{"id":81123,"date":"2026-08-01T16:58:40","date_gmt":"2026-08-01T16:58:40","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/01\/menko-polkam-operasi-darat-harus-digencarkan-untuk-kendalikan-karhutla\/"},"modified":"2026-08-01T16:58:40","modified_gmt":"2026-08-01T16:58:40","slug":"menko-polkam-operasi-darat-harus-digencarkan-untuk-kendalikan-karhutla","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/01\/menko-polkam-operasi-darat-harus-digencarkan-untuk-kendalikan-karhutla\/","title":{"rendered":"Menko Polkam Operasi Darat Harus Digencarkan untuk Kendalikan Karhutla"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/01\/1785588309_20c2c7c47ec2db04d4a0.jpg\" alt=\"Menko Polkam: Operasi Darat Harus Digencarkan untuk Kendalikan Karhutla\"\/><figcaption>MENTERI\u00a0Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago.(Dok. Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MENTERI\u00a0Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/menko-polkam\" title=\"menko polkam\">Menko Polkam<\/a>) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menegaskan bahwa operasi satuan tugas (satgas) darat merupakan kunci utama dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/karhutla\" title=\"karhutla\">karhutla<\/a>). Ia menginstruksikan agar setiap titik api segera dipadamkan sebelum sempat meluas.<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan Djamari saat meninjau langsung upaya penanggulangan karhutla di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (1\/8\/2026). Ia meminta seluruh personel tidak hanya mengandalkan pemadaman dari udara.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cSeluruh satgas harus meningkatkan operasi darat dan tidak mengandalkan penanganan karhutla melalui udara sebagai upaya utama mengendalikan kebakaran,\u201d ujar Djamari.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/909810\/lahan-gambut-mengering-ancaman-karhutla-di-kalsel-meningkat\" target=\"_blank\" title=\"Lahan Gambut Mengering, Ancaman Karhutla di Kalsel Meningkat\">Lahan Gambut Mengering, Ancaman Karhutla di Kalsel Meningkat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut Menko Polkam, kondisi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/cuaca-panas-ekstrem\" title=\"Cuaca panas ekstrem\">cuaca panas ekstrem<\/a> saat ini memicu api menyebar dengan sangat cepat. Oleh karena itu, kecepatan respons personel di lapangan menjadi faktor krusial untuk mencegah kebakaran berkembang ke wilayah yang lebih luas.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa patroli darat harus mampu mendeteksi dan memadamkan api sekecil apa pun. Jika kebakaran sudah membesar, penanganan akan menjadi jauh lebih sulit dan membutuhkan dukungan helikopter <em>water bombing<\/em> (pengebom air) yang memakan biaya serta sumber daya besar.<\/p>\n<h3>Pentingnya Pendinginan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lahan-gambut\" title=\"lahan gambut\">Lahan Gambut<\/a><\/h3>\n<p>Djamari juga mengingatkan para petugas di lapangan agar tidak cepat berpuas diri setelah api tampak padam. Ia menekankan bahwa proses penanganan belum dianggap selesai jika pendinginan (<em>cooling down<\/em>) belum dilakukan secara menyeluruh.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/909787\/drone-digunakan-untuk-bantu-pemadaman-karhutla-seluas-7-hektare-di-riau\" target=\"_blank\" title=\"Drone Digunakan untuk Bantu Pemadaman Karhutla Seluas 7 Hektare di Riau\">Drone Digunakan untuk Bantu Pemadaman Karhutla Seluas 7 Hektare di Riau<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cJangan terlalu percaya diri setelah api berhasil dipadamkan. Penanganan belum selesai apabila proses pendinginan belum dilakukan secara menyeluruh,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Khusus untuk wilayah Kalimantan Selatan yang didominasi lahan gambut, ia meminta seluruh area bekas terbakar terus dibasahi dengan memaksimalkan sumber air yang tersedia. Hal ini bertujuan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa di bawah permukaan tanah yang berpotensi memicu kebakaran kembali.<\/p>\n<h3>Koordinasi dan Keselamatan Petugas<\/h3>\n<p>Selain penguatan operasi lapangan, Menko Polkam menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga. Ia meminta satgas segera melaporkan kebutuhan personel maupun peralatan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jika ditemukan kendala di lapangan.<\/p>\n<p>Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi agar setiap kejadian karhutla dapat ditangani secara cepat, efektif, dan terkendali. Namun, di atas semua upaya teknis tersebut, Djamari menegaskan bahwa keselamatan nyawa personel adalah prioritas tertinggi.<\/p>\n<p>\u201cIntinya adalah jangan sampai ada korban, utamakan keselamatan petugas di lapangan. Setiap operasi harus dikendalikan pimpinan lapangan dengan memperhitungkan kondisi api, arah angin, dan aspek teknis lainnya,\u201d pungkas Djamari. (Ant\/H-3)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/917211\/menko-polkam-operasi-darat-harus-digencarkan-untuk-kendalikan-karhutla\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MENTERI\u00a0Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago.(Dok. Antara) MENTERI\u00a0Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menegaskan bahwa operasi satuan tugas (satgas) darat merupakan kunci utama dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menginstruksikan agar setiap titik api segera dipadamkan sebelum sempat meluas. Hal tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":81124,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-81123","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81123","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81123"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81123\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81124"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81123"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81123"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81123"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}