{"id":81618,"date":"2026-08-02T17:36:35","date_gmt":"2026-08-02T17:36:35","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/02\/jelang-musim-panen-lahan-sawah-di-pidie-aceh-terserang-hama-wereng-cokelat\/"},"modified":"2026-08-02T17:36:35","modified_gmt":"2026-08-02T17:36:35","slug":"jelang-musim-panen-lahan-sawah-di-pidie-aceh-terserang-hama-wereng-cokelat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/02\/jelang-musim-panen-lahan-sawah-di-pidie-aceh-terserang-hama-wereng-cokelat\/","title":{"rendered":"Jelang Musim Panen, Lahan Sawah di Pidie Aceh Terserang Hama Wereng Cokelat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/02\/1785682216_f1d93ab51e2386846b6f.png\" alt=\"Jelang Musim Panen, Lahan Sawah di Pidie Aceh Terserang Hama Wereng Cokelat\"\/><figcaption>Penampakan tanaman pagi yang mengering lantaran diserang hama wereng cokelat.((MI\/Amiruddin Abdullah Reubie))<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SEBAGIAN petani di Kabupaten Pidie, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/aceh\" title=\"Aceh\">Aceh<\/a>, mulai resah. Pasalnya, tanaman padi musim gadu (musim tanam kedua) milik mereka diserang hama yang diduga wereng cokelat.<\/p>\n<p>Pantauan <em>Media Indonesia<\/em> di Kemukiman Lampoih Saka, Kecamatan Peukan Baro, menunjukkan hama pengisap cairan pada pelepah batang padi tersebut menyerang tanaman yang berusia sekitar 2,5 bulan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Padahal, tanaman padi saat ini sedang memasuki fase pengisian bulir. Serangan hama itu berkembang sangat cepat. Dua hari lalu, serangan baru ditemukan di satu lokasi. Kini, hama telah menyebar ke dua titik. Dalam tiga hari, area serangan terus meluas dan sulit dikendalikan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/616110\/petani-aceh-jual-gabah-beli-emas\" title=\" Petani Aceh Jual Gabah Beli Emas  \" target=\"_blank\"> Petani Aceh Jual Gabah Beli Emas  <\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Diameter serangannya terus meluas. Tanaman yang terserang menguning dan mengering seperti terbakar,&#8221; kata Abdullah, petani di Kemukiman Lampoih Saka, Kecamatan Peukan Baro, Minggu (2\/7).<\/p>\n<p>Jika tidak segera ditangani, serangan hama tersebut dikhawatirkan akan terus meluas ke areal persawahan di sekitarnya. Apabila kondisi itu berlanjut, tanaman padi berpotensi mengalami puso atau gagal panen.<\/p>\n<p>Catatan <em>Media Indonesia<\/em> menunjukkan, dalam lima tahun terakhir serangan wereng cokelat kerap terjadi di Kabupaten Pidie. Serangan tersebut diduga mudah menyebar karena masih banyak petani menggunakan benih galur atau benih yang tidak bersertifikat. (MR\/P-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/917517\/jelang-musim-panen-lahan-sawah-di-pidie-aceh-terserang-hama-wereng-cokelat\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penampakan tanaman pagi yang mengering lantaran diserang hama wereng cokelat.((MI\/Amiruddin Abdullah Reubie)) SEBAGIAN petani di Kabupaten Pidie, Aceh, mulai resah. Pasalnya, tanaman padi musim gadu (musim tanam kedua) milik mereka diserang hama yang diduga wereng cokelat. Pantauan Media Indonesia di Kemukiman Lampoih Saka, Kecamatan Peukan Baro, menunjukkan hama pengisap cairan pada pelepah batang padi tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":81619,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-81618","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81618","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81618"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81618\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81619"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81618"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81618"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81618"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}