{"id":81846,"date":"2026-08-03T05:51:36","date_gmt":"2026-08-03T05:51:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/03\/neraca-perdagangan-juni-2026-defisit-us450-juta\/"},"modified":"2026-08-03T05:51:36","modified_gmt":"2026-08-03T05:51:36","slug":"neraca-perdagangan-juni-2026-defisit-us450-juta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/03\/neraca-perdagangan-juni-2026-defisit-us450-juta\/","title":{"rendered":"Neraca Perdagangan Juni 2026 Defisit US450 Juta"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/03\/1785735753_06a30598e9b704306586.jpg\" alt=\"Neraca Perdagangan Juni 2026 Defisit US$450 Juta\"\/><figcaption>Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3\/8\/2026).(Dok BPS)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>BADAN Pusat Statistik (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bps\" title=\"BPS\">BPS<\/a>) mencatat pada Juni 2026, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/neraca-perdagangan\" title=\"Neraca Perdagangan\">neraca perdagangan<\/a> barang mengalami defisit sebesar US$450 juta. Angka tersebut lebih rendah dari defisit pada Mei lalu sebesar US$1,61 miliar.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Defisit Juni 2026 terutama disebabkan oleh defisit pada komoditas migas sebesar US$3,49 miliar dengan komoditas utama penyumbang defisit pada migas yaitu hasil minyak dan juga minyak mentah,&#8221; kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3\/8).\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas non-migas tercatat surplus sebesar US$3,04 miliar. Adapun komoditas dengan penyumbang surplus utama yaitu lemak dan minyak hewani atau nabati (HS15), bahan bakal mineral (HS27), serta besi dan baja atau (HS72).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/906448\/defisit-neraca-dagang-mei-2026-persulit-bi-jaga-stabilitas-rupiah\" title=\"Defisit Neraca Dagang Mei 2026 Persulit BI Jaga Stabilitas Rupiah\" target=\"_blank\">Defisit Neraca Dagang Mei 2026 Persulit BI Jaga Stabilitas Rupiah<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Walaupun defisit secara bulanan, neraca perdagangan kumulatif periode Januari-Juni 2026 masih surplus sebesar US$3,58 miliar.<\/p>\n<p>\u201cSurplus sepanjang periode Januari-Juni 2026 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas US$19,35 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit US$15,77 miliar,\u201d jelas Ateng.\u00a0<\/p>\n<p>Lebih lanjut, ia menjelaskan, nilai ekspor kumulatif periode Januari-Juni 2026 mencapai US$140,81 miliar atau naik 4,13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh ekspor nonmigas yang tumbuh 4,90% menjadi US$134,58 miliar.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/906439\/menkeu-purbaya-sebut-impor-migas-picu-defisit-neraca-dagang-mei-2026\" title=\"Menkeu Purbaya Sebut Impor Migas Picu Defisit Neraca Dagang Mei 2026\" target=\"_blank\">Menkeu Purbaya Sebut Impor Migas Picu Defisit Neraca Dagang Mei 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Tiga negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia adalah Tiongkok sebesar US$34,56 miliar (25,68%), Amerika Serikat sebesar US$15,82 miliar (11,76%), dan India sebesar US$9,25 miliar (6,87%).\u00a0<\/p>\n<p>Sementara itu, nilai impor kumulatif periode Januari-Juni 2026 tercatat sebesar US$137,24 miliar atau naik 18,69% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Impor kumulatif tersebut didorong oleh impor nonmigas sebesar US$115,23 miliar atau naik 15,50%. Sementara itu, nilai impor migas tercatat naik 38,71% menjadi US$22,00 miliar.<\/p>\n<p>Menurut penggunaan, impor bahan baku\/penolong menjadi penyumbang impor terbesar dengan nilai US$97,95 miliar (naik 18,38%), diikuti oleh impor barang modal US$27,36 miliar (naik 20,50%), dan impor barang konsumsi US$11,93 miliar (naik 17,13%).\u00a0<\/p>\n<p>Sepanjang Januari-Juni 2026, Tiongkok menjadi negara asal utama impor nonmigas sebesar US$48,82 miliar (42,37%), diikuti oleh Jepang sebesar US$6,41 miliar (5,56%), dan Australia sebesar US$5,71 miliar (4,96%).\u00a0<\/p>\n<p>Selanjutnya, berdasarkan komoditas, surplus perdagangan nonmigas periode Januari-Juni 2026 utamanya disumbang oleh komoditas lemak dan minyak hewani\/nabati (US$17,55 miliar), bahan bakar mineral (US$13,61 miliar), besi dan baja (US$8,61 miliar), nikel dan barang daripadanya (US$6,43 miliar), serta alas kaki (US$3,24 miliar). (E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/917646\/neraca-perdagangan-juni-2026-defisit-us450-juta\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3\/8\/2026).(Dok BPS) BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juni 2026, neraca perdagangan barang mengalami defisit sebesar US$450 juta. Angka tersebut lebih rendah dari defisit pada Mei lalu sebesar US$1,61 miliar.\u00a0 &#8220;Defisit Juni 2026 terutama disebabkan oleh defisit pada komoditas migas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":81847,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-81846","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81846","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81846"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81846\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81847"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81846"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81846"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81846"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}