{"id":80785,"date":"2026-07-31T23:50:42","date_gmt":"2026-07-31T23:50:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/31\/menggerakkan-roda-perekonomian-lokal-dengan-melestarikan-tradisi-grebeg-ageng-andum-apem-yaaqawiyyu\/"},"modified":"2026-07-31T23:50:42","modified_gmt":"2026-07-31T23:50:42","slug":"menggerakkan-roda-perekonomian-lokal-dengan-melestarikan-tradisi-grebeg-ageng-andum-apem-yaaqawiyyu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/31\/menggerakkan-roda-perekonomian-lokal-dengan-melestarikan-tradisi-grebeg-ageng-andum-apem-yaaqawiyyu\/","title":{"rendered":"Menggerakkan Roda Perekonomian Lokal dengan Melestarikan Tradisi Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/08\/01\/1785541297_af8b9d42bf1c0e42d5a4.jpg\" alt=\"Menggerakkan Roda Perekonomian Lokal dengan Melestarikan Tradisi Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu\"\/><figcaption>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto ketika menghadiri Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu(MI\/HO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DI\u00a0tengah arus digitalisasi yang kian masif, menjaga teguh tradisi dan budaya menjadi kunci bagi anak bangsa untuk mempertahankan jati diri. Budaya tidak boleh sekadar menjadi kenangan, melainkan harus terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang agar identitas bangsa Indonesia tetap kokoh berdiri.<\/p>\n<p>Salah satu warisan luhur yang masih terjaga hingga kini adalah tradisi Grebeg Ageng Andum Apem <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/yaa-qawiyyu\" title=\"Yaa Qawiyyu\">Yaa Qawiyyu<\/a> Eyang Kiai Ageng Gribig di Jatinom, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/klaten\" title=\"klaten\">Klaten<\/a>. Tradisi penyebaran kue apem ini bermula dari dakwah Kiai Ageng Gribig, atau Syekh Wasibagno Timur, seorang ulama besar keturunan Raja Majapahit Brawijaya V yang menyebarkan Islam di tanah Jawa dengan pendekatan yang santun dan praktis.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/airlangga-hartarto\" title=\"airlangga hartarto\">Airlangga Hartarto<\/a>, yang hadir dalam puncak acara pada Jumat (31\/07\/2026), menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kembali tradisi ini. Tahun ini, Grebeg Saparan mengusung tema <i>\u201cIngaluhur Rinasa Trusthaning Gusti\u201d<\/i>.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/540615\/pengamatairlangga-hartarto-layak-disebut-bapak-ekonomi-kerakyatan\" title=\"Pengamat:\u00a0Airlangga Hartarto Layak Disebut Bapak Ekonomi Kerakyatan\" target=\"_blank\">Pengamat:\u00a0Airlangga Hartarto Layak Disebut Bapak Ekonomi Kerakyatan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cTema ini mengingatkan kita bahwa setinggi apa pun kedudukan, ilmu, maupun pencapaian manusia, semuanya harus dilandasi rasa tawakal, rendah hati, serta kepercayaan penuh kepada Allah SWT. Ini selaras dengan keteladanan Kiai Ageng Gribig yang berdakwah dengan kelembutan dan keikhlasan,\u201d ujar Menko Airlangga di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.<\/p>\n<h3>Rangkaian Kegiatan dan Antusiasme Masyarakat<\/h3>\n<p>Rangkaian acara tahun ini berlangsung meriah sejak pertengahan Juli, melibatkan berbagai kegiatan religius hingga festival seni budaya yang menarik puluhan ribu pengunjung.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Tanggal<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Agenda Kegiatan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">16 Juli 2026<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Ambuko Songsong Winadi (Penanda 1 Safar)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">22 Juli 2026<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Semakan Al-Qur&#8217;an Bil Qhoib dan Khataman Al-Qur&#8217;an<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Pekan Acara<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Maulid Al Barzanji, Haul, Festival Seni Budaya, dan Naji Kopi Malahad<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Puncak Acara<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Kirab Gunungan Apem dan Andum Apem Yaa Qawiyyu<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Menko Airlangga mencatat adanya peningkatan jumlah pengunjung setiap tahunnya. Pada puncak acara kali ini, diperkirakan sekitar 50 ribu orang memadati lokasi. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga tradisi ini hingga ratusan tahun ke depan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/435292\/sambil-menanam-padi-menko-perekonomian-airlangga-serap-aspirasi-petani\" title=\"Sambil Menanam Padi, Menko Perekonomian Airlangga Serap Aspirasi Petani \" target=\"_blank\">Sambil Menanam Padi, Menko Perekonomian Airlangga Serap Aspirasi Petani <\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Dampak Signifikan terhadap Ekonomi Lokal<\/h3>\n<p>Selain sebagai sarana pelestarian budaya dan religi, Grebeg Yaa Qawiyyu terbukti menjadi motor penggerak <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ekonomi-kerakyatan\" title=\"ekonomi kerakyatan\">ekonomi kerakyatan<\/a>. Lonjakan pendapatan dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga penyedia jasa transportasi lokal.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 15px; border-left: 5px solid #2196F3; margin: 20px 0;\"><strong>Statistik Ekonomi Acara:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Total Sebaran Apem:<\/strong> Mencapai 6 hingga 7 ton.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Estimasi Pengunjung:<\/strong> 50.000 orang.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Sektor Terdampak:<\/strong> UMKM kuliner, pengelola parkir, transportasi lokal, dan penginapan\/warung warga.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menambahkan bahwa membludaknya wisatawan memberikan keuntungan besar bagi warga sekitar.<\/p>\n<p>&#8220;Terdapat pemberdayaan sektor jasa seperti pengelola parkir dan warga yang membuka angkringan. Mereka mampu mendulang keuntungan dari rangkaian acara selama sepekan ini,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua BKSAP DPR RI Ravindra Airlangga, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Klaten, yang bersama-sama menyaksikan harmoni antara tradisi luhur dan penguatan ekonomi masyarakat. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/917069\/menggerakkan-roda-perekonomian-lokal-dengan-melestarikan-tradisi-grebeg-ageng-andum-apem-yaaqawiyyu\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto ketika menghadiri Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu(MI\/HO) DI\u00a0tengah arus digitalisasi yang kian masif, menjaga teguh tradisi dan budaya menjadi kunci bagi anak bangsa untuk mempertahankan jati diri. Budaya tidak boleh sekadar menjadi kenangan, melainkan harus terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang agar identitas bangsa Indonesia tetap kokoh berdiri. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":80786,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-80785","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80785","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80785"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80785\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80786"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80785"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80785"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80785"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}