{"id":81290,"date":"2026-08-02T03:08:39","date_gmt":"2026-08-02T03:08:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/02\/waspada-gangguan-ginjal-pada-kucing-usia-lanjut-gejala-dan-cara-pencegahan\/"},"modified":"2026-08-02T03:08:39","modified_gmt":"2026-08-02T03:08:39","slug":"waspada-gangguan-ginjal-pada-kucing-usia-lanjut-gejala-dan-cara-pencegahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/02\/waspada-gangguan-ginjal-pada-kucing-usia-lanjut-gejala-dan-cara-pencegahan\/","title":{"rendered":"Waspada Gangguan Ginjal pada Kucing Usia Lanjut Gejala dan Cara Pencegahan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/02\/1785637797_6309e93976f55ee68d02.jpg\" alt=\"Waspada Gangguan Ginjal pada Kucing Usia Lanjut: Gejala dan Cara Pencegahan\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>GANGGUAN <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ginjal\" title=\"ginjal\">ginjal<\/a> kini tercatat sebagai penyakit kronis yang paling sering menyerang <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kucing\" title=\"kucing\">kucing<\/a> usia lanjut. Prevalensinya bahkan telah melampaui penyakit umum lainnya seperti diabetes dan gangguan jantung. Masalah kesehatan ini mencakup penyakit ginjal kronis (<em>chronic kidney disease<\/em>\/CKD) serta batu ginjal (nefrolitiasis), yang jika tidak segera ditangani, dapat berakibat fatal bagi hewan peliharaan.<\/p>\n<p>Pakar Genetika Ekologi IPB University, Prof Ronny Rachman Noor, menjelaskan bahwa penyebab gangguan ginjal pada kucing sangat beragam. Faktor pemicunya mulai dari paparan toksin seperti tanaman lili, cairan <em>antifreeze<\/em>, hingga konsumsi obat-obatan manusia.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Selain itu, infeksi, trauma fisik, serta komplikasi dari penyakit lain seperti hipertiroidisme dan hipertensi juga menjadi faktor risiko utama.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/907009\/waspada-gangguan-ginjal-pada-kucing-gejala-penyebab-dan-cara-pencegahan\" title=\"Waspada Gangguan Ginjal pada Kucing: Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahan\" target=\"_blank\">Waspada Gangguan Ginjal pada Kucing: Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahan<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Mengenali Gejala yang Tersembunyi<\/h3>\n<p>Menurut Prof Ronny, salah satu tantangan terbesar dalam menangani gangguan ginjal adalah sifatnya yang berkembang secara perlahan. Gejala klinis biasanya baru terlihat jelas ketika fungsi ginjal sudah menurun secara signifikan.<\/p>\n<p>Pemilik kucing diminta untuk waspada terhadap perubahan perilaku dan fisik berikut:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; border: 1px solid #ddd; margin-bottom: 20px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Kategori Gejala<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Tanda-Tanda Klinis<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Perubahan Kebiasaan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Sering minum (polidipsia) dan perubahan pola buang air kecil.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Kondisi Fisik<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Penurunan berat badan, gusi kering, kulit kurang elastis, mata cekung.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Sistem Pencernaan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Muntah dan masalah pencernaan lainnya.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Aroma Tubuh<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Napas berbau amonia.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>&#8220;Pemilik kucing disarankan untuk memantau perubahan pola minum dan buang air kecil. Jika ada peningkatan signifikan, segera konsultasi dengan dokter hewan,&#8221; ujar Prof Ronny.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/778885\/air-kelapa-disebut-bisa-cegah-batu-ginjal-ini-faktanya\" title=\"Air Kelapa Disebut Bisa Cegah Batu Ginjal, Ini Faktanya\" target=\"_blank\">Air Kelapa Disebut Bisa Cegah Batu Ginjal, Ini Faktanya<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Langkah Pencegahan dan Deteksi Dini<\/h3>\n<p>Untuk menjaga kesehatan kucing, terutama yang telah berusia di atas tujuh tahun, pemeriksaan rutin menjadi kunci. Prof Ronny menyarankan pemeriksaan darah dan urine dilakukan setiap 3 hingga 6 bulan sekali.<\/p>\n<p>Selain itu, prosedur ultrasonografi (USG) ginjal sangat dianjurkan untuk mendeteksi adanya batu ginjal atau kelainan struktur organ sejak dini.<\/p>\n<p>Dalam hal perawatan harian, hidrasi adalah prioritas utama. Pemilik dapat menyediakan air segar melalui <em>water fountain<\/em> atau memberikan makanan basah (<em>wet food<\/em>) untuk meningkatkan asupan cairan. Prof Ronny juga memberikan peringatan keras agar pemilik tidak sembarangan memberikan obat manusia kepada kucing.<\/p>\n<p><strong>Peringatan Penting:<\/strong> Hindari memberikan obat manusia seperti parasetamol atau ibuprofen kepada kucing karena bersifat racun (toksik) bagi sistem mereka.<\/p>\n<h3>Penanganan Medis dan Diet Khusus<\/h3>\n<p>Jika kucing terdiagnosis mengalami gangguan ginjal, penanganan cepat dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang usia mereka. Strategi penanganan biasanya meliputi penyesuaian diet, terapi cairan, dan pemberian obat-obatan pendukung.<\/p>\n<p>Bagi kucing dengan CKD, disarankan mengonsumsi makanan renal yang rendah fosfor namun memiliki protein berkualitas tinggi. Sementara untuk kasus batu ginjal, dokter mungkin akan meresepkan diet pelarut struvite.<\/p>\n<p>Dukungan medis tambahan seperti cairan subkutan, obat antihipertensi, suplemen anemia, atau antibiotik juga diberikan sesuai dengan kebutuhan spesifik kondisi kucing tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Semua itu dilakukan demi menjaga kesehatan hewan peliharaan dengan perhatian dan perawatan terbaik,&#8221; pungkas Prof Ronny. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/917325\/waspada-gangguan-ginjal-pada-kucing-usia-lanjut-gejala-dan-cara-pencegahan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) GANGGUAN ginjal kini tercatat sebagai penyakit kronis yang paling sering menyerang kucing usia lanjut. Prevalensinya bahkan telah melampaui penyakit umum lainnya seperti diabetes dan gangguan jantung. Masalah kesehatan ini mencakup penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease\/CKD) serta batu ginjal (nefrolitiasis), yang jika tidak segera ditangani, dapat berakibat fatal bagi hewan peliharaan. Pakar Genetika Ekologi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":81291,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-81290","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81290","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81290"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81290\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81291"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81290"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81290"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81290"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}