{"id":80195,"date":"2026-07-30T20:31:19","date_gmt":"2026-07-30T20:31:19","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/30\/intelijen-as-ungkap-tiongkok-kantongi-data-220-juta-pemilih-amerika\/"},"modified":"2026-07-30T20:31:19","modified_gmt":"2026-07-30T20:31:19","slug":"intelijen-as-ungkap-tiongkok-kantongi-data-220-juta-pemilih-amerika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/30\/intelijen-as-ungkap-tiongkok-kantongi-data-220-juta-pemilih-amerika\/","title":{"rendered":"Intelijen AS Ungkap Tiongkok Kantongi Data 220 Juta Pemilih Amerika"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/30\/1785420848_0259a66c5e4a045e2566.jpg\" alt=\"Intelijen AS Ungkap Tiongkok Kantongi Data 220 Juta Pemilih Amerika\"\/><figcaption>Pemilih mengirimkan surat suara saat pemilu di AS.(Dok. AFP\/Frederic J. BROWN)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KOMUNITAS Intelijen <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/amerika-serikat\" title=\"Amerika Serikat\">Amerika Serikat<\/a> (AS) mengungkapkan temuan mengejutkan terkait keamanan data nasional. Pihak intelijen menyebut Republik Rakyat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tiongkok\" title=\"tiongkok\">Tiongkok<\/a> (RRT) telah memperoleh data pendaftaran milik 220 juta pemilih <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pemilu-as\" title=\"Pemilu AS\">pemilu AS<\/a> melalui berbagai metode, mulai dari pembelian hingga peretasan.<\/p>\n<p>Berdasarkan lembar fakta yang diperoleh kelompok wartawan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gedung-putih\" title=\"Gedung Putih\">Gedung Putih<\/a> pada Kamis (30\/7\/2026), pengumpulan data skala besar ini melibatkan informasi yang tidak tersedia untuk publik. Dokumen tersebut telah dikonfirmasi oleh para pimpinan tertinggi dari Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI), Badan Keamanan Nasional (NSA), Badan Intelijen Pusat (CIA), dan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Republik Rakyat Tiongkok dan pihak-pihak yang bertindak atas nama mereka telah membeli, mencuri, atau meretas data pendaftaran pemilih sebanyak 220 juta warga Amerika,&#8221; demikian tertulis dalam lembar fakta tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/890312\/xi-jinping-soroti-jebakan-thucydides-saat-bertemu-trump-tekankan-hubungan-stabil-tiongkok-as\" title=\"Xi Jinping Soroti \u2018Jebakan Thucydides\u2019 saat Bertemu Trump, Tekankan Hubungan Stabil Tiongkok-AS\" target=\"_blank\">Xi Jinping Soroti \u2018Jebakan Thucydides\u2019 saat Bertemu Trump, Tekankan Hubungan Stabil Tiongkok-AS<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Potensi Manipulasi dan Intervensi<\/h3>\n<p>Dokumen intelijen tersebut mendefinisikan &#8220;intervensi dalam pemilu&#8221; sebagai upaya pengaruh, baik secara terbuka maupun terselubung, oleh pemerintah asing untuk memengaruhi proses demokrasi AS secara langsung maupun tidak langsung.<\/p>\n<p>Komunitas Intelijen AS memperingatkan bahwa penguasaan data ini memberikan celah bagi pihak lawan untuk melakukan manipulasi. Hal ini mencakup upaya mencegah pemilih perorangan atau kelompok tertentu memberikan suara, menyebabkan keterlambatan di tempat pemungutan suara, hingga memaksa pemilih menggunakan surat suara sementara.<\/p>\n<p>&#8220;Pihak-pihak lawan juga dapat memanfaatkan data pendaftaran untuk merancang upaya campur tangan atau pengaruh lainnya,&#8221; tambah laporan tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/890306\/trump-dan-xi-jinping-sepakat-selat-hormuz-harus-tetap-terbuka-iran-tidak-boleh-miliki-senjata-nuklir\" title=\"Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka, Iran Tidak Boleh Miliki Senjata Nuklir\" target=\"_blank\">Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka, Iran Tidak Boleh Miliki Senjata Nuklir<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Rekam Jejak Eksploitasi<\/h3>\n<p>Laporan ini juga mengungkap temuan tahun 2022, di mana badan intelijen AS mendeteksi adanya pelaku eksploitasi jaringan komputer asal Tiongkok yang diduga memperoleh data pendaftaran pemilih melalui platform perdagangan daring.<\/p>\n<p>Isu campur tangan asing ini terus menjadi komoditas politik panas di Washington. Awal Juli lalu, Presiden AS Donald Trump menuding Tiongkok telah melakukan segala cara untuk menggagalkan kemenangannya pada Pemilu 2020. Trump bahkan menuduh pejabat intelijen AS sengaja menyembunyikan informasi krusial tersebut dari Gedung Putih.<\/p>\n<h3>Bantahan Pihak Tiongkok<\/h3>\n<p>Menanggapi tuduhan tersebut, Kedutaan Besar Tiongkok di Washington memberikan pernyataan tegas. Melalui kantor berita <em>RIA Novosti<\/em>, pihak Tiongkok menyatakan bahwa mereka tidak pernah dan tidak akan pernah mencampuri urusan pemilihan presiden Amerika Serikat.<\/p>\n<p>\u00a0Laporan intelijen ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan siber antara Washington dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/beijing\" title=\"Beijing\">Beijing<\/a> menjelang siklus politik mendatang di Amerika Serikat. (Ant\/Sputnik\/H-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/916647\/intelijen-as-ungkap-tiongkok-kantongi-data-220-juta-pemilih-amerika\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemilih mengirimkan surat suara saat pemilu di AS.(Dok. AFP\/Frederic J. BROWN) KOMUNITAS Intelijen Amerika Serikat (AS) mengungkapkan temuan mengejutkan terkait keamanan data nasional. Pihak intelijen menyebut Republik Rakyat Tiongkok (RRT) telah memperoleh data pendaftaran milik 220 juta pemilih pemilu AS melalui berbagai metode, mulai dari pembelian hingga peretasan. Berdasarkan lembar fakta yang diperoleh kelompok wartawan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":80196,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-80195","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80195","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80195"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80195\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80196"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80195"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80195"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80195"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}