{"id":80165,"date":"2026-07-30T19:12:36","date_gmt":"2026-07-30T19:12:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/30\/transformasi-kesehatan-indonesia-buka-peluang-investasi-jangka-panjang\/"},"modified":"2026-07-30T19:12:36","modified_gmt":"2026-07-30T19:12:36","slug":"transformasi-kesehatan-indonesia-buka-peluang-investasi-jangka-panjang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/30\/transformasi-kesehatan-indonesia-buka-peluang-investasi-jangka-panjang\/","title":{"rendered":"Transformasi Kesehatan Indonesia Buka Peluang Investasi Jangka Panjang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/31\/1785438532_ff08623f10ee445bf84b.jpg\" alt=\"Transformasi Kesehatan Indonesia Buka Peluang Investasi Jangka Panjang\"\/><figcaption>Prof. Dr. Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, menyampaikan keynote address pada Novo Holdings Indonesia Partnering Day 2026.(Dok. Novo Holdings)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>TRANSFORMASI layanan kesehatan Indonesia memasuki fase penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan berkualitas dan semakin pesatnya adopsi solusi kesehatan digital. Dengan jumlah penduduk sekitar 287 juta jiwa, Indonesia menjadi pasar layanan kesehatan terbesar di Asia Tenggara dan dinilai memiliki peluang besar untuk pengembangan model layanan kesehatan yang lebih terintegrasi.<\/p>\n<p>Perubahan tersebut tidak hanya mendorong pelaku industri mengembangkan teknologi dan model layanan baru, tetapi juga menarik perhatian investor yang memiliki perspektif jangka panjang. Layanan kesehatan digital, teknologi medis, diagnostik, layanan farmasi, hingga bioindustri menjadi sejumlah area yang berkembang dalam ekosistem ilmu hayati dan kesehatan di Asia.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Salah satu investor yang menempatkan Indonesia sebagai pasar penting di kawasan adalah Novo Holdings. Perusahaan induk sekaligus perusahaan investasi yang mengelola aset dan kekayaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/novo-nordisk\" title=\"Novo Nordisk\">Novo Nordisk<\/a> Foundation tersebut melihat skala pasar Indonesia, meningkatnya permintaan terhadap layanan kesehatan berkualitas, serta pesatnya adopsi solusi kesehatan digital sebagai peluang untuk mendorong perubahan di sektor kesehatan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/880333\/kolaborasi-ai-di-sektor-kesehatan-percepat-penemuan-obat\" title=\"Kolaborasi AI di Sektor Kesehatan Percepat Penemuan Obat\" target=\"_blank\">Kolaborasi AI di Sektor Kesehatan Percepat Penemuan Obat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pandangan tersebut menjadi salah satu fokus dalam Indonesia Partnering Day 2026 bertema <em>Advancing Healthcare Delivery and Innovation<\/em> di Jakarta, Rabu 29 Juli 2026. Forum ini menghadirkan berbagai perspektif dari ekosistem kesehatan untuk memahami prioritas lokal secara lebih mendalam serta mengeksplorasi bagaimana investasi jangka panjang, inovasi, dan kemitraan dapat mendukung pengembangan layanan kesehatan di Indonesia secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>&#8220;Indonesia merupakan salah satu pasar layanan kesehatan terpenting di Asia Tenggara. Besarnya skala pasar, meningkatnya permintaan terhadap layanan kesehatan berkualitas, serta pesatnya adopsi solusi kesehatan digital menciptakan peluang nyata bagi investor jangka panjang dan perusahaan di sektor kesehatan untuk menjadi bagian dari perubahan yang berarti,&#8221; kata Managing Partner &amp; Head of Asia Novo Holdings Dr Amit Kakar.<\/p>\n<p>Menurut Amit, Indonesia Partnering Day 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif dari ekosistem kesehatan dan memahami prioritas lokal, sekaligus mengeksplorasi peluang kolaborasi dalam pengembangan layanan kesehatan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/916706\/obesitas-tingkatkan-risiko-gangguan-reproduksi-perempuan\" title=\"Obesitas Tingkatkan Risiko Gangguan Reproduksi Perempuan\" target=\"_blank\">Obesitas Tingkatkan Risiko Gangguan Reproduksi Perempuan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Melalui Indonesia Partnering Day 2026, kami menghadirkan berbagai perspektif dari seluruh ekosistem kesehatan untuk memahami prioritas lokal secara lebih mendalam serta mengeksplorasi bagaimana investasi jangka panjang, inovasi, dan kemitraan dapat mendukung pengembangan layanan kesehatan di Indonesia secara berkelanjutan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Secara global, Novo Holdings memiliki skala investasi yang cukup besar. Total aset kelolaannya mencapai US$109 miliar pada akhir 2025, setara dengan DKK694 miliar atau EUR93 miliar. Pada 2025, sekitar US$2 miliar diinvestasikan pada sektor ilmu hayati.\u00a0<\/p>\n<p>Novo Holdings juga memiliki 171 perusahaan dalam portofolio investasi, termasuk 147 perusahaan di sektor ilmu hayati.<\/p>\n<p>Novo Holdings didirikan pada 1999 untuk mengelola aset dan kekayaan Novo Nordisk Foundation. Mandat perusahaan adalah menghasilkan imbal hasil jangka panjang yang menarik bagi Novo Nordisk Foundation, sekaligus berinvestasi pada perusahaan yang berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan manusia serta keberlanjutan masyarakat dan planet.<\/p>\n<p>Dalam menjalankan mandat tersebut, Novo Holdings menggabungkan keahlian di bidang ilmu hayati dengan perspektif kepemilikan jangka panjang. Investasi dilakukan melalui sejumlah tim, yakni Seed Investments, Venture Investments, Asia Investments, Principal Investments, dan Planetary Health Investments, yang mencakup berbagai tahap perkembangan perusahaan dan subsektor ilmu hayati serta layanan kesehatan.<\/p>\n<p>Selain itu, Novo Holdings mengelola portofolio <em>Capital Investments<\/em> yang terdiversifikasi, meliputi saham perusahaan publik dan privat, instrumen pendapatan tetap, aset riil, serta infrastruktur. Prinsip investasi bertanggung jawab diterapkan dalam seluruh strategi dan pendekatan kepemilikan dengan fokus pada penciptaan nilai jangka panjang serta dampak positif bagi kesehatan manusia dan planet.<\/p>\n<p>Secara global, Novo Holdings beroperasi melalui tujuh kantor dengan 235 karyawan hingga akhir 2025. Kantor pusatnya berada di Copenhagen, Denmark, dengan jaringan internasional yang mencakup Boston, San Francisco, London, Singapura, Shanghai, dan Mumbai.<\/p>\n<p>Di Asia, Novo Holdings membangun tim khusus untuk berinvestasi di pasar ilmu hayati dan layanan kesehatan yang besar dan terus berkembang. Tim Asia beroperasi dari Singapura, Shanghai, dan Mumbai, dengan 24 anggota yang bekerja penuh waktu untuk mendukung 17 perusahaan portofolio di kawasan.<\/p>\n<p>Pembukaan kantor Mumbai pada 2024 mencerminkan semakin besarnya fokus Novo Holdings terhadap India, di samping kehadirannya yang telah mapan di Asia Tenggara dan China. Tim Asia berinvestasi pada perusahaan dalam berbagai tahap perkembangan melalui beragam struktur, termasuk ekuitas publik, investasi minoritas, investasi bersama, dan akuisisi. Komitmen investasi umumnya berkisar antara US$30 juta hingga US$100 juta untuk setiap investasi.<\/p>\n<p>Fokus portofolio Asia mencakup penyedia layanan kesehatan, teknologi medis, perangkat dan diagnostik ilmu hayati, layanan farmasi, teknologi informasi kesehatan, serta bioindustri. Secara geografis, tim regional Novo Holdings berfokus pada India, China, dan Asia Tenggara.<\/p>\n<p>Dalam menentukan perusahaan yang menjadi sasaran investasi, Novo Holdings mempertimbangkan teknologi serta model bisnis inovatif, potensi pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, kepemimpinan pasar saat ini maupun di masa mendatang, serta kekuatan tim manajemen.<br \/>&#13;<br \/>\nIndonesia sendiri telah menjadi bagian dari jejak investasi Novo Holdings sejak 2021 melalui Halodoc, platform kesehatan digital asal Indonesia yang menyediakan telekonsultasi, pengantaran obat, pemeriksaan laboratorium, serta berbagai solusi layanan kesehatan lainnya yang didukung teknologi.<\/p>\n<p>Investasi tersebut turut mendukung perluasan akses terhadap layanan kesehatan melalui kanal digital serta pengembangan model layanan yang lebih terintegrasi dan nyaman bagi masyarakat Indonesia. Pada 2025, Halodoc bermitra dengan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/novo-nordisk-indonesia\" title=\"novo nordisk indonesia\">Novo Nordisk Indonesia<\/a> untuk meluncurkan Halofit, klinik obesitas digital pertama di Indonesia. Kemitraan tersebut mencerminkan ambisi yang lebih luas untuk mendukung pengembangan layanan kesehatan di Indonesia melalui pendekatan berbasis kemitraan.<\/p>\n<p>Portofolio Novo Holdings di Asia juga mencakup perusahaan layanan kesehatan <em>omnichannel<\/em> berbasis teknologi yang berkantor pusat di Singapura. Perusahaan tersebut menyediakan layanan telekonsultasi, perawatan di rumah, serta pengelolaan penyakit kronis di Asia Tenggara dan telah menjadi bagian dari portofolio Novo Holdings sejak 2021.<\/p>\n<p>Kehadiran perusahaan tersebut turut memperluas akses terhadap layanan kesehatan yang mudah diakses dan didukung teknologi, termasuk layanan pengelolaan penyakit kronis di kawasan. Pada 2025, perusahaan itu juga menjalin kemitraan dengan Novo Nordisk Filipina untuk mendukung layanan penanganan obesitas.<\/p>\n<p>Area lain yang berkembang adalah penerapan kecerdasan artifisial dalam diagnostik. Novo Holdings menjadi investor sejak 2022 pada perusahaan teknologi kesehatan yang mengembangkan solusi diagnostik berbasis AI untuk pencitraan medis, termasuk sinar-X, CT scan, dan ultrasonografi.<br \/>&#13;<br \/>\nSolusi tersebut mendukung proses pengambilan keputusan diagnostik yang lebih cepat dan dapat diterapkan secara lebih luas, khususnya di wilayah yang menghadapi keterbatasan akses terhadap tenaga medis spesialis.<\/p>\n<p>Investasi lainnya berada di bidang genomik dan diagnostik presisi. Novo Holdings menjadi investor sejak 2022 pada perusahaan riset dan diagnostik berbasis genomik yang menyediakan layanan di bidang kesehatan reproduksi, penyakit langka, onkologi, serta berbagai bidang pengobatan presisi lainnya.<\/p>\n<p>Perusahaan tersebut mendorong pemanfaatan genomik dan diagnostik presisi untuk mendukung deteksi yang lebih dini, pengambilan keputusan klinis yang lebih tepat, serta pendekatan perawatan yang lebih personal.<br \/>&#13;<br \/>\nRangkaian investasi tersebut menunjukkan bahwa transformasi layanan kesehatan di Asia berlangsung pada berbagai lapisan. Perubahan tidak hanya terjadi melalui digitalisasi akses layanan, tetapi juga melalui pengembangan layanan omnichannel, perawatan di rumah, pengelolaan penyakit kronis, teknologi diagnostik berbasis AI, hingga pemanfaatan genomik untuk mendukung pengobatan presisi.<\/p>\n<p>Bagi Indonesia, perkembangan tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya permintaan terhadap layanan kesehatan berkualitas dan semakin luasnya adopsi solusi digital. Dengan skala pasar yang besar, pengembangan ekosistem kesehatan menjadi tidak hanya persoalan menambah kapasitas layanan, tetapi juga bagaimana teknologi, model bisnis, investasi, dan kemitraan dapat terhubung dengan kebutuhan masyarakat.<\/p>\n<p>Pendekatan tersebut sejalan dengan mandat Novo Holdings untuk menciptakan imbal hasil jangka panjang sekaligus berinvestasi pada perusahaan yang berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan manusia dan keberlanjutan masyarakat serta lingkungan.<\/p>\n<p>Novo Holdings merupakan pemegang saham pengendali Novo Nordisk dan Novonesis serta berinvestasi pada perusahaan ilmu hayati di berbagai tahap perkembangan. Perusahaan juga mengelola portofolio investasi terdiversifikasi yang mencakup ekuitas, obligasi, properti, infrastruktur, dan ekuitas privat.<\/p>\n<p>Dengan total aset kelolaan US$109 miliar pada akhir 2025 serta jaringan kantor di Copenhagen, London, Boston, San Francisco, Singapura, Shanghai, dan Mumbai, Novo Holdings menempatkan investasi di sektor ilmu hayati dan kesehatan sebagai bagian dari strategi jangka panjangnya.<\/p>\n<p>Bagi ekosistem kesehatan Indonesia, masuknya perspektif investasi jangka panjang tersebut memperlihatkan bahwa peluang pertumbuhan sektor kesehatan tidak hanya terletak pada besarnya pasar, tetapi juga pada kemampuan mengembangkan inovasi dan model layanan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. (E-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/916714\/transformasi-kesehatan-indonesia-buka-peluang-investasi-jangka-panjang\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prof. Dr. Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, menyampaikan keynote address pada Novo Holdings Indonesia Partnering Day 2026.(Dok. Novo Holdings) TRANSFORMASI layanan kesehatan Indonesia memasuki fase penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan berkualitas dan semakin pesatnya adopsi solusi kesehatan digital. Dengan jumlah penduduk sekitar 287 juta jiwa, Indonesia menjadi pasar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":80166,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-80165","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80165","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80165"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80165\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80166"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}