{"id":82913,"date":"2026-08-05T04:50:40","date_gmt":"2026-08-05T04:50:40","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/05\/5-kesalahan-kebiasaan-sarapan-yang-bikin-kolesterol-tinggi\/"},"modified":"2026-08-05T04:50:40","modified_gmt":"2026-08-05T04:50:40","slug":"5-kesalahan-kebiasaan-sarapan-yang-bikin-kolesterol-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/05\/5-kesalahan-kebiasaan-sarapan-yang-bikin-kolesterol-tinggi\/","title":{"rendered":"5 Kesalahan Kebiasaan Sarapan yang Bikin Kolesterol Tinggi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/05\/1785878268_cee43d2ceafb59a7ca0b.jpg\" alt=\"5 Kesalahan Kebiasaan Sarapan yang Bikin Kolesterol Tinggi\"\/><figcaption>ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sarapan\" title=\"Sarapan\">SARAPAN<\/a> bukan sekadar meredakan rasa lapar setelah bangun tidur, melainkan kesempatan untuk menjaga kesehatan jantung. Namun, tanpa disadari, beberapa kebiasaan pagi hari yang dianggap biasa justru bisa memicu lonjakan kadar <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kolesterol\" title=\"Kolesterol\">kolesterol<\/a> jahat (LDL).<\/p>\n<p>Berdasarkan penjelasan para ahli gizi terdaftar, berikut lima kesalahan saat sarapan yang dapat merusak profil kolesterol beserta solusinya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3>1. Melewatkan Sarapan<\/h3>\n<p>Sering menyegarkan diri di pagi hari tanpa makan? Kebiasaan ini berdampak buruk bagi jantung. &#8220;Tinjauan sistematis dan meta-analisis tahun 2023 menunjukkan orang yang terbiasa melewatkan sarapan memiliki kolesterol LDL yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan mereka yang rutin sarapan,&#8221; ungkap Melissa Russell, RDN, CSR, LDN. Kadar LDL yang tinggi lambat laun memicu penumpukan plak di pembuluh darah, yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/915064\/alasan-ahli-sarankan-porsi-makan-terbesar-diletakkan-saat-sarapan\" title=\"Alasan Ahli Sarankan Porsi Makan Terbesar Diletakkan saat Sarapan\" target=\"_blank\">Alasan Ahli Sarankan Porsi Makan Terbesar Diletakkan saat Sarapan<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>2. Meminum Kopi Tanpa Filter<\/h3>\n<p>Penyajian kopi dapat memengaruhi kolesterol lebih dari yang dikira. Michelle Routhenstein, M.S., RD, CDCES, CDN, menjelaskan bahwa kopi tanpa filter, seperti French press, kopi Turki, atau beberapa sajian espreso, mengandung cafestol tinggi, yaitu senyawa alami yang dapat meningkatkan LDL jika dikonsumsi rutin. Penggunaan filter kertas pada metode drip coffee terbukti efektif menyaring senyawa ini. Selain itu, membatasi penggunaan krimer kental (heavy cream) dan sirup manis sangat disarankan.<\/p>\n<h3>3. Mengonsumsi Gula Tambahan Berlebih<\/h3>\n<p>Sereal manis, kue-kue pagi, hingga minuman kopi berperisa menyumbang gula tambahan dalam jumlah tinggi. Asupan gula berlebih secara teratur dapat merusak profil lemak darah dengan meningkatkan trigliserida dan menurunkan kolesterol baik (HDL). American Heart Association menyarankan batas gula tambahan harian maksimal 6 sendok teh (25 gram) untuk wanita dan 9 sendok teh (36 gram) untuk pria.<\/p>\n<h3>4. Makan Daging Olahan Setiap Hari<\/h3>\n<p>Daging olahan seperti bacon dan sosis kaya akan lemak jenuh dan natrium yang mendongkrak kolesterol LDL. Konsumsi harian bahan ini juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner. Sebagai gantinya, variasikan sumber protein pagi dengan telur, yogurt Yunani, keju kabin (cottage cheese), tempe, tahu, atau kacang-kacangan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/914124\/perki-tubuh-langsing-bukan-jaminan-bebas-kolesterol-tinggi\" title=\"PERKI: Tubuh Langsing Bukan Jaminan Bebas Kolesterol Tinggi\" target=\"_blank\">PERKI: Tubuh Langsing Bukan Jaminan Bebas Kolesterol Tinggi<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>5. Melupakan Asupan Serat<\/h3>\n<p>Terlalu fokus pada protein sering kali membuat seseorang melupakan serat. Padahal, serat larut sangat penting karena berfungsi mengikat kolesterol di saluran pencernaan untuk dibuang dari tubuh. Sumber serat larut yang baik meliputi oat, biji chia, biji rami, serta buah-buahan.<\/p>\n<p>&#8220;Keseimbangan adalah elemen utama yang mengikat pengelolaan kolesterol dan kesehatan jantung secara keseluruhan, pola makan Anda dari waktu ke waktulah yang benar-benar membawa perubahan, bukan satu jenis makanan saja,&#8221; terang Russell.<\/p>\n<p>Selain memperbaiki menu sarapan dengan memprioritaskan serat larut, protein tanpa lemak, dan lemak tak jenuh, pola hidup sehat lainnya juga memegang peranan penting. Olahraga teratur, tidur berkualitas selama 7-9 jam setiap malam, berhenti merokok, serta melakukan tes darah secara berkala sangat dianjurkan untuk memantau kesehatan jantung secara menyeluruh. (Eating Well\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/918386\/5-kesalahan-kebiasaan-sarapan-yang-bikin-kolesterol-tinggi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Magnific) SARAPAN bukan sekadar meredakan rasa lapar setelah bangun tidur, melainkan kesempatan untuk menjaga kesehatan jantung. Namun, tanpa disadari, beberapa kebiasaan pagi hari yang dianggap biasa justru bisa memicu lonjakan kadar kolesterol jahat (LDL). Berdasarkan penjelasan para ahli gizi terdaftar, berikut lima kesalahan saat sarapan yang dapat merusak profil kolesterol beserta solusinya. 1. Melewatkan Sarapan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":82914,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-82913","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82913","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=82913"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82913\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/82914"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=82913"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=82913"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=82913"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}