{"id":82679,"date":"2026-08-04T17:58:41","date_gmt":"2026-08-04T17:58:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/04\/13-dampak-sering-makan-es-krim\/"},"modified":"2026-08-04T17:58:41","modified_gmt":"2026-08-04T17:58:41","slug":"13-dampak-sering-makan-es-krim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/04\/13-dampak-sering-makan-es-krim\/","title":{"rendered":"13 Dampak Sering Makan Es Krim"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/04\/1785857294_8506c4d142649238e21b.jpg\" alt=\"13 Dampak Sering Makan Es Krim\"\/><figcaption>Berikut Dampak Sering Makan Es Krim(magnifik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>EE krim adalah makanan penutup beku yang dibuat dari campuran bahan seperti susu, krim, gula, dan bahan tambahan lainnya seperti buah, cokelat, kacang, atau perasa tertentu. Makanan ini memiliki tekstur lembut, rasa manis, dan biasanya disajikan dalam kondisi dingin.<\/p>\n<p>Proses pembuatan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/es-krim\" title=\"Es krim\">es krim<\/a> dilakukan dengan mencampurkan bahan-bahan utama, kemudian membekukannya sambil diaduk agar menghasilkan tekstur yang halus dan tidak terlalu keras.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3><strong>1. Meningkatkan Risiko Berat Badan Naik<\/strong><\/h3>\n<p>Es krim umumnya mengandung kalori, gula, dan lemak yang cukup tinggi. Mengonsumsinya terlalu sering dapat menyebabkan asupan kalori berlebih yang berpotensi meningkatkan berat badan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/788210\/15-dampak-sering-makan-es-krim\" title=\"15 Dampak Sering Makan Es Krim\" target=\"_blank\">15 Dampak Sering Makan Es Krim<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>2. Meningkatkan Kadar Gula Darah<\/strong><\/h3>\n<p>Kandungan gula dalam es krim dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah, terutama jika dikonsumsi dalam porsi besar atau terlalu sering.<\/p>\n<h3><strong>3. Berisiko Menyebabkan Gigi Berlubang<\/strong><\/h3>\n<p>Gula pada es krim dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri di mulut yang menghasilkan asam dan dapat merusak lapisan gigi.<\/p>\n<h3><strong>4. Memicu Masalah Pencernaan bagi Sebagian Orang<\/strong><\/h3>\n<p>Es krim yang mengandung susu dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada orang yang memiliki intoleransi laktosa, seperti kembung atau tidak nyaman di perut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kuliner\/902044\/budaya-korea-dorong-tren-pengalaman-baru-dalam-menikmati-makanan\" title=\"Budaya Korea Dorong Tren Pengalaman Baru dalam Menikmati Makanan\" target=\"_blank\">Budaya Korea Dorong Tren Pengalaman Baru dalam Menikmati Makanan<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>5. Meningkatkan Risiko Kolesterol Tinggi<\/strong><\/h3>\n<p>Beberapa jenis es krim mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Konsumsi berlebihan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar kolesterol.<\/p>\n<h3><strong>6. Menambah Risiko Jerawat pada Sebagian Orang<\/strong><\/h3>\n<p>Makanan tinggi gula dan produk susu dapat memengaruhi kondisi kulit pada sebagian orang, termasuk meningkatkan kemungkinan munculnya jerawat.<\/p>\n<h3><strong>7. Membuat Pola Makan Kurang Seimbang<\/strong><\/h3>\n<p>Terlalu sering memilih es krim sebagai camilan dapat mengurangi konsumsi makanan yang lebih kaya nutrisi, seperti buah, sayur, dan sumber protein.<\/p>\n<h3><strong>8. Menyebabkan Ketergantungan pada Makanan Manis<\/strong><\/h3>\n<p>Kebiasaan mengonsumsi makanan manis secara rutin dapat membuat seseorang lebih sering menginginkan rasa manis.<\/p>\n<h3><strong>9. Meningkatkan Risiko Resistensi Insulin<\/strong><\/h3>\n<p>Pola konsumsi gula berlebih dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan sensitivitas insulin, terutama jika disertai pola makan tidak sehat.<\/p>\n<h3><strong>10. Dapat Mengganggu Kualitas Tidur<\/strong><\/h3>\n<p>Beberapa produk es krim mengandung gula tinggi yang dapat memengaruhi energi tubuh, terutama jika dikonsumsi menjelang waktu tidur.<\/p>\n<h3><strong>11. Berpotensi Memperburuk Asam Lambung pada Sebagian Orang<\/strong><\/h3>\n<p>Kandungan lemak tinggi dalam beberapa jenis es krim dapat membuat sebagian orang lebih rentan mengalami rasa tidak nyaman akibat asam lambung.<\/p>\n<h3><strong>12. Menambah Risiko Peradangan akibat Pola Makan Tidak Sehat<\/strong><\/h3>\n<p>Konsumsi makanan tinggi gula dan lemak secara berlebihan dapat berhubungan dengan peningkatan risiko peradangan dalam tubuh.<\/p>\n<h3><strong>13. Menyebabkan Asupan Nutrisi Berlebih tetapi Rendah Serat<\/strong><\/h3>\n<p>Es krim dapat memberikan energi cukup tinggi, tetapi umumnya rendah serat sehingga kurang mendukung pola makan yang seimbang jika dikonsumsi berlebihan.<\/p>\n<p>Es krim boleh dinikmati sebagai camilan sesekali, tetapi konsumsi yang terlalu sering dan berlebihan dapat berdampak pada berat badan, kesehatan gigi, kadar gula darah, serta keseimbangan nutrisi tubuh. (Z-4)<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>alodokter, morinaga<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/918347\/13-dampak-sering-makan-es-krim\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut Dampak Sering Makan Es Krim(magnifik) EE krim adalah makanan penutup beku yang dibuat dari campuran bahan seperti susu, krim, gula, dan bahan tambahan lainnya seperti buah, cokelat, kacang, atau perasa tertentu. Makanan ini memiliki tekstur lembut, rasa manis, dan biasanya disajikan dalam kondisi dingin. Proses pembuatan es krim dilakukan dengan mencampurkan bahan-bahan utama, kemudian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":82680,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-82679","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82679","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=82679"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82679\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/82680"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=82679"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=82679"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=82679"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}