{"id":82355,"date":"2026-08-04T04:06:37","date_gmt":"2026-08-04T04:06:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/04\/anak-enggan-kembali-ke-sekolah-jangan-dimarahi-ini-solusi-pakar\/"},"modified":"2026-08-04T04:06:37","modified_gmt":"2026-08-04T04:06:37","slug":"anak-enggan-kembali-ke-sekolah-jangan-dimarahi-ini-solusi-pakar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/04\/anak-enggan-kembali-ke-sekolah-jangan-dimarahi-ini-solusi-pakar\/","title":{"rendered":"Anak Enggan Kembali ke Sekolah Jangan Dimarahi, Ini Solusi Pakar"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/04\/1785800805_fe985c7de0ad45f72473.jpg\" alt=\"Anak Enggan Kembali ke Sekolah? Jangan Dimarahi, Ini Solusi Pakar\"\/><figcaption>ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MUSIM liburan telah usai dan saatnya anak-anak kembali ke sekolah. Namun, bagaimana jika buah hati Anda justru menolak untuk berangkat? Jika mengalami situasi ini, Anda tidak sendiri. Fenomena enggan sekolah (school avoidance) kini menjadi persoalan yang kian marak terjadi.<\/p>\n<p>Jayne Demsky, pendiri dan CEO School Avoidance Alliance, organisasi asal New Jersey yang membantu keluarga dan sekolah menangani masalah ini, mengungkapkan isu ini terus berkembang. &#8220;Saya berbicara dengan para pendidik setiap hari, dan mereka terus memberi tahu saya bahwa ini adalah masalah yang berkembang,&#8221; ujar Demsky. Ia juga mencatat adanya peningkatan jumlah orang tua yang bergabung dalam grup penunjang daring miliknya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Mengapa Anak Enggan Kembali ke Sekolah?<\/h2>\n<p>Selama libur musim panas, durasi anak berinteraksi dengan layar gawai biasanya meningkat pesat. Banyak aplikasi dirancang untuk memicu adopsi kecanduan melalui paparan dopamin secara terus-menerus, seperti jumlah likes atau poin permainan, yang didapat dengan usaha sangat minim.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/903681\/ilmuwan-identifikasi-usia-kritis-saat-gadget-berikan-dampak-terbesar-pada-anak\" title=\"Ilmuwan Identifikasi Usia Kritis Saat Gadget Berikan Dampak Terbesar pada Anak\" target=\"_blank\">Ilmuwan Identifikasi Usia Kritis Saat Gadget Berikan Dampak Terbesar pada Anak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Akibatnya, transisi menuju rutinitas sekolah menjadi hal yang berat. Anak-anak harus bangun pagi, berpakaian rapi, dan fokus di kelas tanpa adanya aliran hiburan yang instan.<\/p>\n<p>Di sisi lain, lingkungan sekolah sering kali kurang mendukung kesejahteraan fisik dan mental murid. Kurangnya aktivitas fisik, minimnya waktu di luar ruangan, serta terbatasnya porsi bermain menjadi pemicu stres tambahan. Ditambah lagi, penggunaan layar digital yang berlebihan di kelas kerap membuat siswa lelah secara mental. Menariknya, Demsky menyebutkan bahwa anak-anak yang mengalami school avoidance umumnya memiliki kecerdasan yang tinggi.<\/p>\n<h2>Langkah yang Bisa Dilakukan Orangtua<\/h2>\n<p>Jika anak Anda menunjukkan gejala enggan kembali ke sekolah, berikut beberapa panduan yang dapat diterapkan:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/902855\/bahaya-tersembunyi-main-hp-saat-makan-bersama-anak-orangtua-wajib-tahu\" title=\"Bahaya Tersembunyi Main HP Saat Makan Bersama Anak, Orangtua Wajib Tahu!\" target=\"_blank\">Bahaya Tersembunyi Main HP Saat Makan Bersama Anak, Orangtua Wajib Tahu!<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>1. Kelola Waktu Penggunaan Gawai di Rumah<\/h3>\n<p>Menghentikan penggunaan gawai secara mendadak pada hari pertama sekolah akan sangat memberatkan anak. Kurangi durasi screen time secara bertahap sebelum sekolah dimulai. Alihkan perhatian mereka dengan kegiatan lain yang menyenangkan dan terapkan batas waktu tidur yang teratur. Pastikan gawai tidak disimpan di dalam kamar tidur anak.<\/p>\n<p>Demsky menjelaskan anak yang menolak sekolah sering kali begadang agar bisa tidur di siang hari demi menghindari rasa salah. &#8220;Sebagian besar anak tidak melakukannya secara sengaja,&#8221; kata Demsky. &#8220;Ini terjadi secara alami.&#8221;<\/p>\n<h3>2. Perkuat Hubungan Anak dengan Lingkungan Sekolah<\/h3>\n<p>&#8220;Keterikatan dengan teman sebaya, guru, dan siapa saja di bangunan sekolah adalah salah satu faktor pelindung yang membuat anak tetap bertahan di sekolah,&#8221; tutur Demsky.<\/p>\n<p>Jika anak tergolong pasif, mintalah guru atau konselor sekolah untuk mengadakan pertemuan personal dengan mereka. Libatkan pula anak dalam kegiatan ekstrakurikuler. Untuk komunikasi harian tanpa gangguan media sosial, pertimbangkan penggunaan telepon rumah atau ponsel pintar fitur terbatas (dumb phone).<\/p>\n<h3>3. Hindari Membentak atau Dimarahi<\/h3>\n<p>Saat anak sulit dibangunkan di pagi hari, hindari menggunakan nada tinggi atau menyalakan musik keras. &#8220;Tidak,&#8221; tegas Demsky. &#8220;Kita ingin memberi tahu anak bahwa kita mengerti. Kita memahami bahwa ini adalah sesuatu yang tidak bisa mereka kendalikan.&#8221;<\/p>\n<p>Demsky menyarankan agar orang tua menunjukkan empati dan membangun rasa percaya diri anak melalui ucapan yang menenangkan, seperti: &#8220;Iibu\/Ayah tahu kamu sedang cemas saat ini. Ibu\/Ayah mengerti itu berat, tetapi Ibu\/Ayah yakin kamu punya kemampuan untuk mengatasi perasaan ini.&#8221;<\/p>\n<p>Jika mendapat teguran dari pihak sekolah terkait absensi, hindari menekan anak. Alih-alih panik, jadwalkan diskusi bersama pihak sekolah untuk mencari jalan keluar terbaik. &#8220;Sebagai orang tua, Anda tidak boleh memperlihatkan kecemasan Anda kepada anak,&#8221; tambah Demsky. &#8220;Anda harus memproyeksikan ketenangan.&#8221;<\/p>\n<h3>4. Cari Bantuan Profesional<\/h3>\n<p>Bila penolakan terus berlanjut, hubungi profesional kesehatan mental untuk memeriksa potensi depresi atau gangguan kecemasan. Apabila anak membutuhkan penyesuaian gaya belajar khusus, ajukan evaluasi secara tertulis kepada pihak sekolah.<\/p>\n<p>Mendengarkan kekhawatiran anak, memvalidasi perasaan mereka, serta berkolaborasi dengan pihak sekolah merupakan langkah utama untuk membantu anak kembali belajar dengan nyaman. (CNN\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/917939\/anak-enggan-kembali-ke-sekolah-jangan-dimarahi-ini-solusi-pakar\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Magnific) MUSIM liburan telah usai dan saatnya anak-anak kembali ke sekolah. Namun, bagaimana jika buah hati Anda justru menolak untuk berangkat? Jika mengalami situasi ini, Anda tidak sendiri. Fenomena enggan sekolah (school avoidance) kini menjadi persoalan yang kian marak terjadi. Jayne Demsky, pendiri dan CEO School Avoidance Alliance, organisasi asal New Jersey yang membantu keluarga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":82356,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-82355","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82355","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=82355"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82355\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/82356"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=82355"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=82355"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=82355"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}