{"id":81068,"date":"2026-08-01T14:33:36","date_gmt":"2026-08-01T14:33:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/01\/mengapa-ban-asimetrik-cocok-untuk-suv-ini-penjelasan-ahli\/"},"modified":"2026-08-01T14:33:36","modified_gmt":"2026-08-01T14:33:36","slug":"mengapa-ban-asimetrik-cocok-untuk-suv-ini-penjelasan-ahli","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/08\/01\/mengapa-ban-asimetrik-cocok-untuk-suv-ini-penjelasan-ahli\/","title":{"rendered":"Mengapa Ban Asimetrik Cocok untuk SUV Ini Penjelasan Ahli"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/01\/1785594250_8a016a8c9ccccd019a0f.jpg\" alt=\"Mengapa Ban Asimetrik Cocok untuk SUV? Ini Penjelasan Ahli\"\/><figcaption>Mengenal teknologi ban pola asimetrik untuk SUV.(Dok. Michelin)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>TREN penggunaan kendaraan <em>Sport Utility Vehicle<\/em> (SUV) di Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan. Karakter SUV yang tangguh namun tetap elegan menuntut komponen pendukung yang mampu mengimbangi performanya, terutama pada sektor ban. Salah satu inovasi teknologi yang kini menjadi sorotan adalah penggunaan pola tapak atau <em>tread pattern<\/em> asimetrik yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pengguna SUV modern.<\/p>\n<h2>Apa Itu Pola Tapak Asimetrik?<\/h2>\n<p>Pola asimetrik adalah desain tapak ban yang memiliki bentuk berbeda antara sisi bagian dalam (<em>inner<\/em>) dan sisi bagian luar (<em>outer<\/em>). Desain ini bukan sekadar estetika, melainkan sebuah rekayasa teknis untuk memberikan fungsi ganda dalam satu ban. Sisi luar biasanya dirancang untuk stabilitas saat bermanuver, sementara sisi dalam dioptimalkan untuk pembuangan air dan kenyamanan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>R&amp;D Manager PT Elangperdana Tyre Industry, Sandya Gilang, menjelaskan bahwa pola asimetrik sangat efektif dalam meningkatkan kualitas berkendara tanpa mengorbankan performa. Hal ini disampaikan dalam ajang pameran otomotif di ICE BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (1\/8\/2026).<\/p>\n<h2>Manfaat Utama Ban Asimetrik untuk SUV<\/h2>\n<p>Penggunaan pola asimetrik pada mobil SUV memberikan beberapa keuntungan teknis yang krusial, di antaranya:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Reduksi Kebisingan (Low Noise):<\/strong> SUV seringkali memiliki karakter suspensi dan bodi yang cenderung menghasilkan suara jalan yang masuk ke kabin. Pola asimetrik dirancang untuk memecah gelombang suara, sehingga menghasilkan efek berkendara yang lebih senyap dibandingkan pola searah (<em>directional<\/em>) atau simetris konvensional.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Keseimbangan Performa:<\/strong> Ban ini mampu memberikan traksi yang baik di jalan aspal yang mulus sekaligus tetap stabil saat melintasi medan yang lebih kasar.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Fleksibilitas Tampilan:<\/strong> Menariknya, teknologi ini memungkinkan produsen membuat desain dinding ban (<em>sidewall<\/em>) yang berbeda di masing-masing sisi. Pemilik kendaraan dapat memilih sisi mana yang ingin ditampilkan ke luar sesuai selera estetika mereka tanpa mengganggu fungsi utama ban. \u201cPola Asimetrik itu sebenarnya bisa menghadirkan performa di ban dengan efek yang lebih senyap. SUV biasanya punya karakter yang lebih keras dan kasar sehingga <em>noise<\/em>-nya tinggi. Pemilihan karakter asimetrik untuk meredam <em>noise<\/em> jauh lebih baik,\u201d ujar Sandya Gilang.\u00a0<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 20px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #eeeeee;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">\u00a0<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Manfaat bagi Pengguna SUV<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Pola Tapak Asimetrik<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Meredam kebisingan kabin dan meningkatkan kenyamanan.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Kategori Rugged Terrain (R\/T)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Keseimbangan antara performa jalan raya dan medan tanah\/kerikil.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Dual Sidewall Design<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Fleksibilitas estetika tampilan ban pada kendaraan.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Uji Ketahanan 30.000 Km<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Jaminan durabilitas untuk penggunaan jangka panjang.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>(<em>Ant\/<\/em>Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/otomotif\/917251\/mengapa-ban-asimetrik-cocok-untuk-suv-ini-penjelasan-ahli\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengenal teknologi ban pola asimetrik untuk SUV.(Dok. Michelin) TREN penggunaan kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV) di Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan. Karakter SUV yang tangguh namun tetap elegan menuntut komponen pendukung yang mampu mengimbangi performanya, terutama pada sektor ban. Salah satu inovasi teknologi yang kini menjadi sorotan adalah penggunaan pola tapak atau tread pattern asimetrik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":81069,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-81068","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81068","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81068"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81068\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81069"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81068"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81068"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81068"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}