{"id":81696,"date":"2026-08-02T21:47:37","date_gmt":"2026-08-02T21:47:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/02\/peneliti-ipb-temukan-enzim-biofungisida-alami-untuk-atasi-jamur-fusarium\/"},"modified":"2026-08-02T21:47:37","modified_gmt":"2026-08-02T21:47:37","slug":"peneliti-ipb-temukan-enzim-biofungisida-alami-untuk-atasi-jamur-fusarium","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/02\/peneliti-ipb-temukan-enzim-biofungisida-alami-untuk-atasi-jamur-fusarium\/","title":{"rendered":"Peneliti IPB Temukan Enzim Biofungisida Alami untuk Atasi Jamur Fusarium"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/03\/1785706753_526230b83965be2d6fef.png\" alt=\"Peneliti IPB Temukan Enzim Biofungisida Alami untuk Atasi Jamur Fusarium\"\/><figcaption>Peneliti IPB University Dr. Nisa Rachmania(MI\/HO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DOSEN sekaligus peneliti dari Departemen Biologi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ipb-university\" title=\"IPB University\">IPB University<\/a>, Dr. Nisa Rachmania, berhasil menciptakan inovasi ramah lingkungan untuk sektor <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pertanian\" title=\"pertanian\">pertanian<\/a>. Ia menemukan solusi alami guna mengatasi patogen <i><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/fusarium-oxysporum\" title=\"Fusarium oxysporum\">Fusarium oxysporum<\/a><\/i>, fungi perusak yang selama ini menjadi momok bagi para petani karena menyebabkan penyakit layu pembuluh pada berbagai komoditas pangan.<\/p>\n<p>Menurut Dr. Nisa, jamur <i>Fusarium oxysporum<\/i> sangat berbahaya karena habitatnya yang berada di dalam tanah, sehingga sulit dikendalikan. Selama ini, petani cenderung bergantung pada penggunaan bahan kimia sintetis yang berdampak buruk bagi ekosistem.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Fusarium oxysporum adalah musuh utama petani karena menyebabkan penyakit layu pembuluh pada banyak tanaman pangan, seperti pisang, tomat, cabai, semangka, ubi, hingga kubis. Selama ini, pengendalian fungi sering kali menggunakan bahan kimia yang kurang ramah lingkungan,&#8221; ujar Dr. Nisa.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/889045\/solusi-agricultural-finance-paradox-prof-dwi-rachmina-dorong-pembiayaan-pertanian-berbasis-rantai-nilai\" title=\"Solusi Agricultural Finance Paradox: Prof Dwi Rachmina Dorong Pembiayaan Pertanian Berbasis Rantai Nilai\" target=\"_blank\">Solusi Agricultural Finance Paradox: Prof Dwi Rachmina Dorong Pembiayaan Pertanian Berbasis Rantai Nilai<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Mekanisme Kerja Enzim \u03b2-1,3-glukanase<\/h3>\n<p>Sebagai alternatif pengganti bahan kimia, Dr. Nisa mengembangkan enzim bernama <b>\u03b2-1,3-glukanase<\/b>. Enzim ini diekstraksi dari mikroorganisme alami, yaitu bakteri <i>Bacillus subtilis W3 15<\/i>. Cara kerjanya tergolong efektif karena langsung menyasar struktur fisik jamur.<\/p>\n<p>Enzim tersebut bekerja dengan cara merusak dinding sel jamur Fusarium. Akibat kerusakan pada dinding sel ini, jamur tidak dapat tumbuh secara optimal dan kehilangan kemampuannya untuk menyerang jaringan tanaman. Karena berbasis bakteri alami, produk ini dikategorikan sebagai <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/biofungisida\" title=\"biofungisida\">biofungisida<\/a> yang aman bagi lingkungan dan manusia.<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; margin: 20px 0; background-color: #f9f9f9;\">\n<h4 style=\"margin-top: 0;\">Profil Inovasi Biofungisida IPB University<\/h4>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #e2e2e2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px; text-align: left;\">Komponen<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px; text-align: left;\">Keterangan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Peneliti<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Dr. Nisa Rachmania (Biologi IPB)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Target Patogen<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Fusarium oxysporum (Penyebab layu pembuluh)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Nama Enzim<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">\u03b2-1,3-glukanase<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Sumber Bakteri<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Bacillus subtilis W3 15<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Tanaman Terdampak<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Pisang, Tomat, Cabai, Semangka, Ubi, Kubis<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h3>Kemandirian Industri dan Keamanan Pangan<\/h3>\n<p>Penemuan ini membawa angin segar bagi kemandirian industri pertanian nasional. Selama ini, Indonesia masih sangat bergantung pada impor untuk produk enzim sejenis. Dengan memanfaatkan mikroorganisme asli Indonesia, biaya produksi biofungisida diharapkan menjadi jauh lebih efisien.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/889044\/solusi-agricultural-finance-paradox-prof-dwi-rachmina-dorong-pembiayaan-pertanian-berbasis-rantai-nilai\" title=\"Solusi Agricultural Finance Paradox: Prof Dwi Rachmina Dorong Pembiayaan Pertanian Berbasis Rantai Nilai\" target=\"_blank\">Solusi Agricultural Finance Paradox: Prof Dwi Rachmina Dorong Pembiayaan Pertanian Berbasis Rantai Nilai<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dr. Nisa menekankan bahwa penggunaan biofungisida lokal ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hasil panen.<\/p>\n<p>&#8220;Penemuan ini membuka peluang besar bagi industri dalam negeri untuk memproduksi biofungisida sendiri dengan biaya lebih efisien, memanfaatkan mikroorganisme asli Indonesia yang sudah cocok dengan kondisi lingkungan kita,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pengurangan residu kimia pada produk pertanian akan menghasilkan pangan yang lebih sehat untuk dikonsumsi masyarakat luas. Saat ini, temuan enzim \u03b2-1,3-glukanase tersebut telah resmi dipatenkan dan sedang dipersiapkan untuk tahap pengembangan produksi massal guna membantu petani di seluruh Indonesia. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/917558\/peneliti-ipb-temukan-enzim-biofungisida-alami-untuk-atasi-jamur-fusarium\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peneliti IPB University Dr. Nisa Rachmania(MI\/HO) DOSEN sekaligus peneliti dari Departemen Biologi IPB University, Dr. Nisa Rachmania, berhasil menciptakan inovasi ramah lingkungan untuk sektor pertanian. Ia menemukan solusi alami guna mengatasi patogen Fusarium oxysporum, fungi perusak yang selama ini menjadi momok bagi para petani karena menyebabkan penyakit layu pembuluh pada berbagai komoditas pangan. Menurut Dr. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":81697,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-81696","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81696","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81696"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81696\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81697"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81696"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81696"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81696"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}