{"id":79962,"date":"2026-07-30T10:50:54","date_gmt":"2026-07-30T10:50:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/30\/anggota-dprd-jabar-kritik-dedi-mulyadi-soal-sayembara-penangkapan-begal\/"},"modified":"2026-07-30T10:50:54","modified_gmt":"2026-07-30T10:50:54","slug":"anggota-dprd-jabar-kritik-dedi-mulyadi-soal-sayembara-penangkapan-begal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/30\/anggota-dprd-jabar-kritik-dedi-mulyadi-soal-sayembara-penangkapan-begal\/","title":{"rendered":"Anggota DPRD Jabar Kritik Dedi Mulyadi soal Sayembara Penangkapan Begal"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/30\/1785408200_1d7edb585d5e29433901.jpg\" alt=\"Anggota DPRD Jabar Kritik Dedi Mulyadi soal Sayembara Penangkapan Begal\"\/><figcaption>bedah buku Pidana Politik &#8216;obstruction of justice dan amnesti presiden&#8217;, di Bandung, Kamis (30\/7).(MI\/Bayu Anggoro)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/anggota-dprd-jawa-barat\" title=\"Anggota DPRD Jawa Barat\">ANGGOTA DPRD Jawa Barat<\/a>, Rafael Situmorang, mengkritik <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gubernur-jawa-barat\" title=\"Gubernur Jawa Barat\">Gubernur Jawa Barat<\/a> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dedi-mulyadi\" title=\"Dedi Mulyadi\">Dedi Mulyadi<\/a> terkait <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sayembara-penangkapan-begal\" title=\"sayembara penangkapan begal\">sayembara penangkapan begal<\/a>. Menurutnya hal itu di luar substansi tugas seorang kepala daerah yang diberikan kewenangan mengelola anggaran negara.<\/p>\n<p>Rafael menjelaskan, tugas utama seorang kepala daerah adalah menggunakan uang negara untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Bukan membuat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sayembara-begal\" title=\"Sayembara Begal\">sayembara begal<\/a>,&#8221; kata Rafael saat menghadiri bedah buku Pidana Politik &#8216;obstruction of justice dan amnesti presiden, di Bandung, Kamis (30\/7).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/915135\/gubernur-jabar-dedi-mulyadi-lanjutkan-sayembara-tangkap-pelaku-kejahatan\" title=\"Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Lanjutkan Sayembara Tangkap Pelaku Kejahatan\" target=\"_blank\">Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Lanjutkan Sayembara Tangkap Pelaku Kejahatan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Rafael pun mengkritisi kinerja Gubernur Jawa Barat yang menurutnya hanya terlihat bagus di konten media sosial. Padahal, lanjutnya, berbagai persoalan terlihat jelas di provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak ini.<\/p>\n<p>&#8220;Ini sebagai kritik juga, kalau mau jadi kepala daerah, enggak perlu pintar-pintar, cukup jago ngonten gitu,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Meski begitu, Rafael mengaku tidak heran jika saat ini banyak masyarakat yang memuji kinerja Gubernur Jawa Barat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/914946\/sayembara-begal-jangan-geser-kewenangan-aparat-penegakan-hukum\" title=\"Sayembara Begal Jangan Geser Kewenangan Aparat Penegakan Hukum\" target=\"_blank\">Sayembara Begal Jangan Geser Kewenangan Aparat Penegakan Hukum<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurutnya, terdapat dua faktor utama yang menjadikan Dedi Mulyadi banyak dipuji masyarakat. Pertama, lanjutnya, tingkat literasi dan pendidikan masyarakat khususnya di Jawa Barat belum terlalu baik.<\/p>\n<p>&#8220;Ini jawabannya, tingkat lama sekolahnya hanya 9,2 tahun. Tingkat lama ya, lama pendidikan. Artinya dari yang tidak sekolah sampai yang doktor, dirata-ratakan 9,2 tahun. Artinya apa? SD 6 tahun, SMP 3 tahun. 9,2 berarti SMP kelas 3 lebih 2 bulananlah, enggak sampai kelas 1 SMA. Jadi akhirnya apa? Ya itu kan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Selain itu, menurutnya keberadaan media sosial seperti saat ini menjadikan fakta-fakta di lapangan belum tentu tersampaikan kepada masyarakat secara nyata.<\/p>\n<p>&#8220;Di era post truth sekarang ini, keberadaan media sosial tuh akhirnya menjembatani antara realitas dengan persepsi. Jadi persepsi dan realitas disambungkan dengan media sosial. Dan ini tadi, menggunakan ilmu Joseph Goebbels, kebohongan yang diulang-ulang akan dianggap menjadi kebenaran,&#8221; katanya. (BY)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/916520\/anggota-dprd-jabar-kritik-dedi-mulyadi-soal-sayembara-penangkapan-begal\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>bedah buku Pidana Politik &#8216;obstruction of justice dan amnesti presiden&#8217;, di Bandung, Kamis (30\/7).(MI\/Bayu Anggoro) ANGGOTA DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, mengkritik Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait sayembara penangkapan begal. Menurutnya hal itu di luar substansi tugas seorang kepala daerah yang diberikan kewenangan mengelola anggaran negara. Rafael menjelaskan, tugas utama seorang kepala daerah adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":79963,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-79962","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79962","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=79962"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79962\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/79963"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=79962"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=79962"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=79962"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}