{"id":82915,"date":"2026-08-05T04:55:37","date_gmt":"2026-08-05T04:55:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/05\/blue-economy-jadi-strategi-perkuat-logistik-dan-daya-saing-maritim-indonesia\/"},"modified":"2026-08-05T04:55:37","modified_gmt":"2026-08-05T04:55:37","slug":"blue-economy-jadi-strategi-perkuat-logistik-dan-daya-saing-maritim-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/05\/blue-economy-jadi-strategi-perkuat-logistik-dan-daya-saing-maritim-indonesia\/","title":{"rendered":"Blue Economy Jadi Strategi Perkuat Logistik dan Daya Saing Maritim Indonesia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/05\/1785905507_fc01af384fc4f5577541.jpg\" alt=\"Blue Economy Jadi Strategi Perkuat Logistik dan Daya Saing Maritim Indonesia\"\/><figcaption>Ilustrasi(MI\/HO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PARADIGMA\u00a0<i><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/blue-economy\" title=\"Blue Economy\">blue economy<\/a><\/i> kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai agenda pelestarian lingkungan. Lebih dari itu, konsep ini telah bertransformasi menjadi strategi pembangunan nasional yang vital untuk memperkuat daya saing <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/logistik\" title=\"logistik\">logistik<\/a>, meningkatkan efisiensi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/rantai-pasok\" title=\"rantai pasok\">rantai pasok<\/a>, serta memperkokoh posisi Indonesia sebagai negara maritim utama di kawasan Indo-Pasifik.<\/p>\n<p>The Chartered Institute of Logistics and Transport (CILT) menilai bahwa <i>blue economy<\/i> merupakan jalan paling realistis bagi Indonesia untuk menerjemahkan keunggulan geografisnya menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan. Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau dan garis pantai terpanjang kedua di dunia, potensi maritim Indonesia sangatlah masif.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Dewan Penasihat CILT Indonesia sekaligus Senior Vice President FIATA, Yukki Nugrahawan Hanafi, menekankan bahwa modal geografis ini harus dioptimalkan melalui pembangunan yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/904731\/disrupsi-perdagangan-global-meningkat-industri-logistik-perkuat-kolaborasi\" title=\"Disrupsi Perdagangan Global Meningkat, Industri Logistik Perkuat Kolaborasi\" target=\"_blank\">Disrupsi Perdagangan Global Meningkat, Industri Logistik Perkuat Kolaborasi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurutnya, <i>blue economy<\/i> adalah strategi jangka panjang untuk mentransformasi sektor logistik dan maritim secara menyeluruh.<\/p>\n<p>&#8220;<i>Blue Economy<\/i> bukan sekadar berbicara mengenai pelestarian lingkungan laut, tetapi merupakan strategi untuk membangun sistem logistik dan rantai pasok yang lebih efisien, tangguh, serta berkelanjutan,&#8221; ujar Yukki.<\/p>\n<h3>Potensi Ekonomi Kelautan Global<\/h3>\n<p>Pentingnya sektor maritim juga tercermin dalam data lembaga internasional. Berikut adalah estimasi kontribusi dan peran <i>blue economy<\/i> menurut organisasi global:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/903788\/ancaman-terhadap-rantai-pasok-belum-usai-meski-selat-hormuz-kembali-normal\" title=\"Ancaman terhadap Rantai Pasok belum Usai meski Selat Hormuz Kembali Normal\" target=\"_blank\">Ancaman terhadap Rantai Pasok belum Usai meski Selat Hormuz Kembali Normal<\/a><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; border: 1px solid #ddd; margin-bottom: 20px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Lembaga<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Perspektif \/ Data<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">OECD<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Ekonomi berbasis kelautan berkontribusi sekitar US$1,5 triliun terhadap ekonomi global per tahun.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Bank Dunia<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Prinsip <i>blue economy<\/i> menjadi instrumen penting memperkuat ketahanan ekonomi dan keberlanjutan sumber daya laut.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Transformasi Logistik dan Investasi<\/h3>\n<p>Yukki menambahkan bahwa di tengah disrupsi rantai pasok global dan perubahan iklim, keunggulan kompetitif suatu negara kini tidak hanya diukur dari kapasitas fisik pelabuhan. Investor global mulai memprioritaskan sistem logistik yang rendah emisi, terdigitalisasi, dan memiliki kepastian tata kelola.<\/p>\n<p>Implementasi <i>blue economy<\/i> di Indonesia diharapkan mampu mendorong lahirnya peluang baru, antara lain:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Pengembangan teknologi maritim dan transportasi laut ramah lingkungan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Pembangunan pelabuhan hijau (<i>green ports<\/i>).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Pemanfaatan energi terbarukan berbasis kelautan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Penguatan ekonomi masyarakat pesisir.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Efisiensi logistik melalui integrasi antarmoda dan digitalisasi.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Integrasi antara pembangunan pelabuhan, konektivitas, dan pengelolaan kawasan pesisir dinilai akan menjadi fondasi kuat bagi Indonesia untuk menarik investasi internasional. Hal ini sekaligus menjawab tantangan tingginya biaya logistik nasional yang selama ini dipicu oleh kondisi geografis kepulauan.<\/p>\n<p>Sebagai penutup, Yukki menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Indonesia memiliki seluruh prasyarat untuk menjadi kekuatan maritim dunia. <i>Blue Economy<\/i> harus menjadi fondasi agar pertumbuhan ekonomi lebih berkualitas dan tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang,&#8221; pungkasnya. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/918486\/blue-economy-jadi-strategi-perkuat-logistik-dan-daya-saing-maritim-indonesia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(MI\/HO) PARADIGMA\u00a0blue economy kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai agenda pelestarian lingkungan. Lebih dari itu, konsep ini telah bertransformasi menjadi strategi pembangunan nasional yang vital untuk memperkuat daya saing logistik, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta memperkokoh posisi Indonesia sebagai negara maritim utama di kawasan Indo-Pasifik. The Chartered Institute of Logistics and Transport (CILT) menilai bahwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":82916,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-82915","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82915","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=82915"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82915\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/82916"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=82915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=82915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=82915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}