{"id":82435,"date":"2026-08-04T07:32:37","date_gmt":"2026-08-04T07:32:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/04\/mengenal-patagotitan-mayorum-dinosaurus-terbesar-seberat-10-gajah\/"},"modified":"2026-08-04T07:32:37","modified_gmt":"2026-08-04T07:32:37","slug":"mengenal-patagotitan-mayorum-dinosaurus-terbesar-seberat-10-gajah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/04\/mengenal-patagotitan-mayorum-dinosaurus-terbesar-seberat-10-gajah\/","title":{"rendered":"Mengenal Patagotitan mayorum, Dinosaurus Terbesar Seberat 10 Gajah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/04\/1785828405_38b61904d3d019df7b9d.jpeg\" alt=\"Mengenal Patagotitan mayorum, Dinosaurus Terbesar Seberat 10 Gajah\"\/><figcaption>Gambaran artistik Patagotitan.(Dok. Mariol Lanzas)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>BUMI jutaan tahun lalu dihuni oleh makhluk raksasa, dan salah satu yang paling fenomenal adalah <i><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/patagotitan-mayorum\" title=\"Patagotitan mayorum\">Patagotitan mayorum<\/a><\/i>. Dinosaurus dari era Kapur ini tercatat sebagai hewan darat terbesar sekaligus fosil paling lengkap yang pernah diidentifikasi dalam <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sejarah-paleontologi\" title=\"sejarah paleontologi\">sejarah paleontologi<\/a>.<\/p>\n<p>Berdasarkan data temuan, <i>Patagotitan<\/i> memiliki panjang mencapai 37 meter dari hidung hingga ekor, setara dengan panjang pesawat jet komersial. Bobotnya diperkirakan mencapai 57.000 kilogram atau setara dengan berat 10 ekor gajah dewasa.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Penemuan di Patagonia<\/h2>\n<p>Fosil raksasa ini pertama kali ditemukan pada tahun 2010 di wilayah terpencil Patagonia, Argentina. Penemuan diawali oleh Aurelio Hernandez, seorang pekerja pertanian yang melihat tulang paha raksasa menancap di tanah. Proses penggalian memakan waktu lima tahun dan berhasil mengangkat lebih dari 200 tulang dari enam individu berbeda.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/914540\/jejak-kumbang-pemakan-bangkai-ditemukan-pada-fosil-titanosaurus-70-juta-tahun\" title=\"Jejak Kumbang Pemakan Bangkai Ditemukan pada Fosil Titanosaurus 70 Juta Tahun\" target=\"_blank\">Jejak Kumbang Pemakan Bangkai Ditemukan pada Fosil Titanosaurus 70 Juta Tahun<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sebagai anggota keluarga <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/titanosaurus\" title=\"Titanosaurus\">titanosaurus<\/a> dari kelompok sauropoda, dinosaurus ini memiliki ciri khas leher yang sangat panjang serta tungkai yang tebal dan kokoh untuk menopang beban tubuhnya yang masif.<\/p>\n<h3>Adaptasi Biologis dan Cara Hidup<\/h3>\n<p>Untuk bertahan hidup, <i>Patagotitan<\/i> membutuhkan asupan energi yang besar. Sebagai herbivora, hewan ini mengonsumsi sekitar 120 kilogram vegetasi setiap hari. Mereka menggunakan 40 gigi berbentuk pasak untuk merontokkan dedaunan yang kemudian diproses dalam sistem pencernaan raksasa selama sepuluh hari.<\/p>\n<p>Meski bertubuh kolosal, dinosaurus ini memiliki otak yang relatif kecil, hanya seukuran buah jeruk bali. Di ekosistemnya, mereka berperan sebagai rekayasawan alam yang membuka ruang bagi vegetasi baru melalui jejak kaki dan kotoran yang mereka tinggalkan saat bergerak dalam kelompok.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/908009\/dinosaurus-pertama-antartika-terungkap-fosil-titanosaurus-berusia-40-tahun\" title=\"Dinosaurus Pertama Antartika Terungkap, Fosil Titanosaurus Berusia 40 Tahun\" target=\"_blank\">Dinosaurus Pertama Antartika Terungkap, Fosil Titanosaurus Berusia 40 Tahun<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Reproduksi dan Pertumbuhan Pesat<\/h3>\n<p><i>Patagotitan<\/i> berkembang biak dengan bertelur dalam sarang berisi 30 hingga 40 butir. Uniknya, induk tidak mengerami telur secara langsung karena risiko menghancurkannya. Mereka memanfaatkan panas geotermal dari tanah vulkanik untuk proses penetasan.<\/p>\n<p>Anak <i>Patagotitan<\/i> yang menetas dari telur seukuran buah melon mengalami pertumbuhan luar biasa. Dalam 30 tahun, ukurannya melonjak 16.000 kali lipat. Kecepatan tumbuh ini menjadi perlindungan alami, karena saat dewasa, mereka menjadi terlalu besar untuk diserang predator seperti <i>Tyrannotitan<\/i>.<\/p>\n<p>Paul Barrett dari Natural History Museum London menyebut ukuran <i>Patagotitan<\/i> telah menyentuh batas maksimal kapasitas fisik makhluk hidup di daratan. &#8220;Mereka mendorong batas dari apa yang mungkin dilakukan oleh sebuah tubuh di daratan,&#8221; ungkapnya. (<em>Discover Wildlife\/<\/em>Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/918063\/mengenal-patagotitan-mayorum-dinosaurus-terbesar-seberat-10-gajah\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gambaran artistik Patagotitan.(Dok. Mariol Lanzas) BUMI jutaan tahun lalu dihuni oleh makhluk raksasa, dan salah satu yang paling fenomenal adalah Patagotitan mayorum. Dinosaurus dari era Kapur ini tercatat sebagai hewan darat terbesar sekaligus fosil paling lengkap yang pernah diidentifikasi dalam sejarah paleontologi. Berdasarkan data temuan, Patagotitan memiliki panjang mencapai 37 meter dari hidung hingga ekor, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":82436,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-82435","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82435","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=82435"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82435\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/82436"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=82435"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=82435"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=82435"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}