{"id":82403,"date":"2026-08-04T06:10:37","date_gmt":"2026-08-04T06:10:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/04\/apa-itu-sindrom-ckm-kondisi-yang-menghubungkan-penyakit-jantung-ginjal-diabetes-dan-obesitas\/"},"modified":"2026-08-04T06:10:37","modified_gmt":"2026-08-04T06:10:37","slug":"apa-itu-sindrom-ckm-kondisi-yang-menghubungkan-penyakit-jantung-ginjal-diabetes-dan-obesitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/04\/apa-itu-sindrom-ckm-kondisi-yang-menghubungkan-penyakit-jantung-ginjal-diabetes-dan-obesitas\/","title":{"rendered":"Apa Itu Sindrom CKM Kondisi yang Menghubungkan Penyakit Jantung, Ginjal, Diabetes, dan Obesitas"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/04\/1785823308_bb2c1a6dac5fe686bfd3.jpeg\" alt=\"Apa Itu Sindrom CKM? Kondisi yang Menghubungkan Penyakit Jantung, Ginjal, Diabetes, dan Obesitas\"\/><figcaption>Ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penyakit-jantung\" title=\"penyakit jantung\">PENYAKIT jantung<\/a>, gangguan ginjal, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/diabetes-tipe-2\" title=\"Diabetes tipe 2\">diabetes tipe 2<\/a>, dan obesitas selama ini kerap dipandang sebagai kondisi yang berdiri sendiri.\u00a0<\/p>\n<p>Namun, para ahli kini menekankan keempatnya saling berkaitan dalam satu kondisi yang disebut Cardiovascular-Kidney-Metabolic (CKM) Syndrome atau Sindrom Kardiovaskular-Ginjal-Metabolik. Konsep ini diperkenalkan American Heart Association (AHA) untuk membantu mendeteksi risiko penyakit kronis lebih dini dan mendorong penanganan yang lebih terpadu.\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Menurut AHA, CKM syndrome merupakan kondisi ketika kesehatan jantung, ginjal, dan sistem metabolisme yang mengatur cara tubuh menghasilkan, menyimpan, dan menggunakan energi sehingga mengalami gangguan yang saling memengaruhi.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/857255\/hormon-seks-ungkap-rahasia-risiko-jantung-pada-pasien-diabetes-tipe-2\" title=\"Hormon Seks Ungkap Rahasia Risiko Jantung pada Pasien Diabetes Tipe 2\" target=\"_blank\">Hormon Seks Ungkap Rahasia Risiko Jantung pada Pasien Diabetes Tipe 2<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ketika salah satu organ atau sistem tidak berfungsi optimal, dampaknya dapat memperburuk fungsi organ lain sehingga meningkatkan risiko penyakit serius seperti gagal ginjal, serangan jantung, stroke, hingga kematian dini.\u00a0<\/p>\n<p>Pedoman klinis pertama mengenai CKM syndrome yang diterbitkan bersama American Heart Association dan American College of Cardiology pada Juni 2026 menyebutkan hampir 90% orang dewasa di Amerika Serikat memiliki sedikitnya satu faktor risiko CKM. Seperti obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes atau pradiabetes, kadar kolesterol tidak normal, maupun penurunan fungsi ginjal.\u00a0<\/p>\n<p>Kondisi tersebut sering berkembang secara bertahap tanpa gejala yang jelas sehingga banyak orang baru menyadarinya ketika komplikasi telah muncul.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/820195\/jenis-depresi-tertentu-bisa-tingkatkan-risiko-penyakit-berbeda\" title=\"Jenis Depresi Tertentu Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Berbeda\" target=\"_blank\">Jenis Depresi Tertentu Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Berbeda<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Melalui konsep CKM, dokter tidak lagi hanya berfokus pada satu penyakit, melainkan melihat hubungan antar sistem tubuh secara menyeluruh.\u00a0<\/p>\n<p>Pendekatan ini diharapkan mampu mendeteksi risiko lebih awal sehingga pengobatan dapat diberikan sebelum terjadi kerusakan organ yang lebih berat.\u00a0<\/p>\n<h2>Siapa yang Berisiko?<\/h2>\n<p>AHA menjelaskan risiko CKM meningkat pada orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penyakit-ginjal\" title=\"penyakit ginjal\">penyakit ginjal<\/a> kronis, gangguan kolesterol, hingga gangguan tidur seperti obstructive sleep apnea. \u2018<\/p>\n<p>Riwayat keluarga, faktor usia, kebiasaan merokok, pola makan yang buruk, kurang aktivitas fisik, serta stres kronis juga dapat mempercepat perkembangan sindrom ini.\u00a0<\/p>\n<p>Karena itu, pemeriksaan kesehatan rutin menjadi bagian penting dalam pencegahan. Dokter biasanya akan mengevaluasi tekanan darah, indeks massa tubuh dan lingkar pinggang, kadar gula darah, profil lipid, serta fungsi ginjal untuk mengetahui apakah seseorang mulai memasuki tahapan CKM syndrome.\u00a0<\/p>\n<h2>Dapat Dicegah dengan Perubahan Gaya Hidup<\/h2>\n<p>Kabar baiknya, CKM syndrome dapat diperlambat bahkan dicegah melalui perubahan gaya hidup sejak dini.\u00a0<\/p>\n<p>Pedoman terbaru merekomendasikan menjaga berat badan ideal, menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, berhenti merokok, tidur yang cukup, serta mengendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.\u00a0<\/p>\n<p>Pada sebagian pasien, dokter juga dapat memberikan terapi seperti obat golongan SGLT2 inhibitor atau GLP-1 receptor agonist sesuai kondisi medis masing-masing.\u00a0<\/p>\n<p>Para ahli menekankan bahwa memahami hubungan erat antara kesehatan jantung, ginjal, dan metabolisme menjadi langkah penting dalam mencegah komplikasi jangka panjang.\u00a0<\/p>\n<p>Dengan deteksi dini dan penanganan yang terintegrasi, risiko penyakit kronis dapat ditekan sebelum berkembang menjadi kondisi yang mengancam jiwa. \u00a0(American Heart Association\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/918031\/apa-itu-sindrom-ckm-kondisi-yang-menghubungkan-penyakit-jantung-ginjal-diabetes-dan-obesitas\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Magnific) PENYAKIT jantung, gangguan ginjal, diabetes tipe 2, dan obesitas selama ini kerap dipandang sebagai kondisi yang berdiri sendiri.\u00a0 Namun, para ahli kini menekankan keempatnya saling berkaitan dalam satu kondisi yang disebut Cardiovascular-Kidney-Metabolic (CKM) Syndrome atau Sindrom Kardiovaskular-Ginjal-Metabolik. Konsep ini diperkenalkan American Heart Association (AHA) untuk membantu mendeteksi risiko penyakit kronis lebih dini dan mendorong [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":82404,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-82403","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82403","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=82403"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82403\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/82404"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=82403"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=82403"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=82403"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}