{"id":81292,"date":"2026-08-02T03:13:39","date_gmt":"2026-08-02T03:13:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/02\/gakkum-kemenhut-tangkap-pelaku-illegal-logging-di-sm-kerumutan-riau\/"},"modified":"2026-08-02T03:13:39","modified_gmt":"2026-08-02T03:13:39","slug":"gakkum-kemenhut-tangkap-pelaku-illegal-logging-di-sm-kerumutan-riau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/02\/gakkum-kemenhut-tangkap-pelaku-illegal-logging-di-sm-kerumutan-riau\/","title":{"rendered":"Gakkum Kemenhut Tangkap Pelaku Illegal Logging di SM Kerumutan Riau"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/02\/1785639880_da9eacbf36f7b7677f7b.jpg\" alt=\"Gakkum Kemenhut Tangkap Pelaku Illegal Logging di SM Kerumutan Riau\"\/><figcaption>Kemenhut melalui Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatra bersama Balai Besar KSDA Riau menggelar Operasi Gabungan Pengamanan Hutan di Kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.(MI\/Rudi Kurniawansyah)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KEMENTERIAN Kehutanan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemenhut\" title=\"kemenhut\">Kemenhut<\/a>) melalui Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatra bersama Balai Besar KSDA Riau menggelar Operasi Gabungan Pengamanan Hutan di Kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Dalam operasi tersebut, tim berhasil mengamankan tiga orang pelaku <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pembalakan-liar\" title=\"Pembalakan Liar\">pembalakan liar<\/a> (<em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/illegal-logging\" title=\"illegal logging\">illegal logging<\/a><\/em>) beserta sejumlah barang bukti kayu olahan.<\/p>\n<p>Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pengawasan kuat berbasis sistem sangat krusial untuk memastikan kayu ilegal tidak merambah pasar. Menurutnya, tata kelola hasil hutan yang tertib akan mengoptimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta menciptakan persaingan usaha yang sehat.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Tata kelola yang tertib penting agar manfaat sumber daya hutan dapat kembali kepada masyarakat dan mendukung kesejahteraan secara berkelanjutan,&#8221; ujar Raja Juli Antoni.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/916922\/kemenhut-limpahkan-tersangka-pembalakan-liar-di-solok-ke-kejaksaan\" title=\"Kemenhut Limpahkan Tersangka Pembalakan Liar di Solok ke Kejaksaan\" target=\"_blank\">Kemenhut Limpahkan Tersangka Pembalakan Liar di Solok ke Kejaksaan<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Kronologi Penangkapan dan Barang Bukti<\/h3>\n<p>Operasi ini dilakukan secara bertahap. Awalnya, tim menangkap dua pelaku berinisial E (56) dan SH (55) yang tengah mengangkut kayu menggunakan truk dari dalam kawasan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sm-kerumutan\" title=\"SM Kerumutan\">SM Kerumutan<\/a>. Tak berselang lama, tim kembali menangkap pelaku berinisial A (46) yang tertangkap tangan membawa kayu olahan menggunakan sepeda modifikasi.<\/p>\n<p>Berikut adalah rincian tersangka dan barang bukti yang diamankan:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Inisial Pelaku<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Usia<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Barang Bukti Utama<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">E<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">56 Tahun<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">1 unit Mobil Truk Mitsubishi Fuso Canter (BM 9349 AC) berisi 156 keping papan &amp; \u00b1100 batang kayu broti.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">SH<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">55 Tahun<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">1 unit Mobil Truk Isuzu (BM 9926 NU) berisi 275 keping kayu gergajian jenis papan.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">A<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">46 Tahun<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">1 unit alat angkut sepeda yang dimodifikasi.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Ancaman Terhadap Habitat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/harimau-sumatra\" title=\"Harimau Sumatra\">Harimau Sumatra<\/a><\/h3>\n<p>Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menyatakan keprihatinannya karena SM Kerumutan merupakan habitat penting bagi Harimau Sumatra (<em>Panthera tigris sumatrae<\/em>). Aktivitas ilegal ini dinilai mengancam eksistensi satwa langka tersebut dari kepunahan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/864326\/sindikat-illegal-logging-di-taman-nasional-baluran-siap-disidangkan\" title=\"Sindikat Illegal Logging di Taman Nasional Baluran Siap Disidangkan\" target=\"_blank\">Sindikat Illegal Logging di Taman Nasional Baluran Siap Disidangkan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Mereka mencari keuntungan pribadi dengan merugikan negara dan merusak ekosistem. Saat ini SM Kerumutan mengalami ancaman serius dari <em>illegal logging<\/em> dan perburuan liar. Jika tidak ada penegakan hukum tegas, Harimau Sumatra dikhawatirkan akan punah,&#8221; tegas Dwi pada Minggu (2\/8).<\/p>\n<p>Selain menangkap pelaku, tim operasi juga melakukan penelusuran ke dalam hutan dan menemukan pondok-pondok perambah. Sebagai tindakan tegas, petugas memusnahkan pondok tersebut beserta fasilitas pendukung lainnya, termasuk jalan rel kayu yang digunakan untuk mengangkut hasil jarahan.<\/p>\n<h3>Proses Hukum dan Pengembangan Kasus<\/h3>\n<p>Berdasarkan gelar perkara bersama Korwas PPNS Polda Riau, ketiga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan Pasal 40 ayat (1) huruf e Jo. Pasal 19 ayat (2) huruf e UU No. 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta UU No. 1 Tahun 2026.<\/p>\n<p><strong>Ancaman Pidana:<\/strong> Penjara paling lama 11 tahun dan\/atau denda maksimal kategori VI senilai Rp2 miliar.<\/p>\n<p>Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatra, Hari Novianto, menambahkan bahwa sejak tahun 2025, pihaknya telah menyeret lima tersangka pembalakan liar di lokasi yang sama ke pengadilan. Ia telah memerintahkan penyidik untuk mengembangkan kasus ini guna menyasar aktor intelektual dan pemodal (cukong) di balik aktivitas ilegal tersebut.<\/p>\n<p>Saat ini, ketiga tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan Kelas I Pekanbaru untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/917333\/gakkum-kemenhut-tangkap-pelaku-illegal-logging-di-sm-kerumutan-riau\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemenhut melalui Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatra bersama Balai Besar KSDA Riau menggelar Operasi Gabungan Pengamanan Hutan di Kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.(MI\/Rudi Kurniawansyah) KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatra bersama Balai Besar KSDA Riau menggelar Operasi Gabungan Pengamanan Hutan di Kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":81293,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-81292","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81292","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81292"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81292\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81293"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81292"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81292"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81292"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}