikenal memberikan efek positif bagi tubuh. Patricia Kolesa, M.S., RDN, menjelaskan bahwa omega-3 menjalankan beberapa fungsi penting, termasuk meningkatkan fungsi kognitif, mengoptimalkan kesehatan mata, hingga mengurangi risiko kondisi jantung kronis. Kendati demikian, mengidentifikasi makanan yang kaya akan omega-3 sering kali tidak mudah karena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":82932,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-82931","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82931","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=82931"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82931\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/82932"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=82931"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=82931"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=82931"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}