{"id":81376,"date":"2026-08-02T06:44:36","date_gmt":"2026-08-02T06:44:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/02\/bmkg-kondisi-iklim-awal-2026-berpotensi-tingkatkan-risiko-demam-berdarah\/"},"modified":"2026-08-02T06:44:36","modified_gmt":"2026-08-02T06:44:36","slug":"bmkg-kondisi-iklim-awal-2026-berpotensi-tingkatkan-risiko-demam-berdarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/02\/bmkg-kondisi-iklim-awal-2026-berpotensi-tingkatkan-risiko-demam-berdarah\/","title":{"rendered":"BMKG Kondisi Iklim Awal 2026 Berpotensi Tingkatkan Risiko Demam Berdarah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/02\/1785652537_e4eac94ca6b48af72550.jpg\" alt=\"BMKG: Kondisi Iklim Awal 2026 Berpotensi Tingkatkan Risiko Demam Berdarah\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Magnific )<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>AKTIFNYA fenomena La Ni\u00f1a lemah yang bertepatan dengan musim hujan pada awal 2026 diperkirakan meningkatkan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bmkg\" title=\"BMKG\">BMKG<\/a> mengingatkan bahwa kondisi tersebut tidak hanya berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, tetapi juga meningkatkan risiko demam berdarah dengue (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dbd\" title=\"dbd\">DBD<\/a>) akibat suhu yang hangat dan kelembapan udara yang mendukung perkembangan nyamuk <em>Aedes<\/em> <em>aegypti<\/em>.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>La Ni\u00f1a Lemah Tingkatkan Kewaspadaan<\/h2>\n<p>BMKG menjelaskan bahwa aktifnya fenomena La Ni\u00f1a lemah yang bertepatan dengan musim hujan pada awal 2026 berpotensi meningkatkan curah hujan di sejumlah wilayah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/891699\/bmkg-makassar-anomali-hujan-di-musim-kemarau-akibat-gangguan-atmosfer-global\" title=\"BMKG Makassar: Anomali Hujan di Musim Kemarau akibat Gangguan Atmosfer Global\" target=\"_blank\">BMKG Makassar: Anomali Hujan di Musim Kemarau akibat Gangguan Atmosfer Global<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dalam dokumen <em>Climate<\/em> <em>Outlook<\/em> <em>2026<\/em>, BMKG memprediksi suhu udara di sebagian besar wilayah Indonesia berkisar 25\u201329 derajat Celsius atau sekitar 0,2\u20130,6 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.<\/p>\n<p>Kombinasi suhu yang lebih hangat, curah hujan, dan kelembapan udara yang tinggi dinilai dapat mendukung perkembangan vektor penular penyakit, termasuk nyamuk <em>Aedes<\/em> <em>aegypti<\/em>.<\/p>\n<h2>Hujan Dukung Perkembangan nyamuk<\/h2>\n<p>Peningkatan curah hujan yang disertai kelembapan udara tinggi menciptakan lingkungan yang sesuai bagi nyamuk <em>Aedes<\/em> <em>aegypti<\/em> untuk berkembang biak. Kondisi tersebut perlu diwaspadai, terutama di wilayah yang setiap tahun rentan mengalami peningkatan kasus DBD, seperti Provinsi Jakarta dan Bali.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/850080\/apa-itu-bencana-hidrometeorologi-pengertian-contoh-dan-mitigasinya-di-indonesia\" title=\"Apa Itu Bencana Hidrometeorologi? Pengertian, Contoh, dan Mitigasinya di Indonesia\" target=\"_blank\">Apa Itu Bencana Hidrometeorologi? Pengertian, Contoh, dan Mitigasinya di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>BMKG mencatat bahwa di Jakarta, potensi kecocokan iklim terhadap penyebaran DBD berada pada kategori tinggi. Wilayah Jakarta Utara diprediksi secara konsisten memiliki <em>Incidence<\/em> <em>Rate<\/em> (IR) tertinggi dibandingkan wilayah lainnya, disusul Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur diperkirakan memiliki angka IR yang lebih rendah. Kondisi serupa juga diprediksi terjadi di Bali, dengan potensi kecocokan iklim untuk DBD berada pada kategori tinggi atau lebih dari 90%\u00a0selama puncak musim hujan pada Januari\u2013Februari 2026.<\/p>\n<p>Meski secara umum prediksi angka IR di Bali berada pada kategori rendah atau aman, Gianyar dan Klungkung diperkirakan menjadi wilayah dengan IR tertinggi, yakni mencapai 10 kasus per 100.000 penduduk. Sebaliknya, wilayah Bali bagian barat seperti Jembrana dan Buleleng diprediksi memiliki tingkat risiko paling rendah.<\/p>\n<p>BMKG juga mengingatkan bahwa kewaspadaan tidak berhenti saat musim hujan berakhir. Dua hingga tiga bulan setelah puncak musim hujan masih menjadi periode yang perlu diwaspadai karena tempat perindukan nyamuk masih tersedia dan berpotensi meningkatkan penularan DBD kepada manusia.<\/p>\n<p>Karena itu, dinas kesehatan di Jakarta dan Bali didorong menerapkan strategi pencegahan secara komprehensif melalui penguatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sebagai upaya mengantisipasi lonjakan kasus DBD. (Chatrine Simanjuntak\/E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/917377\/bmkg-kondisi-iklim-awal-2026-berpotensi-tingkatkan-risiko-demam-berdarah\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Magnific ) AKTIFNYA fenomena La Ni\u00f1a lemah yang bertepatan dengan musim hujan pada awal 2026 diperkirakan meningkatkan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG mengingatkan bahwa kondisi tersebut tidak hanya berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, tetapi juga meningkatkan risiko demam berdarah dengue (DBD) akibat suhu yang hangat dan kelembapan udara yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":81377,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-81376","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81376","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81376"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81376\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81377"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81376"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81376"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81376"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}