{"id":80149,"date":"2026-07-30T18:31:38","date_gmt":"2026-07-30T18:31:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/30\/bukan-cuma-faktor-genetik-gaya-hidup-juga-bisa-picu-kanker-payudara\/"},"modified":"2026-07-30T18:31:38","modified_gmt":"2026-07-30T18:31:38","slug":"bukan-cuma-faktor-genetik-gaya-hidup-juga-bisa-picu-kanker-payudara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/30\/bukan-cuma-faktor-genetik-gaya-hidup-juga-bisa-picu-kanker-payudara\/","title":{"rendered":"Bukan Cuma Faktor Genetik, Gaya Hidup Juga Bisa Picu Kanker Payudara"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/30\/1785427027_3201c4623694a7b78cb2.png\" alt=\"Bukan Cuma Faktor Genetik, Gaya Hidup Juga Bisa Picu Kanker Payudara\"\/><figcaption>Ilustrasi(Freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DOKTER Subspesialis Bedah Onkologi, dr. I Gusti Ayu Nari Laksmi Dewi, Sp.B, Subsp.Onk (K), menegaskan anggapan bahwa perempuan tanpa riwayat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/genetik\" title=\"genetik\">genetik<\/a> tidak akan terkena <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kanker-payudara\" title=\"kanker payudara\">kanker payudara<\/a> adalah mitos. Ia menekankan bahwa pemicu kanker payudara sangat kompleks dan tidak semata-mata didominasi faktor keturunan.<\/p>\n<p>&#8220;Mitos. Jadi sebetulnya kalau kanker payudara itu multifaktorial penyebabnya, jadi enggak bisa cuma karena hereditary (riwayat keturunan) aja, tapi juga sebab-sebab lain,\u201d kata Gusti Ayu,\u00a0Kamis (30\/7).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Melansir laporan Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, kanker payudara selain dipicu faktor genetik, juga dipengaruhi oleh perubahan hormonal, seperti tingginya kadar estrogen, serta paparan radiasi elektromagnetik di lingkungan. Selain itu, gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi alkohol berlebihan turut meningkatkan risiko.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/804392\/perjuangan-alexis-klimpl-lawan-kanker-payudara-triple-positif-di-usia-25-tahun\" title=\"Perjuangan Alexis Klimpl Lawan Kanker Payudara Triple Positif di Usia 25 Tahun\" target=\"_blank\">Perjuangan Alexis Klimpl Lawan Kanker Payudara Triple Positif di Usia 25 Tahun<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Lulusan Universitas Airlangga tersebut juga meluruskan mitos lain yang menyebut bahwa setiap benjolan di payudara pasti merupakan kanker. Menurut Gusti, benjolan cukup sering ditemukan terutama pada perempuan berusia di bawah 35 tahun. Kendati demikian, tetap diperlukan pemeriksaan medis lebih lanjut untuk memastikan apakah benjolan tersebut merupakan tumor jinak atau ganas.<\/p>\n<p>Gusti menambahkan, kanker payudara kerap tidak menunjukkan gejala khas atau rasa sakit pada stadium awal. Hal inilah yang sering membuat pasien tidak menyadari keberadaan sel kanker hingga ukurannya membesar.<\/p>\n<p>\u201cJadi memang banyak pasien-pasien dengan keluhan benjolan di payudara yang ternyata tumor ganas atau kanker, itu awalnya memang tidak menimbulkan gejala, jadi painless (tidak sakit). Jadi benjolan itu ternyata membesar dengan cepat dan kemudian baru menimbulkan gejala,\u201d ujar dia.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/802169\/mengenal-penyebab-dan-gejala-kanker-payudara-berikut-cara-penanganannya\" title=\"Mengenal Penyebab dan Gejala Kanker Payudara, Berikut Cara Penanganannya\" target=\"_blank\">Mengenal Penyebab dan Gejala Kanker Payudara, Berikut Cara Penanganannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Oleh karena itu, ia mendorong pentingnya edukasi publik terkait deteksi dini. Penanganan sejak stadium awal menjadi kunci utama untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien secara signifikan.<\/p>\n<p>Langkah deteksi dini kian mendesak mengingat lonjakan kasus yang cukup drastis dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data BPJS Kesehatan, kasus kanker payudara mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai ratusan ribu kasus sepanjang periode 2021 hingga 2025. Angka kasus tercatat melambung sekitar 860 ribu kasus, yakni dari 1.080.031 kasus pada 2021 menjadi 1.941.410 kasus pada 2025.<\/p>\n<p>(Ant\/P-4)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/916690\/bukan-cuma-faktor-genetik-gaya-hidup-juga-bisa-picu-kanker-payudara\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Freepik) DOKTER Subspesialis Bedah Onkologi, dr. I Gusti Ayu Nari Laksmi Dewi, Sp.B, Subsp.Onk (K), menegaskan anggapan bahwa perempuan tanpa riwayat genetik tidak akan terkena kanker payudara adalah mitos. Ia menekankan bahwa pemicu kanker payudara sangat kompleks dan tidak semata-mata didominasi faktor keturunan. &#8220;Mitos. Jadi sebetulnya kalau kanker payudara itu multifaktorial penyebabnya, jadi enggak bisa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":80150,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-80149","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80149","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80149"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80149\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80150"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80149"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80149"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80149"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}