{"id":82129,"date":"2026-08-03T17:49:35","date_gmt":"2026-08-03T17:49:35","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/03\/mengenal-plak-mitokondria-temuan-baru-penyebab-alzheimer-dan-harapan-terapi-masa-depan\/"},"modified":"2026-08-03T17:49:35","modified_gmt":"2026-08-03T17:49:35","slug":"mengenal-plak-mitokondria-temuan-baru-penyebab-alzheimer-dan-harapan-terapi-masa-depan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/03\/mengenal-plak-mitokondria-temuan-baru-penyebab-alzheimer-dan-harapan-terapi-masa-depan\/","title":{"rendered":"Mengenal Plak Mitokondria Temuan Baru Penyebab Alzheimer dan Harapan Terapi Masa Depan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/03\/1785768198_f67ccdca4ed65ac4195e.jpg\" alt=\"Mengenal Plak Mitokondria: Temuan Baru Penyebab Alzheimer dan Harapan Terapi Masa Depan\"\/><figcaption>Ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PENYAKIT <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/alzheimer\" title=\"alzheimer\">Alzheimer<\/a> telah lama menjadi tantangan besar bagi dunia kesehatan global. Sebagai bentuk demensia yang paling umum, Alzheimer diperkirakan menyerang sekitar 57 juta orang di seluruh dunia. Angka ini diprediksi akan melonjak tajam hingga melampaui 150 juta kasus pada tahun 2050, seiring dengan meningkatnya populasi lansia secara global.<\/p>\n<p>Selama puluhan tahun, fokus utama penelitian medis tertuju pada dua tersangka utama: penumpukan plak beta-amiloid dan protein tau yang mengalami salah lipat (<em>misfolded<\/em>) di otak. Keduanya diketahui memicu kematian sel saraf yang berujung pada penurunan daya ingat dan fungsi kognitif. Namun, sebuah terobosan terbaru yang diterbitkan dalam jurnal <em>Nature Neuroscience<\/em> mengungkap adanya faktor lain yang selama ini tersembunyi, yakni <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/plak-mitokondria\" title=\"Plak Mitokondria\">plak mitokondria<\/a> (<em>mitochondrial plaques<\/em> atau MPs).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Apa Itu Plak Mitokondria?<\/h2>\n<p>Mitokondria sering dijuluki sebagai &#8220;pembangkit energi&#8221; sel. Organel ini bertanggung jawab menghasilkan energi kimia yang dibutuhkan sel saraf untuk berkomunikasi dan berfungsi secara normal. Dalam kondisi sehat, tubuh memiliki mekanisme pembersihan alami yang disebut <strong>mitofagi<\/strong> (<em>mitophagy<\/em>), yaitu proses mendaur ulang mitokondria yang sudah rusak atau tua.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/915755\/kaitan-frailitas-dan-demensia-kondisi-fisik-lemah-percepat-gejala-pikun\" target=\"_blank\" title=\"Kaitan Frailitas dan Demensia: Kondisi Fisik Lemah Percepat Gejala Pikun\">Kaitan Frailitas dan Demensia: Kondisi Fisik Lemah Percepat Gejala Pikun<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Tim peneliti lintas disiplin dari University of Minnesota menemukan bahwa pada penderita Alzheimer, mekanisme mitofagi ini mengalami gangguan serius. Akibatnya, mitokondria yang rusak tidak dihancurkan, melainkan menumpuk dan membentuk plak di dalam neuron.<\/p>\n<p><strong>Kutipan Kunci:<\/strong> &#8220;Penemuan ini mengidentifikasi plak mitokondria sebagai ciri penyakit Alzheimer yang sebelumnya belum pernah dikenali,&#8221; ujar Paul Robbins, ahli biokimia dari University of Minnesota.<\/p>\n<h2>Bukti pada Tikus dan Jaringan Otak Manusia<\/h2>\n<p>Untuk memvalidasi temuan ini, para ilmuwan melakukan eksperimen pada tikus transgenik yang direkayasa memiliki gejala Alzheimer. Menggunakan penanda khusus bernama <em>Keima<\/em>, peneliti memantau proses mitofagi secara <em>real-time<\/em>. Hasilnya cukup mengejutkan:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Deteksi Dini:<\/strong> Penumpukan plak mitokondria sudah mulai terlihat pada tikus usia 15 minggu (setara awal masa dewasa manusia).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Progresivitas:<\/strong> Pada usia 50 hingga 60 minggu, terjadi akumulasi masif mitokondria asam, menandakan kegagalan total sistem pembersihan otak.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Korelasi Manusia:<\/strong> Plak serupa ditemukan pada jaringan otak manusia penderita Alzheimer yang telah meninggal dunia, namun tidak ditemukan pada individu sehat dengan usia yang sama.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Perbedaan Signifikan dengan Plak Amiloid<\/h2>\n<p>Salah satu poin krusial dari penelitian ini adalah letak dan komposisi plak tersebut. Jika plak beta-amiloid biasanya ditemukan menumpuk di luar sel saraf, plak mitokondria justru berada <strong>di dalam neuron<\/strong>.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/910236\/ilmuwan-india-berhasil-bikin-peta-digital-3d-otak-manusia-paling-detail\" target=\"_blank\" title=\"Ilmuwan India Berhasil Bikin Peta Digital 3D Otak Manusia Paling Detail\">Ilmuwan India Berhasil Bikin Peta Digital 3D Otak Manusia Paling Detail<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Plak ini terkonsentrasi pada neurit, yaitu akson dan dendrit yang berfungsi sebagai jalur pengiriman sinyal listrik antarsel. Xiuli Dan, ahli biologi sel sekaligus penulis pertama studi tersebut, menjelaskan bahwa karena letaknya yang berada di dalam sel, plak mitokondria secara langsung mengganggu integritas struktural neuron dari dalam.<\/p>\n<p>Selain itu, plak mitokondria diketahui mengandung protein prekursor amiloid (APP). Seiring berjalannya penyakit, plak mitokondria dan plak amiloid dapat bercampur, menciptakan kompleksitas kerusakan yang lebih parah bagi otak.<\/p>\n<h2>Mengapa Temuan Ini Mengubah Peta Pengobatan?<\/h2>\n<p>Selama ini, banyak uji klinis obat Alzheimer yang menargetkan pembersihan beta-amiloid gagal memberikan hasil yang memuaskan dalam menghentikan penurunan kognitif. Temuan plak mitokondria memberikan penjelasan logis di balik fenomena tersebut.<\/p>\n<p>Meskipun imunoterapi berhasil membersihkan plak amiloid di luar sel, plak mitokondria yang berada di dalam sel tetap bertahan. Keberadaan plak ini mengganggu lisosom (organel pembuang limbah sel), sehingga kerusakan saraf terus berlanjut meskipun &#8220;sampah&#8221; di luar sel sudah dibersihkan.<\/p>\n<h2>Harapan Terapi Baru: Meningkatkan Mitofagi<\/h2>\n<p>Penemuan ini membuka pintu bagi strategi pengobatan baru yang berfokus pada penguatan proses mitofagi. Dengan merangsang kemampuan sel untuk membersihkan mitokondria rusak sebelum mereka membentuk plak, perkembangan Alzheimer berpotensi diperlambat atau bahkan dicegah.<\/p>\n<p>Beberapa studi awal menunjukkan bahwa meningkatkan efisiensi mitofagi pada model hewan mampu memperbaiki fungsi kognitif dan melindungi otak dari neurodegenerasi. Ini memberikan harapan bahwa di masa depan, kombinasi terapi yang menargetkan plak amiloid dan plak mitokondria dapat menjadi solusi yang lebih efektif bagi jutaan penderita Alzheimer. (Sumber: Science Alert)<\/p>\n<hr\/>\n<h3>FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Plak Mitokondria dan Alzheimer<\/h3>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #eee;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px; text-align: left;\">Pertanyaan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px; text-align: left;\">Jawaban<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">Apa perbedaan utama plak amiloid dan plak mitokondria?<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">Plak amiloid berada di luar sel saraf, sedangkan plak mitokondria berada di dalam sel saraf (neuron).<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">Apa itu mitofagi?<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">Proses alami sel untuk mendaur ulang mitokondria yang rusak agar tidak menumpuk menjadi racun.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">Mengapa plak mitokondria berbahaya?<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">Karena menyumbat jalur komunikasi sel (akson\/dendrit) dan merusak sistem pembuangan limbah sel (lisosom).<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">Apakah plak ini bisa dideteksi sejak dini?<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">Penelitian pada tikus menunjukkan plak muncul sejak usia dewasa awal, membuka peluang deteksi dini pada manusia.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">Apakah sudah ada obat untuk plak mitokondria?<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">Saat ini masih dalam tahap penelitian, namun fokusnya adalah mengembangkan obat yang meningkatkan proses mitofagi.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Checklist Pencegahan Penurunan Kognitif<\/h3>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Aktivitas Fisik:<\/strong> Olahraga rutin diketahui membantu kesehatan mitokondria.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Diet Sehat:<\/strong> Konsumsi makanan tinggi antioksidan untuk mengurangi stres oksidatif pada sel saraf.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Stimulasi Mental:<\/strong> Terus belajar hal baru untuk menjaga koneksi antarneuron.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Tidur Berkualitas:<\/strong> Proses pembersihan limbah otak (sistem glimfatik) bekerja maksimal saat tidur.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kontrol Metabolik:<\/strong> Menjaga kadar gula darah dan tekanan darah tetap stabil.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/917877\/mengenal-plak-mitokondria-temuan-baru-penyebab-alzheimer-dan-harapan-terapi-masa-depan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Magnific) PENYAKIT Alzheimer telah lama menjadi tantangan besar bagi dunia kesehatan global. Sebagai bentuk demensia yang paling umum, Alzheimer diperkirakan menyerang sekitar 57 juta orang di seluruh dunia. Angka ini diprediksi akan melonjak tajam hingga melampaui 150 juta kasus pada tahun 2050, seiring dengan meningkatnya populasi lansia secara global. Selama puluhan tahun, fokus utama penelitian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":82130,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-82129","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82129","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=82129"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82129\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/82130"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=82129"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=82129"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=82129"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}