{"id":82238,"date":"2026-08-03T22:53:39","date_gmt":"2026-08-03T22:53:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/03\/krisis-kepemimpinan-fifa-uefa-ancam-boikot-dan-gugat-gianni-infantino\/"},"modified":"2026-08-03T22:53:39","modified_gmt":"2026-08-03T22:53:39","slug":"krisis-kepemimpinan-fifa-uefa-ancam-boikot-dan-gugat-gianni-infantino","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/03\/krisis-kepemimpinan-fifa-uefa-ancam-boikot-dan-gugat-gianni-infantino\/","title":{"rendered":"Krisis Kepemimpinan FIFA UEFA Ancam Boikot dan Gugat Gianni Infantino"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/04\/1785797083_1474e099f772b8b4bf3c.jpg\" alt=\"Krisis Kepemimpinan FIFA: UEFA Ancam Boikot dan Gugat Gianni Infantino\"\/><figcaption>Presiden FIFA Gianni Infantino.(AFP\/NORBERTO DUARTE)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PRESIDEN <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/fifa\" title=\"fifa\">FIFA<\/a> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gianni-infantino\" title=\"Gianni Infantino\">Gianni Infantino<\/a> kini berada di bawah tekanan hebat setelah sejumlah sumber senior di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/uefa\" title=\"uefa\">UEFA<\/a> mengungkapkan adanya ancaman &#8220;non-kooperasi&#8221; atau pemutusan kerja sama jika ia tidak segera mengundurkan diri. Pemberontakan ini dipicu oleh rencana kontroversial Infantino untuk menjual saham kompetisi FIFA kepada investor swasta melalui entitas baru bernama <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/fifa-forward-enterprise\" title=\"FIFA Forward Enterprise\">FIFA Forward Enterprise<\/a> (FFE).<\/p>\n<p>Para penentang Infantino menegaskan bahwa &#8220;tidak ada jalan kembali&#8221; selama pria berusia 56 tahun itu tetap menjabat. Bentuk gangguan yang direncanakan mencakup penolakan untuk berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan resmi FIFA.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Situasi ini semakin memanas setelah UEFA mengancam akan mengambil langkah hukum, sementara federasi seperti Wales secara terbuka menarik dukungan mereka untuk pencalonan kembali Infantino pada Maret mendatang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/917306\/kepemimpinan-gianni-infantino-diguncang-uefa-dan-concacaf-jelang-re-eleksi-fifa\" title=\"Kepemimpinan Gianni Infantino Diguncang UEFA dan Concacaf Jelang Re-eleksi FIFA\" target=\"_blank\">Kepemimpinan Gianni Infantino Diguncang UEFA dan Concacaf Jelang Re-eleksi FIFA<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Rencana Investasi FFE yang Kontroversial<\/h3>\n<p>Inti dari konflik ini adalah upaya FIFA untuk membentuk anak perusahaan komersial, FIFA Forward Enterprise (FFE), guna mengelola ajang utama seperti Piala Dunia.<\/p>\n<p>FIFA berencana mengundang pihak ketiga untuk melakukan investasi minoritas. Grup investor ini kabarnya dipimpin oleh Thrive Eternal, sebuah firma modal ventura asal Amerika Serikat yang didirikan oleh Joshua Kushner.<\/p>\n<p>Dalam upayanya menggalang dukungan, Infantino menjanjikan dana sebesar US$40 juta (sekitar Rp628 miliar) kepada 211 asosiasi anggota jika mereka menyetujui proposal tersebut. Namun, langkah ini justru dianggap sebagai proses tata kelola yang buruk oleh banyak pihak di Eropa dan Amerika Utara.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/916808\/55-negara-uefa-kompak-boikot-fifa-ini-alasannya\" title=\"55 Negara UEFA Kompak Boikot FIFA, Ini Alasannya\" target=\"_blank\">55 Negara UEFA Kompak Boikot FIFA, Ini Alasannya<\/a><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Kategori<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Detail Informasi<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Target Re-eleksi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Maret 2027 (Membutuhkan 106 dari 211 suara)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Negara Penentang<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Wales, Skotlandia, Inggris (rencana), Serbia, Swedia, Finlandia<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Negara Pendukung<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Maroko, Qatar, Lebanon, Kuwait, Sri Lanka<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Ancaman Hukum<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Gugatan arbitrase dan perintah pelestarian dokumen digital oleh UEFA<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Peta Kekuatan Suara di FIFA<\/h3>\n<p>Meskipun mendapatkan perlawanan keras dari UEFA (55 suara) dan Concacaf (35 suara), Infantino masih memiliki basis dukungan di wilayah lain. Konfederasi sepak bola Afrika (CAF), Conmebol, dan Oceania sejauh ini belum melontarkan kritik terhadap rencana FFE tersebut. Namun, posisi Infantino tetap rawan karena Dewan FIFA dapat memaksanya mundur melalui pertemuan darurat jika didukung oleh 19 dari 37 anggota dewan.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Konfederasi<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">Jumlah Suara Anggota<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">Wakil di Dewan FIFA<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">UEFA (Eropa)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">55<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">9<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">CAF (Afrika)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">54<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">6<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">AFC (Asia)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">46<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">7<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Concacaf (Utara &amp; Tengah)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">35<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">5<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Conmebol (Selatan)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">10<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">5<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">OFC (Oceania)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">11<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">3<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Tuntutan Transparansi<\/h3>\n<p>Wakil Presiden UEFA, Laura McAllister, menyebut proses inisiatif FFE sebagai &#8220;tata kelola yang sangat buruk&#8221;. UEFA telah mengirimkan surat resmi yang meminta FIFA untuk menjaga semua dokumen elektronik, termasuk pesan instan (WhatsApp, Signal, Slack) dan korespondensi tertulis terkait rencana investasi ini.<\/p>\n<p>&#8220;Kita perlu belajar dari proses yang membawa bencana ini untuk memastikan kita memiliki rantai akuntabilitas agar hal serupa tidak terulang kembali,&#8221; tegas McAllister. Ia berharap momentum ini menjadi titik balik bagi sejarah sepak bola untuk melakukan perubahan kepemimpinan pada tahun depan. (bbc\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/917930\/krisis-kepemimpinan-fifa-uefa-ancam-boikot-dan-gugat-gianni-infantino\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden FIFA Gianni Infantino.(AFP\/NORBERTO DUARTE) PRESIDEN FIFA Gianni Infantino kini berada di bawah tekanan hebat setelah sejumlah sumber senior di UEFA mengungkapkan adanya ancaman &#8220;non-kooperasi&#8221; atau pemutusan kerja sama jika ia tidak segera mengundurkan diri. Pemberontakan ini dipicu oleh rencana kontroversial Infantino untuk menjual saham kompetisi FIFA kepada investor swasta melalui entitas baru bernama FIFA [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":82239,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-82238","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82238","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=82238"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82238\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/82239"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=82238"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=82238"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=82238"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}