{"id":81548,"date":"2026-08-02T14:37:41","date_gmt":"2026-08-02T14:37:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/02\/panduan-mengusap-khuf-saat-wudhu-dalam-kitab-nihayatuz-zain\/"},"modified":"2026-08-02T14:37:41","modified_gmt":"2026-08-02T14:37:41","slug":"panduan-mengusap-khuf-saat-wudhu-dalam-kitab-nihayatuz-zain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/02\/panduan-mengusap-khuf-saat-wudhu-dalam-kitab-nihayatuz-zain\/","title":{"rendered":"Panduan Mengusap Khuf saat Wudhu dalam Kitab Nihayatuz Zain"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/02\/1785680950_a506f75dc76f2c37b83b.jpg\" alt=\"Panduan Mengusap Khuf saat Wudhu dalam Kitab Nihayatuz Zain\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Magnific )<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DALAM\u00a0<span style=\"font-size: 13px;\">khazanah fikih Syafi&#8217;iyyah, terdapat keringanan (rukhsah) bagi umat Islam dalam bersuci, salah satunya ialah mengusap <\/span><i style=\"font-size: 13px;\">khuf<\/i><span style=\"font-size: 13px;\"> (sepatu kulit atau alas kaki yang memenuhi syarat) sebagai pengganti mencuci kaki saat berwudhu. Kajian kali ini merujuk pada Kitab <\/span><b style=\"font-size: 13px;\"><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nihayatuz-zain\" title=\"Nihayatuz Zain\">Nihayatuz Zain<\/a><\/b><span style=\"font-size: 13px;\"> karya ulama besar asal Banten, <\/span><b style=\"font-size: 13px;\">Syaikh Nawawi Al-Bantani.<\/b><\/p>\n<p>Berikut penjelasannya sebagaimana disampaikan Ustaz Abdurrachman Asy-Syafii. Semoga bermanfaat.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Syekh Nawawi Al-Bantani menjelaskan bahwa mengganti basuhan kaki dengan usapan pada khuf diperbolehkan dengan memenuhi empat syarat utama:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/916699\/hukum-batal-wudhu-akibat-sentuhan-kulit-laki-laki-dan-perempuan\" title=\"Hukum Batal Wudhu akibat Sentuhan Kulit Laki-Laki dan Perempuan\" target=\"_blank\">Hukum Batal Wudhu akibat Sentuhan Kulit Laki-Laki dan Perempuan<\/a><\/strong><\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li><b>Memakai Khuf setelah Suci Sempurna:<\/b> Seseorang harus berwudhu secara sempurna (termasuk mencuci kaki) terlebih dahulu sebelum mengenakan khuf tersebut.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><b>Menutupi Bagian Wajib:<\/b> Khuf harus menutupi seluruh bagian kaki yang wajib dibasuh saat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/wudhu\" title=\"wudhu\">wudhu<\/a>, yaitu hingga kedua mata kaki dari segala sisi. Menariknya, Syekh Nawawi menyebutkan bahwa meski khuf tersebut transparan (tembus pandang), hukumnya tetap sah selama ada penghalang fisik (<i>hailulah<\/i>).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><b>Dapat Digunakan Berjalan:<\/b> Khuf harus cukup kuat untuk digunakan berjalan terus-menerus, sebagaimana kebiasaan musafir saat turun dari kendaraan atau mengurus keperluan. Syarat ini tetap berlaku meskipun pemakainya adalah orang yang tidak bisa berjalan (lumpuh).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><b>Suci dari Najis:<\/b> Khuf harus dalam keadaan suci. Syarat kesucian ini minimal sudah terpenuhi sebelum seseorang mengalami hadas, meskipun saat awal pemakaian belum dipastikan.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<p><strong>Catatan Penting:<\/strong> Tiga syarat pertama harus sudah terpenuhi sejak awal pemakaian khuf.<\/p>\n<h2>Durasi dan Masa Berlaku<\/h2>\n<p>Pemberian keringanan ini memiliki batas waktu yang berbeda tergantung status seseorang:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><b>Musafir (Perjalanan Qashar):<\/b> 3 hari 3 malam.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><b>Mukim (Orang yang tidak bepergian):<\/b> 1 hari 1 malam (24 jam).<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Penghitungan masa berlaku dimulai sejak <b>terjadi\u00a0hadas<\/b> setelah memakai khuf, bukan sejak saat memakai khuf atau saat pertama kali mengusapnya. Syekh Nawawi merinci cara penghitungannya:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Jika hadas terjadi karena pilihan sendiri (seperti tidur atau menyentuh lawan jenis), hitungan dimulai dari <b>awal<\/b> terjadinya hadas.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Jika hadas terjadi di luar kehendak (seperti kencing, buang air besar, atau pingsan), hitungan dimulai dari <b>berakhirnya<\/b> hadas tersebut.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Tata Cara Mengusap Khuf<\/h2>\n<p>Secara minimalis, mengusap khuf dianggap sah cukup dengan membasahi jari dan meletakkannya di atas permukaan khuf bagian atas\u00a0atau bahkan sekadar meneteskan air di atasnya tanpa perlu menggerakkan tangan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/916198\/syarat-dan-batasan-batal-wudu-dalam-menyentuh-kemaluan\" title=\"Syarat dan Batasan Batal Wudu dalam Menyentuh Kemaluan\" target=\"_blank\">Syarat dan Batasan Batal Wudu dalam Menyentuh Kemaluan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Namun, terdapat <b>sunah<\/b> dalam pelaksanaannya untuk mendapatkan keutamaan:<\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li>Letakkan tangan kiri di bawah tumit.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Letakkan tangan kanan di atas punggung jari-jari kaki.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Gerakkan tangan kanan ke arah betis dan tangan kiri ke arah ujung jari kaki secara bergaris-garis dengan merenggangkan jari-jari tangan.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<p>Perlu diperhatikan bahwa mengusap seluruh permukaan khuf secara merata justru dianggap <i>khilaf al-aula<\/i> (menyalahi keutamaan). Selain itu, makruh hukumnya mengulang-ulang usapan atau mencuci khuf tersebut.<\/p>\n<h2>Perkara yang Membatalkan Usapan Khuf<\/h2>\n<p>Hukum keringanan mengusap khuf akan batal jika terjadi salah satu dari tiga hal berikut:<\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li><b>Terbukanya Kaki:<\/b> Jika khuf terlepas atau robek sehingga memperlihatkan bagian kaki yang wajib ditutup.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><b>Habisnya Masa Berlaku:<\/b> Telah melewati batas 24 jam bagi mukim atau 3 hari bagi musafir.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><b>Hadas Besar:<\/b> Terjadi hal-hal yang mewajibkan mandi wajib, seperti junub, haid, nifas, atau melahirkan. Dalam kondisi ini, khuf wajib dilepas dan kaki harus dicuci saat mandi besar.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<div style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 20px; margin-top: 30px;\">\n<h3>FAQ: Pertanyaan Sering Diajukan<\/h3>\n<p><b>1. Apakah boleh mengusap kaos kaki biasa?<\/b><br \/>&#13;<br \/>\nDalam konteks kitab ini, khuf merujuk pada alas kaki yang kuat untuk berjalan dan menutupi mata kaki. Kaos kaki kain tipis yang tidak bisa digunakan berjalan jauh biasanya tidak memenuhi syarat ini dalam madzhab Syafi&#8217;i.<\/p>\n<p><b>2. Bagaimana jika saya mulai mengusap saat mukim lalu bepergian?<\/b><br \/>&#13;<br \/>\nJika status berubah dari mukim ke musafir atau sebaliknya setelah mulai mengusap, durasi yang diambil adalah durasi terpendek (durasi mukim\/24 jam).<\/p>\n<p><b>3. Apakah harus mengusap bagian bawah khuf?<\/b><br \/>&#13;<br \/>\nYang wajib adalah bagian atas. Mengusap bagian bawah adalah sunah dengan cara bergaris sebagaimana dijelaskan di atas.<\/p>\n<p><b>4. Jika masa berlaku habis saat saya masih punya wudhu, apakah wudhu saya batal?<\/b><br \/>&#13;<br \/>\nWudhu Anda tidak batal secara keseluruhan, tetapi\u00a0hukum mengusap khuf-nya batal. Anda cukup melepas khuf dan mencuci kedua kaki saja.<\/p>\n<p><b>5. Bolehkah mengusap khuf jika hanya ingin shalat sunah?<\/b><br \/>&#13;<br \/>\nBoleh, mengusap khuf berlaku untuk semua jenis salat selama syarat-syaratnya terpenuhi.<\/p>\n<p><b>6. Apa yang dimaksud dengan khilaf al-aula dalam mengusap seluruh permukaan?<\/b><br \/>&#13;<br \/>\nArtinya perbuatan tersebut tidak berdosa, tetapi\u00a0meninggalkan cara yang lebih utama (sunah) yang telah diajarkan Nabi SAW.<\/p>\n<\/div>\n<p><i>Demikian kajian Kitab Nihayatuz Zain bab Mengusap Khuf. Semoga bermanfaat bagi peningkatan kualitas ibadah kita sehari-hari.<\/i><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/917508\/panduan-mengusap-khuf-saat-wudhu-dalam-kitab-nihayatuz-zain\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Magnific ) DALAM\u00a0khazanah fikih Syafi&#8217;iyyah, terdapat keringanan (rukhsah) bagi umat Islam dalam bersuci, salah satunya ialah mengusap khuf (sepatu kulit atau alas kaki yang memenuhi syarat) sebagai pengganti mencuci kaki saat berwudhu. Kajian kali ini merujuk pada Kitab Nihayatuz Zain karya ulama besar asal Banten, Syaikh Nawawi Al-Bantani. Berikut penjelasannya sebagaimana disampaikan Ustaz Abdurrachman Asy-Syafii. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":81549,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-81548","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81548","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81548"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81548\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81549"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81548"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81548"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81548"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}